MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
(S2) Close To You.



Setelah menikmati makanan di restoran seafood yang Karin inginkan, mereka berdua langsung pulang ke vila milik Dio yang letaknya tak jauh dari tempat itu.


Mereka berdua masih berjalan kaki dengan tangan yang tak lepas saling menggenggam. Dio terus menjaga agar Karin berjalan dengan baik, mereka berdua juga tak berbicara. Hanya menikmati kedekatan ini bersama, terkadang memang ada momen dimana kita tidak perlu di isi dengan kata, cukup hanya perasaan yang tersalurkan.


"Ehm...Aku sudah lama tidak mendengar mu menyanyi" kata Karin tiba-tiba di antara suara deburan ombak.


"Lalu?" kata Dio.


"Ayo nyanyikan satu lagu untukku, Aku ingin mendengarnya" kata Karin melirik suaminya.


"Lain kali saja sayang" kata Dio tersenyum memandang istrinya.


"Tapi aku inginnya sekarang" kata Karin menghentikan langkahnya hingga genggaman mereka terentang.


Dio mengerutkan dahinya melihat tingkah Karin ini. "Nanti saja kalau di rumah, ini sudah sore, kau juga belum mandi, nanti keburu malam, ini tidak baik untukmu dan bayimu" kata Dio masih enggan menuruti istrinya.


"Aku tau, tapi aku tidak mau pulang kalau belum mendengar mu menyanyi. Ini keinginan anakmu yang ingin mendengar suara Papinya bernyanyi" kata Karin dengan sikapnya yang keras kepala.


"Hahaha, itu hanya keinginanmu, kenapa kau selalu saja memfitnah anakku" kata Dio tertawa seraya menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Karin.


"Jadi kalau keinginanku Abang tidak ingin melakukannya? Aku tidak akan bergerak kalau Abang tidak bernyanyi, Aku yakin Abang nggak akan kuat gendong aku saat ini" kata Karin ngambek.


Dio tertawa dan mengacak-acak rambut Karin karena gemas dengan tingkah istrinya yang sedang ngambek itu.


"Baiklah, tapi aku bingung mau nyanyi apa, udah lama banget nggak dengerin lagu" kata Dio akhirnya mau menuruti keinginan istrinya.


"Apa saja, yang penting tentang cinta" kata Karin manja pada suaminya.


"Ehm....aku pernah mendengar satu lagu, dulu Papaku sering menyanyikannya untuk Mama" kata Dio menerawang jauh.


"Benarkah? Coba nyanyikan, aku pasti suka" kata Karin dengan semangatnya.


Dio tersenyum dan berdehem sebentar sebelum mulai bernyanyi.


Why do stars fall down from the sky.


(Mengapa bintang-bintang berjatuhan dari langit)


Every time you walk by?.


(Tiap kali kau berjalan?)


Just like me, they long to be.


(Seperti halnya diriku, mereka juga ingin)


Close to you.


(Berada di dekatmu)


On the day that you were born the angels got together.


(Di hari saat kau terlahir, para bidadari berkumpul)


And decided to create a dream come true.


(Dan putuskan tuk ciptakan impian yang jadi nyata)


So they sprinkled moon dust in your hair.


(Maka mereka menaburkan debu bulan di rambutmu)


Of golden starlight in your eyes of blue.


(Dan cahaya bintang keemasan di mata birumu)


Lagu Close to you By : The Carpenters.


"Sudah, ayo kita pulang. Aku tidak ingin kau terlalu lama di luar, angin disini tidak baik untuk kondisimu" kata Dio menggandeng tangan istrinya untuk melanjutkan perjalanan mereka.


"Ya, aku mau Abang seperti terus saat aku hamil anak kedua nanti" kata Karin menyandarkan kepalanya dengan manja di bahu suaminya.


"Mau kau hamil anak ke 10 pun aku akan terus seperti ini" kata Dio tertawa kecil dan mencium rambut Karin penuh kasih.


"Aku tidak mau sebanyak itu, emang Abang kira aku mesin pabrik, Tapi kalau Abang mau gantian yang hamil nggak apa-apa" kata Karin membuat Dio semakin tertawa.


"Ya mana bisa aku hamil, Kalau hamilin kamu aku bisa" kata Dio menggoda.


"Tanpa disuruh kalau itu" kata Karin mencibir.


Dio hanya tersenyum menanggapinya, mereka melanjutkan perjalanan ke vila bersamaan dengan matahari yang tampak kembali ke peraduannya, menyisakan warna orange yang indah dan suasana yang syahdu.


Sesampainya di Vila, Dio dan Karin tampak bingung saat melihat mobil asing di depan pintu, tak biasanya ada tamu disana, lalu siapa yang datang? pikir mereka.


"Karin!!!"


Tak butuh waktu lama untuk mereka tau siapa tamu itu, karena sesaat kemudian Tiara tampak keluar dari rumahnya dan langsung mendatangi Karin yang kaget melihat sahabatnya disana.


"Tiara?" kata Karin ikut merentangkan tangannya dan berpelukan dengan sahabatnya.


Di belakang Tiara ada Angga yang melempar senyumnya pada Dio. Angga tampak mengangkat alisnya saat melihat penampilan Dio yang sudah banyak berubah itu.


"Kamu apa kabar? Lama banget nggak ketemu, aku kangen" kata Tiara melepaskan pelukannya dan menatap keseluruhan penampilan Karin yang kini benar-benar sangat gendut.


"Kau tampak subur sekali" ceplos Tiara langsung.


"Bilang aja aku gendut" kata Karin cemberut melirik Dio yang hanya tertawa.


"Hahaha, tidak-tidak, malah bagus seperti ini, Udah mau waktunya ya, Udah besar banget" kata Tiara mengelus perut Karin.


"Ya mungkin tinggal beberapa hari, Ayo masuk dulu. Kenapa nggak ngabarin dulu mau kesini, aku nggak ada persiapan apapun kan" kata Karin mengajak Tiara masuk kedalam rumah.


"Sebaiknya kau mandi dulu sayang, Aku akan menyuruh pelayan membuatkan minum untuk Angga dan Tiara, setelah ini kita akan makan malam" kata Dio.


"Ehm...baiklah, Aku akan mandi dulu ya Ra, Aku tinggal nggak apa-apa kan, nanti malam kalian menginap disini ya" kata Karin menatap Tiara.


"Ya, santai aja" kata Tiara mengangguk dan tersenyum.


"Ayo, aku akan mengantarmu ke kamar" kata Dio mengulurkan tangannya pada Karin.


Karin mengangguk lalu berjalan ke arah kamarnya untuk mandi, Setelah membersihkan dirinya, mereka semua makan malam bersama lalu, Dio dan Angga tampak mengobrol di taman setelah makan malam itu selesai. Sedangkan Karin dan Tiara sedang berada di dalam rumah.


"Kamu betah banget disini, nggak pengen pulang ke Jakarta?" tanya Tiara menatap Karin yang duduk selonjoran di sofa.


"Ya pengen, Dio bilang setelah aku lahiran kita pulang ke Jakarta" kata Karin seadanya.


"Kenapa kalian memutuskan untuk pindah kesini waktu itu?" tanya Tiara penasaran alasan kepindahan Karin ini. Angga juga bercerita tapi tak hanya setengah- setengah.


"Kamu tau sendiri masalah yang kami alami Ra, Aku nggak pengen hidup dalam rasa takut terus, dan saat aku minta untuk Dio melepaskan semuanya, Dio mau dan mengajakku kesini. Dio bilang, tempat ini dulu sering di buat liburan sama keluarganya, tempatnya bagus dan fasilitas disini juga lengkap" kata Karin menjelaskan dengan sedikit menarik nafasnya, ia tiba-tiba merasakan perutnya tiba-tiba kencang.


"Dio emang bener-bener cinta sama kamu, dia rela ngorbanin semuanya buat kamu Rin" kata Tiara tau sekarang kalau Dio memang sangat mencintai Karin, bahkan dia rela meninggalkan segalanya hanya untuk Karin.


"Iya....aduh...." Karin tak lagi melanjutkan ucapannya saat rasa nyeri itu semakin datang.


"Kamu kenapa?" tanya Tiara panik.


"Kayaknya aku mau lahiran"


"Ha?"


Happy Reading.


Tbc.