
"Aku ingin bertanya satu hal sama kamu" kata Dio masih memeluk tubuh Karin setelah pergumulan panas mereka selesai.
"Tanya apa?" kata Karin mendongak menatap suaminya.
"Kalau semisal aku selingkuh boleh nggak?" kata Dio membuat Karin kaget, namun ia terdiam sesaat.
"Boleh"
"Kenapa boleh?" Dio mengerutkan dahinya.
"Ya, itu hak Abang. Aku nggak akan ngelarang, Aku juga nggak akan perjuangin orang yang memang bukan untukku. Karena orang yang benar-benar sa....." Karin menghentikan saat Dio tiba-tiba menyela.
"Sayang, dia akan menjaga hatinya untuk satu-satunya orang yang benar-benar dia cinta" Dio langsung menyela dan tersenyum kecil.
"Dan bukan yang datang di awal atau di akhir" kata Karin balas tersenyum tipis.
"Melainkan dia yang datang dan sanggup bertahan sampai akhir" sambung Dio lagi.
"Jadi gimana? Mau tetep selingkuh?" tanya Karin masih dengan senyumnya. Ia tau kalau Dio hanya menggodanya saja. Karena bagaimanapun juga, ia sangat percaya kalau Dio hanya mencintainya saja.
"Enggak mau" kata Dio menggelengkan kepalanya.
"Kenapa?"
"Karena cinta ini sudah melebur dalam hati hanya untuk satu wanita, yaitu kamu sayang" bisik Dio membuat Karin tertawa kecil.
"Aku percaya kok, I love you Abang" bisik Karin menatap Dio penuh cinta.
"Love you too Sayang" Bisik Dio lalu menyatukan bibir mereka kembali. Tapi Karin segera mendorong Dio saat ingin menindih tubuhnya.
"Kenapa? Kita belum selesai" kata Dio merenggut dan menatap tubuh indah istrinya dalam diam.
"Aku mau disini" bisik Karin merangkak di atas tubuh Dio yang terkaget-kaget dengan tingkahnya.
Karin mencium bibir Dio sebentar lalu turun ke dadanya. Sesaat kemudian, Karin sudah bergerak mundur untuk melakukan apa yang suaminya sukai. Sesaat sebelum tenggelam dalam kegiatannya, Ia sempat melirik Dio yang menatapnya serius.
Karin sangat menikmati suara yang keluar dari bibir Dio, sesekali dirasanya tangan Dio ikut mendorong kepalanya dan sesekali meremas rambutnya. Karin menyudahi aksinya saat Dio menarik lengannya membuat Karin mendongak dan langsung mencium bibir Dio dengan panas.
Dio merasa hal itu tak cukup, ia akhirnya kembali mengajak Karin untuk menggali kenikmatan bersama. Dio rasanya semakin tergila-gila dengan istrinya, wanita itu kini mulai berani mengekpresikan dirinya dan selalu berhasil membuat ia menumpahkan segala keliarannya.
*****
"Buruan! Jalan lemot banget sih" Tiara terlihat tak henti mengomel pada Angga saat melihat pria itu berjalan di dengan gayanya yang bermalas-malasan.
"Bawel banget, Udah untung aku mau nganterin kamu, Udah buruan! Aku mau pulang, banyak banget yang mesti aku urus selain hal tidak penting ini" kata Angga cuek saja. Ia sebenarnya malas sekali untuk mengantar Tiara.
Tapi setelah perdebatan cukup panjang dan panas. Ia akhirnya menyerah karena tak tahan mendengar Tiara yang terus mengoceh dengan kata-kata ajaibnya. Tapi ternyata wanita itu ngelunjak, bukan minta di antar pulang saja, Tiara malah mengajaknya untuk ke mall.
Tiara berdecak kesal. Ia segera menarik tangan Angga untuk mengikutinya masuk ke dalam toko tas yang diincarnya. "Udah diem, Kamu nggak boleh pulang sebelum aku dapetin tas itu" kata Tiara seenaknya saja.
Angga mendengus tapi tak menolak saat Tiara menarik tangannya. Entah apa yang di pikirkan oleh Angga sampai mau-maunya saja di ajak Tiara berbelanja.
"Aaaaaa....Aku seneng banget bisa dapetin tas ini. Gaga, lucu banget kan?" kata Tiara kegirangan saat sudah mendapatkan tas yang di incarnya.
Angga hanya meliriknya malas, tak ada niat untuk berkomentar karena menurutnya tas yang di bawa itu sama saja dengan yang lainnya, tak ada istimewanya selain harganya yang mahal.
"Kenapa kau diam saja?" tanya Tiara heran saat melihat Angga diam saja.
"Lalu kau maunya apa? Aku bicara salah, diam juga salah" kata Angga membuat Tiara tertawa karena wajah kesal Angga.
"Tidak ada, Sekarang ayo kita makan" kata Tiara lagi.
"Enggak! Aku nggak ada waktu, sebaiknya kita pulang saja" kata Angga menolak saat Tiara ingin meraih tangannya kembali.
"Sebentar doang, Aku laper banget soalnya, mau ya?" kata Tiara sedikit melembutkan suaranya dan memasang wajah yang manja pada Angga.
Angga terdiam melihat wajah Tiara, semakin lama menatap wajah itu, ia merasa ada yang aneh. Ia baru akan membuka mulutnya sebelum mendengar ponsel Tiara berbunyi. Angga mengerutkan dahinya saat Tiara hanya membiarkannya saja.
"Kenapa tidak kau angkat?" tanya Angga.
"Ini hanya pria aneh, sudah biarkan saja" kata Tiara tampak tak suka. Tapi ponselnya kembali berdering membuat Tiara kesal, ia ingin mematikannya tapi Angga merebut ponselnya.
"Hei, Kau ini apa-apaan sih" kata Tiara protes.
Angga hanya diam dan mengangkat panggilan itu. Tiara ingin mencegahnya, tapi belum sempat.
"Halo, Jangan lagi menelpon Tiara. Dia pacarku sekarang, dan aku tidak suka kau meneleponnya terus, kalau kau masih menghubunginya lagi, aku pastikan kau akan menyesal" kata Angga membuat Tiara kaget. Kenapa Angga malah mengaku menjadi pacarnya.
Angga segera memutuskan sambungan itu dan memberikan ponselnya pada Tiara. "Sudah, Beritahu aku kalau dia menghubungimu lagi" kata Angga.
"Ya, tapi kenapa kau mengaku pacarku" kata Tiara sedikit kesal.
"Biarkan saja, dengan begitu dia tidak mengganggumu lagi kan? Lagipula kenapa kau bisa memberikan nomormu kepada pria itu kalau kau tidak suka" cetus Angga sudah seperti orang mengintrogasi.
"Aku tidak memberikannya, dia entah dapat darimana. Aku sudah memblok nomernya, tapi dia selalu berganti nomor, selalu seperti itu" kata Tiara tampak mengadu.
"Kalau begitu kau saja yang mengganti nomormu" kata Angga lagi.
"Itulah masalahnya, Tapi nomor itu nomor lama, banyak temanku yang sudah menyimpannya" kata Tiara.
Angga ingin menyahut tapi tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri mereka.
"Tiara?" seorang pria muda tampak menatap Tiara lekat-lekat.
Tiara kaget, itu adalah Drake, pria yang tadi meneleponnya, kenapa bisa ada disini?
"Drake?" ucap Tiara.
"Siapa dia?" tanya Angga menekuk wajahnya. Tapi Tiara tak menyahut.
"Sedang apa kau disini?" tanya Tiara pada Drake.
"Tiara, aku selalu mencari mu. Aku ingin menjelaskan hubungan kita" kata Drake membuat Angga langsung melirik tajam pada Tiara.
Hubungan? Jadi Tiara dan pria ini ada hubungan? Lalu, untuk apa tadi ia harus repot berusaha untuk menghalangi kedua kekasih yang sedang bertengkar ini. Tiara yang ditatap oleh Angga seperti itu malah salah tingkah sendiri.
"Tiara, ikutlah denganmu. Aku akan membuktikan padamu dan menjelaskan semuanya" kata Drake menarik tangan Tiara sedikit kasar. Karena tenaga Drake cukup kuat, Tiara hampir saja terjatuh.
"Kau ini apa-apaan sih, Lepas Drake" kata Tiara meronta tapi Drake tak perduli dan terus menarik tangannya.
"Tiara tidak akan kemana-mana" kata Angga menarik tangan Tiara yang satunya. Ia menatap dingin pada Drake yang menatapnya tajam.
Happy Reading.
Tbc.