
"Nona Bella sudah sadar, Tapi kondisinya masih lemah. Jika ingin melihat, hanya diperbolehkan satu orang saja mengingat Nona Bella masih butuh perawatan intensif" kata Dokter itu membuat Axel dan Papa Nugraha saling pandang.
"Kau masuk duluan" kata Papa Nugraha mengalah karena tau jika Axel yang lebih ingin melihat Bella meskipun dia pun sebenarnya ingin tau keadaan Bella.
"Terima kasih Pa" kata Axel tersenyum sedikit sebelum masuk kedalam ruangan Bella.
Ia harus menggunakan baju khusus untuk melihat keadaan istrinya. Axel yang melihat istrinya sudah sadar tersenyum penuh kelegaan, ia langsung menghampirinya.
"Hei, sudah bangun?" kata Axel duduk disamping istrinya.
Bella langsung menoleh saat mendengar suara Axel. Ia malah menangis saat melihat wajah suaminya.
"Sayang.. Ada apa? Apa kau kesakitan?" tanya Axel memegang tangan istrinya.
"Dimana dia?" tanya Bella pertama kali bangun langsung ingat anaknya.
"Dia...Dia..baik-baik saja. Bella anak kita baik-baik saja" kata Axel menahan tangisnya saat melihat Bella seperti ini.
"Benarkah dia baik-baik saja?" tanya Bella menatap Axel dengan sendunya.
"Iya, cepatlah sembuh agar kita bisa melihatnya sama-sama nanti" kata Axel tak berani menatap mata istrinya, matanya kini bahkan sudah basah.
"Aku akan cepat sembuh, Anak kita perempuan atau laki-laki?" tanya Bella mencoba tersenyum dan berpikir positif.
"Dia...." Axel bingung karena ia pun belum melihat anaknya sama sekali. Bella yang melihat itu tersenyum penuh ironi. Ia menarik tangannya dari genggaman Axel.
"Sampai kapan kau akan membohongiku?" kata Bella menatap Axel tak percaya. Rasa sakit bekas operasinya kembali terasa, tapi hatinya lebih sakit mengingat apa yang sudah suaminya lakukan.
"Maafkan aku, aku hanya tak ingin kau terlalu memikirkannya. Bella, Anak kita lahir prematur, Tapi percayalah dia akan baik-baik saja, dia pasti akan menjadi anak yang kuat" kata Axel sangat berharap akan hal itu.
"Kau ingin aku memaafkan mu?" Axel mengangguk cepat.
"Ceraikan Aku, Maka aku akan memaafkanmu" kata Bella tanpa menatap Axel sama sekali. Cukup, ia rasa sudah cukup ia menahan rasa sakit ini. Seberapa pun dia berjuang untuk menjadi lebih baik, Nyatanya tak membuat Axel pernah percaya padanya.
"Bella, Apa maksudmu? Aku tidak akan menceraikan mu sampai kapan pun" kata Axel sangat kaget mendengar permintaan istrinya.
"Untuk apa menyuruhku bertahan kalau kau hanya bisa menyakiti ku saja. Axel, Aku sudah lelah. Tolong lepaskan aku saja" kata Bella menangis tersedu, hatinya perih sekali ya tuhan.
"Bella... Tolong jangan katakan hal itu. Aku bisa menjelaskan semuanya" kata Axel mencoba meraih Bella tapi Bella menolaknya.
"Untuk apa? Setelah semuanya terjadi baru kau ingin menjelaskannya? Apa kau tidak pernah berpikir sakitnya hatiku saat melihatmu berpelukan dengan wanita itu" kata Bella menangis keras sampai perutnya sakit, tapi ia hanya diam.
"Aku lakukan itu karena anaknya sakit, dan dia terluka di restoran ku Bella, Aku melakukan hal itu karena rasa tanggung jawabku. Tak lebih dari itu, Sayang percayalah padaku" kata Axel mengatakan sejujurnya.
"Lalu? Sebegitu pentingkah dia untukmu sampai kau melupakan janji mu padaku? Axel, Kau membiarkan aku menunggu berjam-jam tapi kau sama sekali tidak datang dan menolong wanita itu. Aku sudah bertanya padamu, tapi kau sama sekali tak mengatakan padaku. Sekarang aku sadar kalau memang hanya dia yang ada di hatimu sejak dulu, padaku hanya pelarian kan?" Bella semakin tak mengontrol suara tangisnya, Ia ingin mengeluarkan segala emosi yang terpendam selama berhari-hari ini.
"Bella, apa yang kau katakan? Satu-satunya wanita yang aku cintai hanya kau, Dihatiku hanya ada dirimu. Jika aku tak mencintaimu, Aku tak akan mengorbankan segalanya untukmu...Aku rela bahkan jika aku harus mengorbankan hidupku untuk mu" kata Axel tegas tanpa keraguan sedikitpun.
Bella melihat itu hanya diam. Ia tau Axel mencintainya tapi ia sudah terlanjur kecewa.
"Aku ingin sendiri dulu"
"Tidak aku izinkan, Bella aku benar-benar tak ada hubungan apapun dengannya. Aku juga tak pernah punya pikiran untuk menduakan mu, Bella. Dia memang pernah dihatiku, tapi aku tidak pernah segila ini mencintai seseorang seperti aku mencintaimu. Bahkan aku sangat tergila-gila padamu sampai aku rela mati untukmu. Bella kau boleh meminta apapun di dunia ini, tapi tolong jangan pernah meminta bercerai dariku.. Ampuni aku Bella" Axel berlutut dan memegang tangan Bella. Matanya sudah berair karena tak akan sanggup kalau Bella meninggalkannya.
"Ampuni aku Bella....Lebih baik kau membunuhku saja daripada meminta hal itu..." kata Axel dengan suara seraknya membuat Bella tersentuh.
Perlahan-lahan hatinya melembut, emosinya perlahan-lahan menghilang. Axel benar-benar meyakinkannya. Lagipula dia juga sudah melihat sendiri perjuangan pria itu untuknya. Apalagi yang membuatnya ragu?.
"Bangunlah Axel" kata Bella tak tega melihat Axel terus berlutut seperti itu.
"Tidak, sebelum kau mengampuniku"
"Justru kalau kau terus seperti itu, aku tidak akan memaafkan mu" kata Bella dengan nada mengancamnya. Axel menghapus air matanya, sejenak. Ia kemudian bangkit dan menatap Bella dengan matanya yang memerah.
"Kau menangis?" kata Bella tersenyum saat melihat wajah Axel yang sembab karena menangis.
"Aku hanya kemasukan debu" kata Axel membuat Bella tertawa.
"Kemarilah, Kau tidak ingin memelukku?" kata Bella dengan suaranya yang manja membuat Axel tersenyum penuh kelegaan.
Ia lalu mendekatkan dirinya dan memeluk istrinya dengan lembut agar tak menyakiti luka bekas operasi istrinya.
"Apakah memang hanya aku yang ada di hatimu?" tanya Bella menatap Axel serius.
"Iya, tidak ada orang lain. Bahkan untuk Nau..
"Jangan sebut namanya lagi" kata Bella menutup mulut Axel dengan jarinya.
"Aku hanya ingin kau tau kalau aku tak pernah sekalipun berpikir untuk berpaling darimu" kata Axel lagi.
"Baiklah, tapi lain kali aku tak akan semudah itu percaya padamu" kata Bella dengan wajahnya yang serius.
"Tidak ada lain kali, Ini terakhir kalinya aku menyakiti dan membuatmu menangis" kata Axel mencium kening Bella dalam-dalam membuat Bella memejamkan matanya.
"Axel, anak kita?" Bella baru teringat akan hal itu.
"Dia pasti baik-baik saja, jika lukamu sudah sembuh kita akan melihatnya bersama" kata Axel dengan lembut mengusap air mata istrinya yang kembali meleleh.
"Maafkan aku, aku tidak bisa menjaganya" kata Bella.
"Bukan, ini bukan salahmu, Ini memang sudah jalannya yang harus kita lewati bersama. Bella, Bukankah kita diberi anugerah untuk melihatnya lebih cepat? Sekarang tenangkan dirimu, kau harus banyak istirahat agar cepat sembuh dan bertemu dengannya" kata Axel memberikan senyum menenangkan.
Bella terdiam sesaat lalu mengangguk. "Bisakah kau disini saja?" tanya Bella menatap Axel penuh harap.
"Aku akan bertanya pada dokter, jika dokter mengizinkan aku akan menemanimu" kata Axel lagi.
"Kau juga jagalah kesehatan, Kau pasti belum tidur sejak semalam" kata Bella menatap wajah Axel pun tampak pucat dan lebam dimana-mana.
"Jangan pikirkan aku Bella, yang penting sekarang dirimu dan anak kita"
Happy Reading.
Tbc.