
Hari ini Bella memutuskan untuk datang ke sekolah karena sudah dua hari dia tidak masuk. Bella mencoba melupakan semua kenangan buruknya kemarin. Toh tak ada yang berubah pada tubuhnya. Orang pun tak akan tau kalau dirinya sudah tidak perawan lagi.
"Ih, ini gimana cara nutupinya coba! kenapa nggak ilang-ilang, mana sebayak ini lagi" Bella terlihat sedang kesal karena sejak tadi mencoba menutupi beberapa Kissmark Yang ada pada lehernya.
Memang cukup banyak Axel memberikan tanda cinta di tubuh Bella. Tapi ada beberapa yang terlihat karena terletak di sekitar dagu dan lehernya. Bella sudah mencoba menghilangkannya namun hasilnya karena nihil, tanda merah itu masih ada meskipun sudah tak terlalu kentara.
"Dasar cowok brengsek!" ucapnya mengepalkan tangannya erat. Dalam hati dia tak henti-hentinya mengutuk pria itu.
"Sayang, ayo turun, sarapannya sudah siap" Mama Anita terlihat berdiri dia ambang pintu kamarnya membuat Bella sedikit kaget, Apa tadi Mamanya melihat apa yang dia lakukan.
"Udah, Anak Mama udah cantik kok" pujinya menatap Bella yang dia pikir sedang berdandan. "Cepet turun ya sayang, Papa kamu udah nunggu nih" katanya lagi segera berlalu dari kamar anaknya.
"Iya Ma"
****
Bella tiba di sekolahnya langsung disambut heboh oleh Karin dan Tiara. Mereka tak henti-hentinya mendesak alasan Bella tidak masuk sekolah dan tentunya masih penasaran dengan perginya Bella saat itu. Kemarin saat dia datang kerumah Bella, Bella sedang istirahat dan kata Mamanya sedang sakit jadi mereka belum sempat mengobrol dengannya.
"Lo sebenarnya kenapa sih, Kenapa Lo nggak ngangkat telpon dari kita" cerca Karin merasa tak puas dengan apa yang dia katakan.
"Kan gue udah bilang, gue lagi nggak enak badan dan sebenernya ada hal penting yang ingin gue omongin sama Lo berdua" kata Bella menatap kedua sahabatnya
"Ngomongin apa sih, kayaknya serius banget" sahut Tiara. "Eh Lo juga belum ngasih tau kita kemana Lo pergi malam itu" kali ini Bella mendapat tatapan tajam kedua sahabatnya.
Bella sedikit kaget, namun dia mencoba menormalkan ekspresi wajahnya. Dalam hati Bella sedikit was-was, bagaimana kalau kedua sahabatnya itu tau apa yang terjadi pada dirinya malam itu? Apa mereka masih mau berteman dengan wanita kotor sepertinya?.
"Woi, malah bengong lagi" seruan Karin membuat Bella tersentak kaget.
"Ehm, sebenarnya.... " Bella akhirnya menceritakan tentang apa yang terjadi malam itu.
Ralat, dia hanya menceritakan tentang perselingkuhan Dio dibelakangnya. Dan mengatakan kalau dirinya menginap di hotel karena dia butuh ketenangan. Bella sepertinya belum sanggup untuk menceritakan malam kelam itu.
"Jadi Lo lihat sendiri si Dio lagi ***-*** sama cewek dia apartemennya?" Tanya Tiara yang cukup syok mendengar cerita Bella.
"Ya gitulah, sial banget kan gue?" kata Bella merasa kesal jika mengingat hal itu lagi.
"Ini gila sih, Gue nggak habis pikir Dio bisa ngelakuin hal kayak gitu" Karin pun seakan tak percaya mendengar cerita Bella.
"Terus, si Dio pasti kaget dong waktu Lo grebek dia pas lagi begituan?" tanya Tiara terlihat begitu kepo.
"Ya kaget lah, udah kaya maling ketangkep basah" sahut Bella sebal.
"Ya iyalah Tiara, bego banget sih Lo, secara mereka itu lagi bercinta nggak mungkin dong lagi pakek baju" sahut Karin ikut sebal dengan pertanyaan Tiara.
"Iya sih, jadi Lo juga tau dong mr.pnya Dio itu kek gimana? Besar apa kecil?" tanya Tiara dengan wajah penasarannya.
Bella membesarkan matanya mendengar pertanyaan nyeleneh Tiara. "Gue nggak tau, lagian ngapain juga gue lihat Sampek sana" jawabnya jujur saja.
"Seriusan Lo nggak tau?" Karin menatap Bella tak yakin.
"Serius lah, gue mana sempet sih merhatiin yang begituan, hati gue udah terlanjur sakit lihat perselingkuhan mereka" Bella memang tak begitu memperhatikan mantan kekasihnya itu kemarin. Yang dia ingat hanya suara ******* mereka yang saling bersahutan.
****
Bel istirahat berbunyi, semua siswa langsung berhamburan keluar dari kelasnya. Termasuk Bella. Dia memutuskan untuk ke Kantin untuk mengisi perutnya yang cukup lapar.
"Gue pesen baso gausah pakek mie sama es teh manis" pesannya pada pelayan kantin.
"Baik kak"
Bella duduk sendirian di kantin karena kedua sahabatnya masih ke perpustakaan terlebih dulu untuk mengembalikan beberapa buku. Suasana kantin begitu ramai, bahkan ada yang nggak kebagian tempat duduk. Tapi Bella cuek saja. Dia hendak menikmati makanan miliknya yang baru saja datang. Namun lagi-lagi sesuatu yang tak di harapkan ya datang menggangu.
Siapa lagi kalau bukan Dio. Bella hanya melirik malas pada Dio yang terlihat berjalan kearahnya. Dia malah berpura-pura tak melihatnya dan malah asik menikmati bakso favorit miliknya.
"Aku boleh duduk disini?" tanya Dio yang tentunya basa-basi karena dia langsung saja duduk tanpa menunggu izin dari Bella.
"Kamu masih suka banget ya sama baso disini?" Bella hanya diam saja.
"Bel, kamu masih marah sama aku?" kali ini Bella sedikit melirik pria yang sejatinya masih ada di hatinya.
"Menurut Lo?" tanya Bella balik.
"Aku tau aku salah bel, tapi please jangan kaya gini, beri aku kesempatan" kata Dio dengan nada penuh penyesalan.
****
Gimana nih apa Bella akan ngasih kesempatan ke Dio?
TBC