MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Tidak Ada Alasan Untuk Cinta.



Rafael duduk di ranjangnya menatap lurus ke depan. Tubuhnya bertelanjang dada memperlihatkan otot-otot perutnya yang kekar. Handuk tampak melingkari perutnya untuk menutupi bagian privasinya. Pikirannya melayang jauh pada kejadian beberapa hari lalu. Dia benar-benar tidak bisa tidur dengan tenang, Setiap hari yang di otaknya adalah Bella. Wanita itu begitu menarik perhatiannya. Tapi kenapa harus Axel yang memilikinya.


Pintu kamarnya terbuka memperlihatkan sosok wanita dengan pakaian begitu terbuka. Lekuk tubuhnya begitu aduhai memancing gairah. Wanita itu melemparkan senyum yang begitu manis.


"Sayang" ucap Fely melenggak-lenggokkan tubuhnya yang begitu sexy dengan lingerie warna merah menyala.


Rafael menarik sudut bibirnya membiarkan sekretaris sekaligus teman ranjangnya itu duduk di pangkuannya. Lalu tangannya mengelus lembut pipi Rafael dengan gerakan merayu yang berpengalaman.


"Sayang, Apa yang kau pikirkan? Apa kau tidak ingin bermain-main denganku" suara lembut mendayu dibaluti des*han yang indah.


Rafael bergeming, hanya menatap wanita yang wajahnya begitu cantik, tak kalah dengan model atau artis. Tapi wanita seperti ini terlalu mudah untuknya. Ia bisa mendapatkan lebih dari sepuluh wanita setiap harinya. Dia hanya menginginkan Bella..Bella..Bella.


"Singkirkan tanganmu" Rafael menangkap kasar tangan Fely lalu ia bediri membuat wanita itu terjatuh.


"Sayang, Kenapa kau mendorongku? Sakit..." Fely merengek manja karena bokongnya terasa begitu sakit karena ulah Rafael.


"Kau ingin tau rasanya sakit? Akan aku tunjukkan padamu bagaimana rasa sakit yang sebenarnya" Rafael memegang dagu Fely dengan keras lalu ia menarik wanita itu dan menghempaskan ke ranjang.


Rafael lalu duduk di atas tubuh wanita itu. Tanpa ada angin ataupun hujan, Rafael menampar pipi Fely dengan keras membuat wanita itu meringis karena rasa sakit yang luar biasa. Air matanya tampak menitik di sudut matanya, tapi ia malah tersenyum menggoda.


"Kau mau makin kasar sayang?" ucapnya sedikit mendesis karena bibirnya begitu perih.


Rafael lalu menarik kepala Fely dan mencium bibirnya dengan ganas. Fely pun menimbangi tak kalah ganasnya. Tapi hal itu membuat Rafael kehilangan nafsunya. Rafael lalu melepaskan ciumannya menatap wajah Fely yang begitu cantik dengan lipstik merah darah yang menggoda.


Tapi bukan wanita seperti ini yang di inginkan. Ia hanya ingin Bella yang terlihat begitu alami, Senyumnya yang manis, Rambutnya yang indah. Argh!! Dia butuh Bella sekarang.


"Keluar dari sini" ucap Rafael seraya bangkit dari tubuh wanita itu.


"Sayang, Kau ini kenapa? Aku akan menerima apapun yang kau lakukan. Ayolah sayang, Bukankah kita sudah sama sama menginginkannya" Felly merasa tak terima karena Rafael mengacuhkannya. Padahal ia sudah begitu menggoda seperti ini.


"Dasar wanita murahan! Pergi dari sini" Bentak Rafael begitu keras membuat Fely takut dan secepatnya pergi darisana.


"Sial! Kenapa aku terus kepikiran dengan wanita itu. Aku harus secepatnya mendapatkannya. Harus" Batin Rafael berkecamuk.


****


Axel dan Bella masih larut dalam kebahagiaan menyambut kehamilannya. Bahkan Axel langsung memerintahkan Bram untuk memberikan bonus kepada seluruh pegawainya di kantor. Selain itu, Kedua orang tua mereka yang tak kalah hebohnya saat mendengar kabar hamil.


Tapi Bella malah sedih melihat suaminya masih mengalami muntah dan tidak mau makan. Padahal dokter sudah meresepkan obat untuk mengurangi muntahnya.


"Maafkan aku ya By! Kau jadi sakit begini gara-gara aku" kata Bella menyeka mulut Axel yang basah karena habis muntah setelah ia memberikan makanan.


"Stt.. Jangan berbicara seperti itu. Aku senang seperti ini, Kita lihat akan seperti apa jagoan kita nantinya" kata Axel tersenyum sedikit.


"Jagoan? Kau ingin anak laki-laki By" kata Bella duduk di samping suaminya yang sedang selonjoran di kasur.


"Laki-laki atau perempuan sama saja. Yang penting kau ibunya" kata Axel membuat Bella mencibir.


"Kalau nanti laki-laki semua bagaimana?" tanya Bella melirik tangan suaminya yang sudah merambat kemana-mana.


"Ya, Aku akan buatkan lagi sampai jadi perempuan" Axel menatap istrinya sendu.


Bella tau arti tatapan itu, ia membalasnya dengan senyum lembut.


"Sayang..." bisik Axel menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Bella yang harum memabukkan.


"Sudah empat hari.." bisik Axel menurunkan ciumannya ke dada lembut yang kini semakin padat itu.


"Iya..." Sahut Bella menikmati apa yang dilakukan apa yang dilakukan suaminya.


"Ciuman dulu sayang..." kata Axel langsung menyerang bibir Bella dengan panas.


Bella pun tak mau kalah, ia ternyata juga merindukan sentuhan suaminya yang beberapa hari ini tak pernah mengganggunya. Tangannya ikut bergerak mencari-cari ujung baju suaminya dan segera melepaskannya. Entah kenapa malam ini Bella begitu liar, Ia malah menggulingkan tubuhnya hingga berada di atas Axel.


Bella memberikan gigitan kecil di dada suaminya membuat pria itu mengerang dan mengelus rambutnya. Tak hanya itu saja, Bella juga memanjakan bagian diri suaminya dengan penuh pemujaan. Axel benar-benar dibuat gila oleh Bella semalaman ini.


"Wow, Apa benar ini istriku Bella Ayunda" Axel berdecak seraya menggelengkan kepalanya karena persembahan istrinya yang begitu indah.


"Iyalah, Siapa dulu suaminya" sahut Bella dengan wajah memerah karena malu.


"Axel Leander dong, Aku makin cinta banget nih kalau kayak gini. Boleh lagi nggak?" kata Axel mengedipkan matanya menggoda.


"Nggak.. Aku capek mau istirahat" kata Bella memutar tubuhnya membelakangi Axel.


"Ya udah, Kamu tidur. Besok kita ke dokter ya, Aku pengen lihat anak kita" bisik Axel memeluk tubuh Bella dari belakang.


"Iya. Kita pulang kapan By?" tanya Bella merasa sudah terlalu lama disini.


"Belum tau, Kenapa?"


"Aku kangen Mama" sahut Bella teringat akan Mamanya yang akhir-akhir ini memang jarang menghabiskan waktu bersama.


"Nanti kalau pulang kita nginep di rumah Mama" kata Axel membuat Bella tersenyum.


"Serius By?" Kata Bella kembali memutar tubuhnya menghadap Axel.


"Iya, Besok kita tanya dokter, Kamu boleh nggak penerbangan jauh, Kalau iya. Kita langsung pulang"


"Tapi, Apa kau baik-baik saja By?" tanya Bella lebih mengkhawatirkan kondisi Axel sebenarnya.


"Selama kau ada di sampingku, Aku selalu baik-baik saja" kata Axel tersenyum manis.


"Gombal banget sih By, Perasaan dulu kamu nggak kayak gini deh"


"Memangnya aku dulu gimana?"


"Gimana ya? Kamu itu terlihat dingin dan galak, Aku aja sampai takut kalau kau lirik By" kata Bella mengingat bagaimana Axel meliriknya dengan tajam, membuat Bella bergidik.


"Tapi sekarang cinta kan?" kata Axel kembali menguyel-uyel istrinya. Bella hanya tertawa mendengar godaan suaminya.


"Tidak ada alasan untuk tidak jatuh cinta padamu By" kata Bella dengan senyum lembut yang langsung mendapatkan balasan ciuman yang lembut dari Axel.


Cinta sejati adalah tentang proses kenyamanan, kesetiaan, dan menerima kelebihan atau kekurangan pasangan kita. Bukan sesuatu hal yang bisa di bangun hanya dengan satu malam.


Happy Reading.


Tbc.