
Wajah Axel masih terlihat gusar saat pulang ke Vila. Ia tampak masih begitu emosi karena perkataan Rafael.
"By! Sebenarnya ada apa? Kenapa tadi kau marah-marah seperti itu?" tanya Bella karena Axel sejak tadi diam saja.
"Tidak apa-apa. Kemari lah" kata Axel tersenyum sedikit menarik lembut Bella ke pelukannya.
Bella tak menyahut tapi ia menyambut pelukan Axel dengan hangat. Ia memejamkan matanya menikmati harum tubuh Axel yang segar.
"Sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan mu. Tidak akan pernah" ucap Axel mencium kening Bella beberapa kali.
"By! Kau tidak ingin mengajakku berkencan lagi?" tanya Bella menatap suaminya.
"Ingin kemana?" tanya Axel.
"Aku pengen nonton By, Mau ya?" kata Bella tersenyum manis.
"Baik sayangku. Ingin kemana lagi? Katakan saja, Suami mu ini siap menemani" kata Axel mengerlingkan matanya.
"Kemanapun asal berdua denganmu By" kata Bella tertawa kecil merasa geli sendiri dengan ucapannya yang begitu bucin.
Axel benar-benar menuruti keinginan Bella untuk menonton. Setelah itu mereka berbelanja baju dan oleh-oleh karena rencananya besok mereka akan pulang. Saat melewati toko pakaian dalam, Bella menghentikan langkahnya membuat Axel bingung.
"Ada apa?" tanya Axel.
"Victoria Secret, Kau ingat, kau akan mengganti underwear ku yang kau robek. Sekarang kau harus membelikannya" kata Bella mengerlingkan matanya lalu berjalan masuk ke oufit pakaian dalam.
Axel hanya tersenyum melihat tingkah Bella. Dengan sedikit berdebar ia menghampiri Bella dan memeluknya dari belakang.
"Belilah semua set, untuk setiap hari. Karena aku tidak berjanji untuk tidak merusaknya lain kali" bisik Axel membuat Bella meremang.
"Apaa..
"Oh, Dan belilah lingerie yang sexy, Aku sangat menyukainya jika kau memakai itu" bisik Axel lagi.
"Kalau begitu, Kau saja yang memilihkan untukku. Tuan Leander, Aku ingin tau, bagaimana selera mu" kata Bella melepaskan pelukan Axel dan menatapnya dengan seringai tipis.
Axel menarik sudut bibirnya, terlalu gemas dengan tingkah istrinya ini. "Baiklah" ucapnya setuju.
Axel memilihkan lingerie warna hitam dan putih untuk Bella. Ia memang tak terlalu suka dengan warna yang mencolok. Bella lalu membawa lingerie yang di pilihkan Axel di kamar pas. Ia menatap pantulan wajahnya di cermin.
Lingerie putih itu sangat pas membalut tubuhnya. Dengan aksen renda yang tampak begitu menggoda, Bella yakin kalau tak akan ada seorang pria pun yang akan menolak dirinya jika seperti ini. Wajah Bella memerah saat melihat tubuhnya yang membesar dimana-mana. Apalagi dadanya, Bella rasa dulu tak sebesar itu. Dengan membuang rasa malunya, ia segera membuka kamar pas, ia ingin menunjukkan pada Axel bagaimana penampilannya.
"By! Taraaaaaa" panggil Bella dengan nada begitu ceria.
Axel yang tadinya fokus melihat ponsel langsung mengangkat wajah dan ia begitu kaget saat melihat Bella memamerkan tubuhnya.
"Astaga! Bella!" serunya bangkit dari duduknya menghampiri Bella.
"Apa yang kau lakukan? Bagiamana kalau ada pria yang melihatmu seperti ini"ucapnya seraya mendorong tubuh Bella kembali masuk kedalam kamar pas.
"Aku hanya ingin kau melihatnya By, Bagaimana? Apakah pantas?" kata Bella memutar tubuhnya yang begitu sexy didepan Axel.
Axel mengeram menahan dirinya saat Bella malah bertingkah seperti itu. Ia mendorong tubuh Bella hingga membentur tembok di belakangnya. Tanpa banyak bicara ia langsung mel*umat bibir Bella dengan kasar lalu melepaskannya.
"Jangan lakukan hal itu lagi. Aku tidak mau tubuhmu sampai dilihat pria lain. Awas saja kalau kau sampai mengulanginya, Aku akan menerkam mu disini" ucap Axel tampak sedikit kesal dengan tingkah Bella yang cukup sembrono.
Bella malah tertawa melihat wajah suaminya yang kesal. Ia lalu mengalungkan tangannya dileher Axel. "Aku tidak takut, Bukankah kita belum mencoba di kamar pas By, Kau mau pakai gaya apa?" kata Bella dengan senyumnya menggoda.
"Aku tidak sedang berselera saat ini. Cepat ganti bajumu dan aku akan membalas mu Nanti" kata Axel lalu keluar dari kamar pas itu. Ia sudah tak tahan rasanya di pameri tubuh indah istrinya. Lagipula ia tidak segila itu bercinta di kamar pas.
Axel segera membayar semua yang di beli Bella. Wajahnya masih begitu kesal karena tingkah istrinya tadi. Ia bahkan langsung menyambar begitu saja paper bag yang diberikan kasir.
"By, Makasih Victoria Secret nya" ucap Bella ketika keluar dari oufit pakaian dalam.
"Kau pikir semua tadi gratis!" kata Axel tersenyum licik.
"Apa? Kau mau aku membayarnya?" Bella terlihat kaget mendengar ucapan suaminya.
"Tentu saja. Satu set satu malam" kata Axel tersenyum puas melihat wajah istrinya yang melongo.
"Baiklah. Kalau begitu, Aku juga minta bayaran atas pelayanan ku. Selama ini kan kau cuma main nidurin doang? Sekarang mana bayaran ku?" kata Bella tak mau kalah. Ia menengadahkan tangannya meminta uang.
"Mana bisa seperti itu? itukan sudah tugasmu sebagai istriku"
"Dan belanja adalah tugasmu sebagai suamiku. Lagipula, Kau juga tidak pernah memberiku uang. Suami macam apa kau ini" kata Bella baru sadar jika selama ini ia tak pernah meminta uang pada Axel.
"Kau kan tidak pernah meminta" sahut Axel begitu enteng.
"Sekarang aku minta. Mana?" kata Bella lagi.
Axel mengambil dompetnya lalu mengambil semua kartunya dan menyerahkan semua pada Bella. "Pin nya tanggal lahir mu" ujar Axel membuat Bella sedikit kaget.
"Kenapa semuanya?" tanya Bella bingung.
"Karena yang aku miliki adalah milikmu sekarang. Aku sudah tidak punya apa-apa. Jadi hidupku tergantung padamu Nyonya Leander" kata Axel dengan wajahnya yang polos namun serius.
"Maksudmu?"
"Ya, Ketika kau menjadi istriku, Maka semua yang aku punya sudah menjadi milikmu. Jadi hanya pria miskin sekarang, Apakah kau masih mencintaiku?" kata Axel lagi.
"Tentu saja. Kau bodoh atau bagaimana? Aku bisa gila jika hidup tanpamu By, Terima kasih atas segalanya" kata Bella langsung menubruk tubuh suaminya.
****
Keesokan harinya Axel terbangun saat merasakan perutnya begitu mual. Ia segera memakai boxer nya dan berlari ke kamar mandi. Axel memuntahkan segala isi perutnya hingga mulutnya begitu pahit, Tapi perutnya begitu mual.
"By! Kau kenapa?" tanya Bella kaget saat melihat suaminya muntah-muntah.
"Mual" ucap Axel mencuci mulutnya di wastafel tapi ia kembali muntah namun tak mengeluarkan apapun.
"Apa kau masuk angin By?" kata Bella memijat tengkuk suaminya yang masih muntah-muntah.
"Mungkin" sahut Axel merasa tubuhnya begitu lemas.
"Aku akan mengolesi minyak kayu putih, Ayo" kata Bella memapah tubuh suaminya yang lemas. Ia sedikit bingung kenapa tiba-tiba Axel muntah-muntah. Padahal semalam mereka baru bercinta dan Axel baik-baik saja.
"Disini saja" kata Axel menarik tangan Bella saat wanita itu akan beranjak.
"Aku hanya mengambil minyak ditas By" kata Bella semakin heran dengan tingkah suaminya yang begitu manja. Tak biasanya Axel seperti ini.
"Aku tidak butuh minyak. Cukup temani aku saja" kata Axel menghirup tubuh Bella yang ia rasa begitu harum.
Happy Reading.
Tbc.