
Pagi hari merupakan waktu istimewa dan tepat untuk menjalani hari dengan semangat. Sebagian besar, Orang akan memulai aktivitas dengan semangat. Tapi sepertinya hal itu tak berlaku pada Bella. Seperti saat ini, waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Tapi dia masih sibuk bergulung dengan selimut tebalnya. Entahlah, akhir akhir ini Bella merasa tubuhnya mudah sekali lelah dan sangat suka tidur.
Dia bahkan bisa menghabiskan hari liburnya dengan tidur. Bella yang biasanya tak bisa diam di rumah kini malah memilih menonton televisi seraya rebahan di sofa. Kadang dia juga suka ingin makanan yang cukup aneh atau malah dia tak suka sama sekali. Sekarang saja dalam tidurnya dia membayangkan segarnya rujak mangga. Bella ingin sekali memakannya, tapi tubuhnya enggan sekali bergerak.
"Bella sayang, Udah jam berapa ini? Kamu malah asik tidur terus, Ayo bangun dulu. Anak gadis kok suka bangun siang! Nanti jodohnya di patok ayam loh" Mama Anita menggelengkan kepalanya heran melihat Bella yang masih tidur di jam segini. Biasanya anak itu sudah dandan cantik paripurna untuk menghabiskan weekend bersama temannya. Tapi sekarang?
"Hoammm... Jam berapa sih Ma? Bella ngantuk banget ini" Bella menguap seraya bangkit dari kasurnya.
"Udah jam tujuh, sana mandi dulu, Mama mau ajak kamu ketemu temen arisan Mama" Perintah Mama Anita sebelum pergi meninggalkan Bella yang masih dengan sikap malasnya.
****
"Mbok Nah Masak apa?" Tanya Bella yang baru saja tiba di meja makan.
"Masak nasi goreng kesukaan kamu" jawab Mama Anita
"Papa Mana Ma?" Bella celingukan karena tak menemukan papanya.
"Papa kamu lagi pergi sama Om Danang pagi tadi, katanya mau ada meeting penting" Jelas Mama Anita seraya mengangsurkan piring ke arah Bella.
"Oh..Ehm mbok Nah kemana sih Ma?"
"Di dapur, kenapa sih kok kamu nyari mbok Nah, biasanya juga langsung makan" Mama Anita menatap heran anaknya.
"Nggak ada, cuma pingin di bikinin rujak aja, Bella lagi pengen" kata Bella yang memang sudah begitu ngiler rasanya.
"Rujak?" Mama Anita semakin heran mendengar Bella.
"Iya, Udah ah Mama nanya Mulu, Bella mau nyari mbok Nah dulu di belakang" Bella bangkit dari duduknya, dia merasa harus menemukan pembantunya saat itu juga. Sedangkan Mama Anita hanya mengikuti gerak putrinya dengan matanya.
Setelah mencari di beberapa sudut yang mungkin ada. Akhirnya Bella menemukan pembantunya itu sedang asik menyetrika.
"Mbok!" panggilnya dengan suara keras membuat sang empu terkejut.
"Astaghfirullah! Neng Bella ini suka banget ngagetin mbok" perempuan yang umurnya mungkin sudah memasuki kepala enam itu terlihat mengelus dadanya.
"Hehe Maaf, Mbok lagi sibuk nggak? Bella mau minta tolong nih" kata Bella dengan senyum manisnya.
"Kalau mbok bilang sibuk, neng Bella mau nunggu sampai ini selesai" Mbok nah sudah hafal jika Bella tak mungkin mau menunggunya. Jika Bella menginginkannya dia harus mendapatkan saat itu juga.
"Emang masih lama ya?"
"Enggak cuma tinggal dikit ini, Neng Bella mau minta tolong apa?"
"Mau minta bikinin rujak, Mbok nah bisakan?" Kata Bella dengan wajah penuh harapnya.
"Rujak? Ada -ada neng Bella ini, Masih pagi gini malah kepingin makan rujak, kayak orang ngidam aja" celetuk Mbok Nah merasa permintaan Bella cukup aneh.
"Ngidam?"
"Iya, ngidam kayak orang hamil, Biasanya kan suka nya yang asem asem gitu"
Bella mengerutkan dahinya? Ngidam? Hamil? Kok bisa sih? Dia kan cuma pengen rujak? Masak iya dia hamil cuma gara" rujak?.
"Sembarangan aja Mbok, Bella tuh cuma pengen, Yaudah ini uangnya, mbok beli mangga mudanya. Nanti Anter ke kamar ya" Bella mengangsurkan uang 50 ribuan sebelum meninggalkan Mbok Nah yang terheran heran dengan kelakuan Bella.
***
"Eh buset! Hubungin Lo kayak mau hubungin ibu negara aja, susah bener" Celetuk Tiara yang terdengar mengomel karena sangat susah sekali menghubungi sahabatnya itu.
"Hp gue silent, Gue Juga sibuk! Emang ada apa sih?" tanya Bella dengan nada malasnya.
"Lo lupa ya kemarin kita mau apa?" suara Tiara terdengar kesal dengan jawaban acuh Bella.
"Astaga Bella, kita itu mau lihat pameran di alun alun kota, Lo lupa kalau hari ini ada bazar makanan khas daerah" kata Tiara semakin kesal saja.
"Emang iya? Seriusan ada bazar makanan?" mendengar kata makanan membuat mood Bella langsung berubah. Dia membayangkan akan memakan batagor khas Bandung pasti ada. Kayaknya enak deh. "Oke, Gue langsung cus ke rumah Lo, ntar kita barengan aja kesananya" Putusnya cepat. Bella langsung melesat mencari baju terbaiknya.
"Mbok! Mbok Nah, Rujaknya nanti taruh kulkas aja ya, Bella mau pergi dulu" Teriak Bella seraya menuruni anak tangga dengan terburu-buru.
"Kamu mau kemana udah rapi begini?" tanya Mama Anita yang baru saja keluar kamar mendengar suara teriakan Bella.
"Mau hang out sama Tiara, Bella pergi dulu ya Ma" kata Bella mencium pipi Mamanya sebelum pergi.
"Kirain kamu nggak sibuk, Sebenarnya Mama mau ajak kamu ketemu sama temen Mama" kata Mama Anita lagi.
"Lain kali aja ya, Bella udah telat nih, Bye Mama"
****
Bella dan Tiara langsung meluncur ke alun alun setelah sebelumnya Bella menjemputnya dulu. Sedangkan Karin sudah lebih dulu kesana karena rumahnya cukup dekat dengan lokasi bazar. Jadi dia memutuskan menunggu saja disana. Setelah perjalanan sekitar tiga puluh menit, akhirnya Bella dan Tiara sampai. Ternyata Karin sudah menunggu kedua sahabatnya itu di pintu masuk. Jadi mereka tak perlu berputar untuk menemukan satu sama lainnya.
Disana sangat ramai sekali. Baik kalangan muda dan tua saling bebaur menjadi satu. Acara seperti ini memang sering di gelar satu tahun sekali. Meskipun cuaca cukup tak menghalangi para warga untuk menyerbu barang dagangan bazar. Bella sendiri begitu antusias melihat aneka makanan yang berjejer rapi di stand stand yang ada. Rasanya perut Bella langsung keroncongan.
"Rame banget! Gue sampai bingung mau kemana dulu" celetuk Tiara yang melihat orang berdesak desak an.
"Kita cari rujak dulu yuk, dari tadi pagi gue pengen banget nih" kata Bella yang ternyata masih menginginkan makanan khas Jawa timur itu.
"Rujak? Aneh aneh aja Lo" sahut Karin heran dengan keinginan Bella.
"Apanya yang aneh, Udah yuk langsung kita eksekusi" Bella menarik tangan kedua sahabatnya untuk mencari yang dia inginkan.
Selain makanan khas daerah. Disana juga banyak berbagai lukisan, Baju dan yang lainnya. Mungkin acara ini bisa di sebut sebagai pasar raya karena dilihat dari begitu banyaknya pedagang yang tumpah ruah disana. Setelah berputar di berbagai pedagang akhirnya Bella mendapatkan macam macam makanan.
"Gila bel, ini banyak banget Lo yakin habisin semuanya" Karin begitu heran melihat banyaknya makanan yang di beli Bella. Selain rujak, Bella juga membeli batagor, siomay, makanan Padang dan macam macam cemilan.
"Kenapa nggak?" Bella membuka bungkusan pertama yang berisikan rujak. Mencium harum bumbu yang bercampur buah buahan membuat Bella tak sabar mencipinya. "Ah.. Ini enak banget, Lo mau..." kata Bella menatap kedua sahabatnya yang masih memasang wajah herannya.
"Nggak... Habisin Lo aja, Lo nggak makan berapa hari sih" kata Tiara menggelengkan kepalanya melihat rakusnya Bella.
"Makan Lo banyak tapi gue rasa kok Lo malah kurusan ya" kata Karin memperhatikan tubuh Bella yang ia pikir semakin kurus saja.
"Emang iya apa? Gue nggak pernah nimbang" kata Bella mengerutkan dahinya berfikir kapan terakhir kali dirinya menimbang berat badan.
"Berat badan kita kan hampir sama an, tapi kayaknya gue juga turun soalnya lagi lampu merah." Kata Tiara lagi.
"Mungkin itu juga yang buat Bella kurusan. Bukannya Lo berdua selalu barengan ya kalau lagi dapet" Sahut Karin merasa mungkin itu bisa terjadi.
"Emang Lo udah dapet hari ini?" tanya Bella mendadak nafsu makannya hilang, dalam hati dia sedikit takut memikirkan sesuatu yang tak dia inginkan.
"Dari dua hari lalu malah, Lo juga udahkan? Kita selalu barengan" kata Tiara semakin membuat Bella was was.
"Ehm,..Iya!" Sahut Bella dengan ragu, dia mengingat ingat kapan terakhir kali menstruasi. Dan ternyata sudah tiga bulan ini dia tak mendapatkan tamu bulanan. Bella pikir itu karena dia kecapekan membuat jadwal haidnya tak teratur.
"Nggak! Nggak Mungkin gue Hamil" batin Bella berkecamuk.
*****
Please tinggalkan jejak ya kakak!
HAPPY READING