
Pulau Bali adalah primadona wisata Indonesia yang sudah terkenal di seluruh dunia. Selain terkenal dengan keindahan alam dan pantainya. Bali juga terkenal kesenian dan budayanya yang unik dan menarik. Tak heran jika Bali sangat cocok untuk menjadi tempat wisata dan tempat honeymoon yang paling di gemari.
Bella tampak begitu senang saat dia sampai di Bali. Apalagi ia menginap di Villa Four Season yang memiliki kamar tidur menghadap langsung ke laut. Jadi begitu bangun, Ia bisa langsung melihat pemandangan yang indah. Di sana juga ada kolam renang yang semakin memperindah pemandangan.
"Sayang, Disini bagus sekali" ujar Bella menghirup bau khas pantai. Angin semilir yang sejuk membuat Bella merasa sangat nyaman.
"Ya. Apa kita pindah disini saja?" sahut Axel merengkuh tubuh istrinya dari belakang.
"Memangnya bisa?" kata Bella melirik wajah suaminya.
"Sesuai kemauan mu Nyonya" kata Axel sekena nya.
"Kalau kita pindah kesini, lalu bagaimana pekerjaanmu?" tanya Bella mengerutkan dahinya.
"Ya nggak usah kerja. Disini aja berdua. Bukankah kau senang" kata Axel terkekeh kecil mendengar ucapannya.
"Ck, Kalau tidak kerja mau makan apa? Pakai daun?" cibir Bella.
"Aku pikir hal itu romantis" kata Axel lagi dan langsung mendapatkan pukulan ditangannya.
"Apanya yang romantis" Bella berdecak mendengar jawaban absurt suaminya.
"Mau lihat pantai kapan?" tanya Axel seraya mengeratkan pelukannya.
"Sekarang boleh?" kata Bella langsung antusias.
"Tidak" sahut Axel membuat Bella langsung cemberut.
"Kenapa tidak boleh, Ayo dong sayang. Aku pengen banget lihat pantai" kata Bella merengek manja dan menatap Axel penuh harap.
"Tidak sekarang Nyonya. Cuaca masih sangat panas. Kita kesana nanti sore saja" Kata Axel yang memang melihat cuaca siang itu begitu panas.
"Tapi aku maunya sekarang" Bella kembali merengek.
"Tidak. Kau juga pasti lelah dan harus istirahat" kata Axel lagi menarik lembut tangan Bella dan membawanya masuk.
"Kau yakin menyuruhku istirahat" kata Bella sedikit mencibir suaminya yang kini sedang melepas jas dan kemejanya hingga bertelanjang dada.
Axel hanya tersenyum, ia lalu memeluk lagi tubuh Bella kembali. Keduanya saling menatap dalam, tanpa kata mereka menyatukan bibir mereka dan saling berbagi liur bersama. Bella memejamkan matanya merasakan ciumannya bersama Axel yang membuat tubuhnya seperti terbakar. Apalagi tangan Axel yang mer*mas bokongnya membuat ia semakin bersemangat dan ikut meraba tubuh suaminya.
Axel menghentikan ciumannya dan tersenyum dengan nafas terengah-engah. "Kau sudah sangat siap, Babe" bisik Axel melihat wajah Bella yang begitu sexy dengan bibir membengkak karena ulahnya.
"Tapi tidak sekarang sayang, Kita harus istirahat. Simpan saja tenaga mu nanti malam" kata Axel memberi kecupan kecil di pipi Bella lalu mengajaknya untuk tidur. Karena tubuhnya sendiri begitu lelah, apalagi Bella yang belakangan ini begitu sibuk dan kurang istirahat.
Bella tak menjawab, sebenarnya ia ingin kembali melanjutkannya. Terlalu tanggung rasanya jika seperti ini, tapi Bella tentu gengsi ingin meminta lebih.
"Selamat tidur, istriku" kata Axel mengecup lembut kening Bella dan memeluk tubuh istrinya erat.
"Selamat tidur, Hubby" sahut Bella ikut mengeratkan pelukannya.
"Apa?" Axel sedikit mengerutkan dahi mendengar panggilan Bella padanya.
"Hubby" kata Bella berucap dengan jelas. "Aku ingin memanggil mu itu, boleh kan?" kata Bella seraya mengelus lembut dada bidang suaminya.
"Apa sih yang tidak boleh untuk Nyonya ku satu ini" kata Axel setuju saja. Matanya terpejam saat tangan Bella menyentuh dadanya. Ia segera menangkap tangan itu. "Jangan menggodaku, atau aku tidak akan membiarkan mu tidur" kata Axel menahan dirinya.
Bella terdiam menatap wajah suaminya yang terlihat sekali sedang menahan gairahnya. Bella tersenyum usil, ia lalu berguling hingga berada di atas tubuh Axel yang kaget akan tingkahnya. Ia lalu menunduk dan berbisik.
"Bagaimana kalau aku juga menginginkannya?" ucapnya sengaja menghembuskan nafasnya membuat Axel memejamkan matanya.
"As you wish Nyonya" kata Axel membalikkan tubuhnya dan menindih kembali tubuh Bella.
Ia langsung mencium bibir wanitanya dengan ganas, Ia menekan tangan Bella dengan kedua tangannya dan meletakkannya di atas kepala. Bella memejamkan matanya menikmati serangan suaminya. Ia memang sudah salah membangunkan singa tidur.
*****
"By...Ayo cepet nanti keburu hilang sunset nya" Bella tak henti mengomel karena hari sudah sore tapi Axel masih belum selesai mandi.
"Kau lupa ini gara-gara siapa?" sahut Axel seraya memakai celana dan bajunya.
Bella tak menyahut karena dia juga salah karena menggoda Axel sampai lupa waktu sampai kelelahan dan tidur sampai sore. Pandangannya lalu beralih pada Axel yang sudah siap pergi.
Sore itu Axel menggunakan kemeja putih yang dua kancingnya terbuka menampakan dadanya yang bidang. Lalu rambutnya yang biasa tersisir rapi dibiarkan begitu saja membuat sebagian jatuh di dahinya. Ditambah kaca mata hitam yang semakin menambah tingkat ketampanan pria itu.
"Ayo, Mau ngelihatin aku terus atau lihat sunset?" kata Axel yang melihatnya tanpa berkedip.
"Ha? Ya, kita pergi sekarang" kata Bella salah tingkah karena ketahuan menatap Axel.
Axel tersenyum melihat wajah Bella yang memerah. Ia menggenggam tangan wanitanya dan mengajaknya keluar untuk menikmati pemandangan sunset di pantai jimbaran yang dekat dengan Villa mereka menginap.
"By! Kau serius kita naik sepeda?" tanya Bella sedikit kaget saat Axel mengajaknya naik sepeda.
"Ya. Apakah Nyonya mau naik sepeda ini bersamaku?" kata Axel sudah siap dengan sepedanya.
"Tentu saja aku mau. Mau naik apapun, asalkan kau supirnya, Aku pasti ikut" kata Bella tertawa renyah dan menaiki boncengan sepedanya. Ia melingkarkan tangannya di pinggang suaminya.
"Sudah siap?" tanya Axel.
"Siap" kata Bella langsung.
"Oke, Kita let's go" kata Axel dengan semangat mengayuh sepedanya.
Bella sedikit tersenyum melihat Axel yang begitu semangat. Kesenangannya semakin bertambah saat melihat pemandangan sunset di sore hari dengan Axel yang selalu menggenggam tangannya.
Bella menyandarkan kepalanya di bahu suaminya yang langsung merengkuh tubuhnya. Hidup begini saja sudah indah.
*****
Setelah melihat sunset, Axel mengajak Bella makan di kafe dekat pantai karena perut mereka belum terisi apapun sejak tadi.
"Disini benar-benar indah By" kata Bella menikmati makan malam ditemani semilir angin pantai yang sejuk.
"Iya. Kita akan sering-sering kesini nanti" kata Axel menanggapi sekenanya.
"Benarkah?"
"Ya, Apa kau tidak percaya? Percayalah" kata Axel menatap Bella dengan tatapan seriusnya.
"Kau ingin aku percaya padamu?" kata Bella balas menatap tatapan suaminya.
"Tentu"
"Kalau begitu, Kau harus nyanyi dipanggung itu baru akan percaya" kata Bella tersenyum jahil.
"Apa? Bella, Apa kau serius? Aku tidak bisa bernyanyi" kata Axel sedikit kaget dengan permintaan istrinya.
"Bisa, Semua orang bisa bernyanyi. Ayolah By, Katanya kau mencintaiku" kata Bella dengan gayanya yang manja.
"Aku memang mencintaimu, Tapi untuk menyanyi, Aku benar-benar tidak bisa. Yang lain saja" kata Axel menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Pokoknya aku mau kau bernyanyi sekarang, Kalau tidak mau yasudah. Kita pulang saja" kata Bella berpura-pura ngambek. Jika begini, biasanya Axel akan luluh.
Happy Reading
Tbc