
Sinar matahari tampak sudah meninggi membuat cahaya cerah menerpa wajah seorang pria yang masih asyik bergelung dengan selimut tebalnya. Pria itu tak lain adalah Axel yang masih enggan membuka matanya. Kepalanya terasa berat dan tubuhnya terasa lelah karena efek alkohol semalam.
Tapi anehnya dia merasa sangat puas pagi ini. Axel membuka matanya yang sebenarnya masih terasa lengket. Dia sedikit mengerutkan dahinya karena cahaya sang Surya yang terasa menyilaukannya.
"Baby, kau sudah bangun"
Suara seorang wanita yang keluar dari kamar mandi terdengar menyapa membuat Axel menoleh ke asal suara. Dia sedikit bingung menatap wanita yang sudah terlihat rapi, siapa wanita itu? kenapa ada disini? pikirnya.
"Siapa kau?" tanya Axel dengan wajah bingungnya, pikirannya belum utuh sempurna.
"Ah Baby, kau melupakanku lagi" ucap Wanita itu seraya berjalan mendekat kearahnya. "Tapi No problem, semalam kau begitu hebat, aku sangat puas dengan permainanmu, ya walaupun kau terus menyebut namaku Bella, tapi aku menyukainya" Wanita itu mengelus lembut wajah Axel yang terlihat imut saat bangun tidur.
Mata Axel membesar mendengar ucapan wanita itu. Ya dia ingat semalam dia baru saja mabuk berat karena merasa marah pada orang tuanya. Dan setelah itu dia tak ingat apapun lagi, dia hanya ingat semalam dia merasa telah bercinta dengan begitu panas dengan Bella. Wanita yang belakangan menganggu pikirannya itu. Dia pikir itu hanya mimpi? Jadi dia benar-benar melakukannya dengan wanita lain?
"Sial, Wanita itu, kenapa selalu saja memenuhi otakku" umpatnya kesal.
"Baby, kau tak mendengarkanku ya" Perkataan wanita itu membuat Axel membuyarkan lamunannya.
"Sebaiknya kau pergi, kirimkan saja nomor rekeningmu, asistenku akan mentransfer bayaran atas kerjamu" ucap Axel dengan dingin.
"Tak perlu repot, karena aku juga menyukainya" kata Wanita itu kembali mengelus dadanya tapi Axel segera menepisnya.
Sungguh dalam keadaan sadar seperti ini ia sama sekali tak Sudi di sentuh wanita manapun. "Singkirkan tanganmu, anggap saja aku memberimu bonus, dan kau bisa pergi dari sini" usirnya dengan nada pedasnya.
"Kau mengusirku? Padahal aku masih ada waktu sebelum aku bekerja, bagaimana kalau Quickie?" tawar wanita merasa tak rela jika melepaskan pria tampan dan gagah seperti Axel.
Axel mendengus mendengar ucapan wanita itu. "Apa kau tak bisa mengerti perkataan manusia? Aku sudah tidak mau menyentuhmu lagi, dan cepat pergi dari sini, aku sungguh muak melihat wajahmu" kata Axel dengan ketusnya untuk membuat wanita ja*ang itu pergi.
Wajah wanita itu terlihat memerah menahan emosi. Dia merasa di permalukan oleh Axel. Berani sekali pria itu menolaknya, selama ini semua pria begitu mendambakannya, tapi pria itu.
"Kenapa kau masih disini? Apa kau tuli? Apa aku perlu menyeretmu untuk keluar dari sini? Tapi aku rasa kau masih punya kaki yang sangat kau tau fungsinya itu apa" Axel si mulut pedas Kembali beraksi karena melihat wanita itu hanya diam saja.
Dengan menahan kesal wanita itu pun beranjak pergi meninggalkan Axel yang hanya menatap datar kepergiannya itu. Terdengar pintu dibanting dengan keras menandakan dia tengah kesal. Axel hanya menghela nafas panjang, melihat apa yang terjadi dengannya hari ini.
Axel lalu turun dari kasur dan memunguti pakaian miliknya yang berceceran di lantai. Hari ini hari Sabtu jadi dia tak ada jadwal ke kantor, jadi dia punya sedikit waktu lenggang untuk bersantai.
****
Hari ini juga menjadi hari santai bagi Bella karena dirinya juga libur sekolah. Dia mengisi hari liburnya dengan berbelanja bersama kedua sahabatnya. Apalagi kedua orang tuanya sedang berkunjung ke salah satu pabriknya yang berada di Bandung. Jadi daripada Bella dirumah sendiri dan akan membuat hatinya mengaharu biru, jadi dia putuskan untuk berbelanja.
"Lo kemana aja sih? Lama banget nyampeknya , kita tuh udah nunggu Lo hampir sejam tau nggak" semprot Karin yang tampak begitu kesal karena menunggu kedatangannya.
"Iya nih, makanan kita Sampek dingin gara-gara Lo" sahut Tiara tak kalah kesalnya.
"So sorry babe, Lo kan tau gimana macetnya Jakardah " Bella hanya menyengir tanpa dosa mendengar gerutuan sahabatnya.
"Alah alesan lo, Lo pasti kelamaan dandan makanya telat datengnya"
"Hehe iya iya gue minta maaf, yaudah deh daripada kita berdebat mendingan kita cus langsung belanja, cari barang promo dong" kata Bella dengan semangat.
"Oke, tapi sebagai ganti atas ketelatan Lo, Lo harus beliin kita album baru KPop" Kata Tiara menaik turunkan alisnya.
"Dasar, perhitungan Lo, cuma telat dikit doang juga" Bella mendengus melihat aksi malak sahabatnya.
"Haha gue bercanda kali, Yuk lah kita cus, gue mau cari gaun buat pertunangan kakak gue" kata Tiara lagi.
"Kakak Lo tunangan? Kakak siapa?" tanya Bella dengan wajah ingin taunya.
"Ya kak Jofan dong Bella, gimana sih mask Lo lupa" sahut Tiara menatap Bella aneh..
"Ya gue tau kakak Lo Jofan, emang dia mau tunangan? Kapan? Lo kok nggak ngasih tau gue sih" kata Bella yang memang tau tau tentang hal ini.
"Eh, emang Lo belum gue kasih tau ya?" kata Tiara dengan wajah berfikirnya.
"Kayak e belum deh Ra, waktu Lo ngasih tau gue waktu itu kan Bella nggak masuk karena habis putus dari Dio" ceplos Karin membuat Bella melirik malas.
"Perlu banget ya Lo ngejabarain alesan gue nggak masuk" Bella mendengus sebal.
"Kan kenyataannya gitu" kata Karin lagi dengan nada mengejeknya.
"Terserah deh, jadi intinya Lo berdua sekarang mau nyari gaun buat pesta tunangan kak Jofan?" tanya Bella dibalas anggukan keduanya.
"Lo juga harus nyari dong, Lo kan juga gue undang" Tiara yang memang mengundang kedua sahabatnya itu.
"Seriusan gue di undang?"
"Ya serius dong Bella, udah deh jangan banyak bacot, pokok nya gue harus tampil kece di acara kak Jofan besok" Sahut Karin seraya mengembangkan senyum manisnya.
"Idih yang mau cari perhatian" Tiara menatap geli pada Karin.
"Biarin aja, tapi Lo yakin dia bakal dateng" Karin perlu bertanya untuk memastikan orang yang di incarnya datang di pesta itu.
"Yakinlah, Mereka itu udah sahabat Deket jadi nggak mungkin dia nggak Dateng" sahut Tiara menangkan hati Karin.
"Siapa sih yang kalian bahas? Gebetan barunya Karin yah, widih ada yang mau melepas gelar jomblo nih" Bella ikut menyahut karena merasa penasaran dengan obrolan kedua sahabatnya.
"Haha belum belum, masih ontheway jadi gebetan gue" mata Karin berbinar penuh harap.
*****
TBC