MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Bakti Sosial



Sudah dua bulan sejak kejadian di pertunangan Jofan waktu itu. Bella tak pernah sekalipun bertemu dengan Axel. Aktivitas yang cukup padat membuat Bella melupakan masalah itu sejenak. Karena Bella sudah kelas tiga SMA, jadi bulan ini dia sudah memasuki masa ujian praktek. Beberapa bulan sebelumnya sudah ada bimbingan dari pihak sekolah. Dia selalu pulang disaat sore dan langsung tertidur karena lelah.


Tapi entah kenapa hari ini Bella merasa tubuhnya begitu lemas. Mulutnya pun terasa pahit dan tak berselera makan. Tak biasanya dia seperti ini. Sejak pulang sekolah pukul empat sore tadi, Bella sama sekali belum beranjak dari kasurnya. Bahkan dia masih mengenakan seragam sekolahnya.


"Bella, kamu nggak bangun dulu, udah mau magrib nih" Mama Anita baru saja datang hendak membangunkan anaknya karena Bella tak kelihatan sama sekali dari tadi.


"Aduh Ma, Bella capek banget nih" sahut Bella masih enggan membuka matanya.


"Kenapa? Kamu sakit?" Mama Anita menyentuh kening anaknya. "Nggak panas ini, Kamu mandi dulu gih biar lebih seger, habis itu makan"


"Mama masak apa hari ini?" Dengan tenaga yang tersisa Bella mencoba bangun dari tidurnya. Kepalanya terasa berat, tapi perutnya juga lapar.


"Udah yang penting kamu mandi dulu, makanan aja yang di pikirin" Mama Anita menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya.


"Yaudah deh, Bella mandi dulu" dengan bermalas-malasan Bella menyeret kakinya untuk ke kamar mandi. "Oh ya Ma, besok Bella ada acara sekolah di Bogor, Bella lupa izin sama Mama" kata Bella yang baru teringat hal itu.


"Acara apa sayang?" tanya Mama Anita.


"Bakti sosial Ma, Mama kan tau Disana baru aja kena banjir dan tanah longsor, Sekolah udah Galang dana dan besok Bella yang jadi wakilnya ke Bogor"


"Kamu sama siapa aja? Nggak sendirian kan?" Mama Anita perlu memperjelas semuanya, merasa khawatir jika anaknya tak ada yang menjaga.


"Mama tenang aja, besok ada sekitar sepuluh orang yang Dateng" kata Bella membuat Mama Anita lega. "Oh ya Ma, Bella boleh nggak bawa mobil sendiri?" pinta Bella penuh harap.


"Emang nggak kalian nggak rombongan apa?"


"Iya, tapi Bella mau naik mobil sendiri, nanti sama Karin dan Tiara kok, boleh ya Ma" Bella menatap Mamanya dengan penuh harap. Karena alasan yang sebenarnya adalah, dia tidak mau satu mobil dengan Dio yang kebetulan juga ikut acara itu. Dia terpilih menjadi perwakilan kelasnya.


"Mama tanya Papa kamu dulu" Jawaban Mama Anita membuat Bella lemas, bertanya sama Papanya?.


"Sama aja bohong kalau gitu"


****


Dan apa yang di katakan Bella sepenuhnya benar. Bella tak di ijizkan menaiki mobilnya sendiri. Sudah berbagai alasan dia gunakan untuk membujuk Papanya. Tapi tak mengubah keputusannya barang sedikitpun. Bahkan kini Bella di antar supir pribadi Papanya karena terlalu banyak membantah. Tapi tak apalah, daripada satu mobil sama Dio.


Pukul tujuh pagi mereka semua berkumpul di depan sekolah. Mereka sudah memasukan barang bawaan mereka yang berupa beberapa bahan pokok seperti beras, telur dan mie instan kedalam mobil Rio perwakilan dari kelas IPS 1. Karena mobil Rio penuh, akhirnya hanya bisa di naiki dua orang Rio dan Freya yang memang satu kelas. Sisanya akan naik di mobil Dio yang hanya muat lima orang.


"Gini aja, Dian, Angga, Sania sama Riko naik di mobil Dio, Biar Karin sama Tiara ikut mobil gue, soalnya mobil gue juga penuh sama baju-baju bekas gue yang mau gue sumbangin juga" kata Bella merasa cukup beruntung karena tak harus satu mobil sama Dio.


"Gimana? Lo setujukan?" tanya Bella pada teman-temannya.


"Terserah gimana baiknya aja, Dio sendiri gimana? Dia kan yang punya mobil" sahut Sania merasa perlu bertanya pada Dio yang sejak tadi diam saja.


Bella beralih menatap Dio yang ternyata sejak tadi menatapnya. Bella mengangkat alisnya sebagai tanda tanya.


"No problem" Jawab Dio datar saja tapi wajahnya terlihat tak bersahabat karena merasa Bella sengaja menghindarinya.


"Oke bagus, kita langsung otw guys"


Bella langsung tak membuang waktunya. Dia segera naik kemobil di ikuti yang lainnya. Sepanjang perjalananan Bella asyik mengobrol dengan kedua sahabatnya.


"Kejam banget Lo Bel, Lo nggak lihat tadi muka Dio kayak bete gitu" Tiara merasa kasihan namun wajahnya terkikik geli membayangkan muka Dio.


"Biarin aja, Lagian gue udah nggak ada hubungan apapun sama dia, jadi terserah gue mau apa" Bella menjawab acuh tak acuh.


"Boleh, kayaknya seru tuh, pas banget gue bawa supir, jadi bokap nggak bakal khawatir" Bella antusias dengan ide Karin.


"Iya, sekalian kita Healing Guys, Lihat buku pelajaran Mulu bosen gue" kata Karin lagi.


Perjalanan dari Jakarta ke Bogor hanya memakan waktu satu jam . Tapi karena lokasi yang akan di tuju termasuk daerah pedalaman, jadi memutuhkan waktu sedikit lama. Pukul delapan tiga puluh mereka tiba di lokasi camp tempat penduduk mengungsi. Disana sudah banyak orang yang berlalu lalang dengan aktivitasnya.


Bella dan yang lainnya segera dibantu oleh beberapa petugas yang sepertinya relawan untuk menurunkan bawaan mereka. Setelah itu Bella yang lainnya di arahkan untuk menemui para korban yang terdampak bencana alam. Mereka tidak membagikan bantuan itu secara langsung, karena sudah ada petugas yang akan membagikannya.


Setelah serah terima bantuan pokok dari pihak sekolah. Bella mengeluarkan satu amplop yang cukup tebal. Amplop itu berisikan uang Sisa dari pembelian bahan batuan lainnya.


"Terimakasih adik-adik, semoga bantuan i bisa bermanfaat untuk warga yang ada disini. Dan juga semogaa adik adik diberikan rejeki yang melimpah dah juga sehat" Ucapan kepala panita mewakili warga yang ada disana.


"Amin" sahut Bella dan yang lainnya.


Setelah itu mereka mendatangi beberapa korban bercanda alam yang tampak sedang duduk dan ada juga yang berbaring. Dari wajah mereka terlihat kesedihan dan juga kepasrahan melihat harta benda mereka tertimbun longsor dan banjir. Bella dan yang lainnya berpencar untuk sekedar menyapa dan ada juga yang memberikan sedikit uang.


Bella sendiri kini mendatangi seorang nenek tua tampak melamun di pojok depan pengungsian.


"Nenek sedang apa?" tanya Bella yang sedari tadi sedikit penasaran karena melihat nenek ini tak berkumpul dengan yang lainnya.


"Kamu siapa?" Nenek itu tampak mengerutkan wajahnya karena merasa tak mengenali Bella..


"Aku Bella nek, Dari Jakarta" kata Bella mengulurkan tangannya seraya tersenyum manis.


"Bella? Dari Jakarta? Cucu nenek ya? Kamu mau jemput nenek" ucap nenek itu tampak langsung memeluk Bella erat membuat Bella kaget.


"Ya Allah Gusti, Bella cucuku, kamu akhirnya datang, nenek kangen banget sama kamu" Bella di buat kebingungan melihat tingkah nenek itu. "Kamu udah besar? Dan kamu makin cantik" Nenek itu kini menyentuh wajah Bella.


"Maaf Nona, Apa nenek ini menggangu Nona?" seorang wanita muda tampak datang membuat Bella dan nenek itu melihatnya.


"Shena, Nenek sudah ketemu sama cucu nenek, kamu lihat kan, dia cantik sekali" ucap Nenek itu lagi seraya merangkul tubuh Bella dengan tangannya.


"Iya cantik sekali cucu nenek, Sudah ya sekarang kan sudah ketemu sama cucu nenek, jadi kita masuk dulu yuk, nenek kan belum makan" wanita itu tampak membujuk Nenek itu. dia juga menunjukan kode mata pada Bella membuat Bella paham akan kondisi nenek itu.


"Tidak mau, Aku maunya disini sama Cucuku, Kamu ini nggak lihat dia lagi hamil, Nanti pasti anaknya perempuan. Nenek lihat kamu makin cantik" ucapan Nenek itu membuat Bella kaget bukan kepalang? Hamil?.


"Nenek ini ada ada aja, Nona ini belum menikah, ayo nanti di tinggal cucunya pergi loh kalau nggak mau nurut"


Akhirnya dengan bujukan dari Shena, Nenek itu tampak mau masuk kedalam camp. "Nanti Dateng lagi ya, sama bawa anak kamu! Jangan lama-lama ke kotanya" ucap Nenek itu mengelus perut Bella sebelum pergi meninggalkannya.


"Maaf Nona, Tadi itu namanya Nenek Juni, dia mengidap gangguan karena di tinggal oleh keluarganya, selama disini dia di asuh oleh cucu angkatnya yang memang kebetulan namanya Bella, Tapi sayang sekali Bella menjadi korban tewas beberapa hari yang lalu" jelas Shena pada Bella.


Bella mengangguk mengerti, tapi dia masih terngiang-ngiang dengan perkataan nenek itu. Dia hamil? Anak perempuan?. Apa maksud perkataan nenek itu?.


*****


Mohon like dan komen nya ya kak...


Happy Reading...


TBC