MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Tatapan Terpesona



Bella mengelilingi kamar Axel untuk mengusir kebosanan yang melanda. Sudah cukup lama sejak ia datang, ia hanya berbaring seraya bermain ponsel. Tak ada yang menarik dari kamar Axel, membuat ia semakin bosan.


Bella lalu membuka satu persatu laci yang terdapat di meja samping ranjang. Lagi lagi tak ada yang menarik, hanya ada dokumen dokumen yang ia tak tau isinya. Namun di laci ke tiga, ia mendapatkan sesuatu yang cukup menarik perhatiannya.


Sebuah obat berbentuk pil yang cukup kecil berwarna putih. Jumlahnya cukup banyak. Bella mengamati obat itu, ia tak pernah melihatnya. Dan kenapa Axel mempunyai obat ini begitu banyak? Apa pria itu sedang sakit? Pikir Bella. Tapi ada yang lebih menarik dari obat itu, Sebuah figura foto yang terbalik.


Foto siapa yang ada di figura itu membuat Bella penasaran. Orang itu pasti sangat penting sampai Axel menyimpan di kamar. Bella mengambilnya, meskipun hal ini cukup lancang, Tapi dia penasaran.


"Kau sedang Apa?" Suara bass yang begitu familiar terdengar mengejutkan Bella. Hampir saja ia menjatuhkan figura yang belum sempat ia tau isinya.


"Tidak ada" jawab Bella sedikit gugup saat menyadari Axel kini menatapnya penuh selidik.


Axel terdiam sesaat. Mengamati Bella yang berpura pura tak melihat kearahnya. "Baiklah, Aku kesini ingin memberitahu jika aku akan pergi sebentar, ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan. Kau mau ikut atau tetap


"Aku ikut" Bella langsung menyahut sebelum Menyelesaikan ucapannya. Dia tentu tak ingin di tinggal sendiri di Apartemen Axel yang membosankan.


"Cepat sekali" kata Axel tersenyum sedikit karena tingkah Bella. "Baiklah, kau bersiap-siaplah dulu, aku tunggu di luar" kata Axel lagi dibalas anggukan oleh Bella.


*****


Bella membongkar seluruh koper yang ia bawa, Ia mencari gaun atau pakaian yang cocok untuk berpergian. Karena tak mungkin pergi bersama Axel yang selalu berpakaian rapi dan kinclong sedangkan ia memakai kaos oblong dengan celana jeans. Very Bad


Akhirnya ia memutuskan untuk memakai mini dress berwarna hijau tosca. Ia juga mengaplikasikan make up tipis di wajahnya dan menambah sedikit lipstik di bibir pucatnya. Bella tersenyum puas saat merasa penampilannya sudah cantik. Ia mengambil tas Sling bag miliknya dan menemui Axel yang sudah menunggunya.


"Hai, aku sudah siap" ujarnya menatap punggung Axel yang kini membelakanginya.


Axel yang tadinya masih sibuk dengan ponselnya seketika menoleh mendengar suara Bella. Axel terdiam, kali ini dia benar-benar terpana oleh kencantikan Bella yang terlihat alami Hingga membuat seorang Axel tak berkedip. Kulitnya yang putih bersih sangat cocok dengan warna hijau itu. Wajahnya yang tak di ragukan lagi dengan bibir kecil yang merah. Axel terus menatap Bella dengan tatapan terpesona membuat yang ditatap seperti itu menjadi gugup seketika, Apa ada yang salah dengan dirinya?.


"Ehm, Ada apa?" tanya Bella gugup karena terus diperhatikan Axel seperti itu.


"Ya, eh tidak. Maksudku kita akan pergi sekarang" kata Axel menjadi salah tingkah menutupi kekagumannya. Padahal sebenarnya dia ingin mengatakan kalau Bella cantik.


"Baiklah" Kata Bella mengangguk.


Axel tak menyahut, dia berjalan mendahului Bella. Begitu masuk lift ternyata ada dua orang pria muda yang ternyata ingin naik juga. Kedua pria itu memandang takjub pada Bella tanpa di tutupi membuat Axel risih. Dia segera menarik tangan Bella untuk menempatkan wanita itu dipojok Lift. Karena Axel tau jika dua pria tadi ingin mendekati Bella.


Axel juga memberikan lirikan tajam pada mereka membuat kedua pria itu sedikit takut. Namun saat lift hendak tertutup ada ibu ibu dengan tubuh yang lumayan besar masuk membuat lift sempit hingga membuat Bella terdesak. Axel dengan sigap menempatkan tangannya di sisi kiri tubuh Bella dan menjadikan punggungnya sebagai tameng supaya Bella aman.


Bella kini menatap wajah Axel yang begitu dekat dengannya. Ia tak menyangka jika pria dingin itu bisa bersikap romantis juga. Meskipun bagi orang lain hal itu biasa, tapi bagi Bella hal yang di lakukan Axel begitu manis. Pria itu merelakan tubuhnya terdesak untuk membuat dirinya nyaman.


Begitu pintu lift terbuka, Axel langsung menggenggam erat tangan Bella. Ia membiarkan semua orang tak penting itu keluar sebelum ia mengajak Bella keluar. Wajahnya masih mengeras jika melihat kedua pria yang menatap Bella penuh nafsu tadi. Rasanya ia ingin sekali mencolok mata mereka.


"Hei, tunggu" sentak Bella merasa kuwalahan mengimbangi langkah Axel yang lebar.


"Ada apa?" tanya Axel melirik Bella yang kini mengerucutkan bibirnya.


"Apa kau tak bisa berjalan lebih pelan sedikit, aku tak bisa mengikutimu" seru Bella sedikit kesal.


"Jalanku memang seperti ini dari dulu" Axel mengerutkan dahinya merasa heran, memangnya kenapa jalannya.


"Itu dulu, sekarang kau jalan bersama denganku. Langkahmu dan Langkahku tidak sama, jadi kau harus sedikit pe... " Bella tak jadi melanjutkan perkataannya merasa ucapannya terdengar nyeleneh. Dia juga cukup kesal karena Axel tak mengerti apa yang di inginkanya.


Dengan menhentakkan kakinya ia hendak berjalan mendahului Axel, tapi tangannya ditarik oleh pria itu.


"Maafkan aku, aku akan berjalan lebih pelan" kata Axel dengan suara lembut membuat Bella terasa meleleh.


"Sialan memang! Kenapa pria itu begitu mempesona"


Akhirnya Axel menuruti apa yang Bella inginkan, berjalan pelan supaya Bella tak tertinggal. Dia juga membukakan pintu mobil untuk Bella.


****


"Ehm, kita akan kemana?" tanya Bella begitu mobil yang mereka tumpangi melaju membelah kota Jakarta yang begitu macet.


"Ke Kantorku" jawab Axel singkat, ia fokus menyetir mobil.


Suasana kembali hening sampai mereka tiba di Kantor Axel. Axel cepat cepat turun dan membukakan pintu lagi untuk Bella. Sebenarnya itu tak perlu karena Bella sudah bisa membukanya sendiri.


"Lain kali tak perlu seperti itu, aku bisa sendiri" cetus Bella melirik malas pada Axel.


"Aku ingin melakukannya" sahut Axel biasa saja. "Ayo" ia hendak menggandeng tangan Bella tapi wanita itu menolaknya.


Bella sengaja menghindar, ia tak mau sampai orang orang di kantor Axel berpikiran macam macam tentang mereka. Karena bagaimanapun hubungan mereka harus tetap di sembunyikan.


"Selamat siang Tuan Axel" Hana seperti biasa langsung menyambut Axel dengan senyum manisnya, tapi dia sedikit mengernyit saat melihat Bella. Karena tak biasanya Axel membawa seorang wanita kesini.


"Siang Hana, Perkenalkan ini Bella" kata Axel menarik Bella yang sejak tadi di belakangnya untuk sedikit Maju.


Bella hampir saja memaki Axel karena sikapnya yang sembrono. Tapi ia urungkan saat mengetahui ada bawahannya disini. Ia pun akhirnya memberikan senyum manis pada wanita yang bernama Hana ini.


"Bella kak" kata Bella.


"Oh iya, Panggil nama saja, Saya Hana Nona" kata Hana merasa wanita ini pasti begitu penting bagi Axel. Tak etis jika suatu saat nanti wanita ini menjadi pendamping bosnya dan memanggilnya Kakak.


"Kalau begitu kau juga memanggilku Bella saja" Kata Bella merasa panggilan Nona untuknya tak begitu pantas.


Ternyata masih ada beberapa orang yang ada di kantor itu dan Axel memperkenalkan Bella kepada mereka semua. Dari semua orang Disana, Bella bisa menilai kalau bagi mereka Axel ini orang penting yang begitu di segani. Pembawaan pria itu juga terlihat tenang dan sangat berwibawa. Bella merasa Axel menjadi orang yang berbeda jika di kantornya.


****




Author kasih bonus foto Bella dan Axel ya..


Jangan lupa Like dan komennya..


Terimakasih...


**Happy Reading


TBC**