
Ungkapan cinta Axel benar-benar membuat Bella kaget. Bella merasa perkataan Axel hangat dan manis membuat kekesalan Bella hilang entah kemana. Tapi masih ada sesuatu yang mengganjal dihatinya.
"Tapi kita tidak mungkin bersama" kata Bella menundukkan wajahnya tak mau menatap mata Axel.
"Kenapa tidak bisa? Bella, Apa kau tidak mencintaiku?" kata Axel harus kembali menelan kekecewaan.
"Bukan masalah itu, Kau tau sendiri hubungan kita hanya sampai anak lahir. Setelah itu kau kan menceraikan ku" kata Bella benar-benar sangat berhati-hati. Ia takut ucapan Axel hanya sebatas angin segar saja.
"Stt..Jangan katakan hal itu. Karena sampai kapanpun kau akan menjadi istriku begitupun aku" kata Axel lagi ingin membuat Bella yakin jika ia memang serius.
Bella melihat keseriusan dalam perkataan Axel. Ia memberanikan diri mengangkat wajahnya, melihat wajah Axel tersenyum lembut padanya. Tak ada kebohongan dalam sorot pria itu.
"Tapi..
"Bella, tolong jangan banyak bertanya. Apakah benar kau tidak mencintaiku? Baiklah, tidak apa-apa. Biarkan aku saja yang mencintaimu kalau begitu. Mulai detik ini, besok dan selamanya kau adalah milikku" kata Axel sudah putus asa rasanya. Kenapa susah sekali meyakinkan Bella.
"Mana bisa begitu? Itu namanya pemaksaan" protes Bella sedikit tersenyum merasa wajah Axel benar-benar lucu jika sedang kesal.
"Biarkan saja, Tapi kau benar. Aku tidak pantas mendapatkan cintamu" kata Axel wajah berubah kusut berkali lipat.
"Siapa bilang kau tidak pantas. Bagaimana kalau aku juga mencintaimu?" kata Bella tak tega juga melihat wajah Axel.
"Apa kau serius Bella?" tanya Axel memastikan. Bella tersenyum mengangguk membuat Axel tersenyum lebar.
Saking senangnya ia langsung memeluk tubuh Bella sangat erat. "Terimakasih..Terimakasih sudah mencintaiku" ucap Axel memeluk erat tubuh Bella. Ia mencium kening Bella berkali-kali.
Bella cukup kaget dengan pelukan Axel ini. Tapi ia balas memeluk erat tubuh Axel. Ia menghirup dalam-dalam wangi tubuh Axel yang khas. Hati Bella menghangat rasanya hingga ingin menangis. Ternyata begini rasanya jika perasan cinta kita terbalas. Sungguh sangat menyenangkan.
"Tapi kau yakin tidak akan menceraikan ku kan?" tanya Bella ingin menenangkan hatinya.
"Sangat yakin. Lagipula mana mungkin aku menceraikan wanita secantik dirimu, bisa rugi nanti" kata Axel melepaskan pelukannya. Ia kembali menggoda Bella.
"Dasar gombal!" cetus Bella mendorong tubuhnya menjauh. Wajah tampak tersipu malu karena mendapatkan pujian dari Axel.
"Aku serius" kata Axel benar-benar serius.
"Benarkah?"
"Ya, Bella aku tidak berjanji hal yang tidak bisa aku tepati. Tapi mulai detik ini aku berjanji akan selalu ada di sampingmu. Bella, berjanjilah padaku apapun atau siapapun yang akan memisahkan kita nantinya. Tetaplah bersamaku. Aku mohon jangan pergi dariku. Tetaplah percaya padaku" kata Axel kembali menatap dalam mata Bella. Ia ingin Bella tak meragukan apapun lagi tentang dirinya.
Bella melirik Axel sebentar. Ia merasa perkataan Axel cukup gombal sekali. Tapi Bella tak menampik kalau ucapannya begitu hangat dihatinya.
"Kau ternyata pintar menggombal ya. Belajar darimana?" kata Bella dengan tawa kecilnya.
"Terserah kau percaya atau tidak" kata Axel cukup kesal karena Bella terus mengatakannya gombal.
"Aku percaya" kata Bella masih dengan tawa manisnya.
"Jadi?"
"Jadi apa?" tanya Bella bingung.
"Jadi kita sudah resmi pacaran?
"Eh, pacaran? Mana ada seperti itu, kita kan sudah menikah" kata Bella merasa perkataan Axel cukup lucu.
"Aku tidak perduli, Jadi? Yes Our No?" kata Axel menatap Bella yang hanya terdiam.
"Absolutely yes" jawaban Bella langsung membuat Axel tersenyum sumringah.
Sedetik kemudian tubuh Bella sudah melayang keatas karena Axel langsung memeluk tubuhnya dan mengangkat tubuhnya dan memutar-mutarnya seperti orang gila.
"Yes, Aku sangat mencintaimu Bella" Teriak Axel dengan begitu girangnya.
"Axel, Turunin aku! Malu dilihat orang" kata Bella sangat malu.
Ia bahkan sampai lupa kalau sekarang ini ia masih dipinggir jalan raya. Ia hanya menggelengkan kepalanya mengingat tingkah impulsif Axel yang menembaknya dipinggir jalan. Bukan ditempat indah atau restoran mewah. Tapi hal itu malah nilai tersendiri bagi Bella, baginya tak masalah di manapun tempatnya. Yang jelas ia akan selalu mengingatnya sampai kapanpun.
Axel menuruti apa yang Bella katakan. Ia juga baru sadar kalau Bella sedang hamil. Tidak seharusnya ia melakukan hal itu. Jatuh cinta memang membuat orang lupa segalanya. Keduanya saling melempar senyum penuh sayang. Tapi..
Dinn..Dinn..Dinn
Suara klakson bersahutan memekakkan telinga disusul teriakan dan makian orang-orang membuat keduanya melihatnya.
"Woi, mobil siapa nih ngehalangin jalan"
"Udah tau macet malah parkir sembarangan"
"Woi, ini dimana orangnya. An"ing*"
"Macet nih macet, malah pacaran mulu lo brengsek. Majuin mobilnya"
Din..Din..Din..
"Astaga! Axel mobilmu menghalangi jalan" kata Bella baru sadar jika mobil Axel lah yang menghalangi jalannya tadi.
"Tidak apa-apa, ayo" kata Axel menarik tangan Bella untuk digenggam. Kali ini Bella tak menolak, ia balas menggenggam erat tangan Axel.
****
"Harusnya parkir dulu mobilnya, biar nggak macet begini" kata Bella begitu mereka didalam mobil setelah mendapat cercaan dari orang-orang yang terhambat aktivitasnya tadi.
"Kalau parkir dulu, mana sempat aku mengejar mu" kata Axel datar saja.
"Ya, tapi. Eh? Ini sudah jam berapa? Aku pasti telat ke sekolah" Bella langsung tersadar kemana seharusnya tujuannya tadi. Ah! gara-gara ungkapan cinta Axel, semua jadi kacau.
Bella segera melihat jam di pergelangan tangganya yang menunjukan pukul setengah delapan. Itu artinya sudah terlambat.
"Tuh kan udah telat" kata Bella lagi.
"Itu bagus, itu artinya seharian ini kau bisa beristirahat di rumah" kata Axel malah tersenyum melihat Bella terlambat.
"Istirahat di rumah? Sungguh membosankan, apakah kau tidak ada rencana untuk membawaku kemana gitu?" kata Bella cukup kesal karena Axel malah menyuruhnya istirahat. Mereka kan baru jadian, seharusnya Axel mengajaknya kencan atau kemana lah. Dasar Axel! benar-benar tidak romantis.
"Memangnya kau ingin kemana?" Axel justru balik bertanya.
"Tidak ingin kemanapun, aku mau pulang dan istirahat seperti katamu" kata Bella dengan kesalnya. Axel ini selain tidak romantis ternyata tidak peka juga. Entah bagaimana ia bisa menyukai pria itu.
"Baiklah, aku akan mengantarmu pulang" kata Axel lagi.
Bella semakin kesal, sudah begitu saja?. "Hei, kenapa kau tidak peka sama sekali, kita kan baru pacaran. Seharusnya kita melakukan apa yang dilakukan pasangan yang baru jadian"
"Memangnya apa yang orang lakukan kalau pacaran?" Axel tau jika Bella sedang kesal. Ia malah sengaja menggodanya karena sungguh senang sekali melihat wajah merajuk Bella yang begitu imut.
"Tidak tau, Sudahlah aku sedang kesal dan tidak mau bicara padamu" kata Bella melipat tangan di atas perut menandakan kekesalannya sudah di ubun-ubun.
Axel malah tertawa melihat Bella bertingkah bak anak kecil yang tidak dibelikan permen. Dia dengan gemas mencubit pipi Bella yang tampak gembul.
"Baiklah, Baiklah. Aku akan mengajakmu berkencan hari ini"
Happy Reading
TBC