MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Kau Memang Tidak Romantis.



Sepeninggal Ibu mertuanya, Bella langsung memukul pelan dada Axel. "Ini semua gara-gara kau!" cetusnya sangat malu karena Ibu mertuanya sudah mempergoki mereka dua kali.


Axel hanya tersenyum melihat kekesalan Bella. Ia menarik tangan Bella dan menciumnya.


"Sudah biarkan saja. Ibu menyuruh kita mandi kan. Gimana kalau kita...


"Tidak mau!" sergah Bella langsung sebelum Axel menyelesaikan ucapannya. Ia berlalu untuk segera membersihkan diri karena tak ingin Ibu mertuanya menunggu lama.


"Kau ini jahat sekali, Aku kan hanya ingin mandi bersamamu. Aku berjanji tidak akan melakukan apapun" kata Axel mengekori langkah Bella.


"Kau pikir aku percaya" sahut Bella melirik malas.


"Iya. Aku kan sudah berjanji" kata Axel memasang wajah polos minta di kasihani. Apalagi matanya yang indah membuat Bella sebal.


"Baiklah. Ingat. Hanya mandi" kata Bella mau juga akhirnya. Siapa sih yang betah di tatap mata indah seperti galaxy malam itu.


"Hanya mandi" kata Axel tersenyum senang.


****


"Nanti begini ya?" ucap Axel menempelkan tubuhnya di belakang Bella. Kini keduanya sedang berada dibawah guyuran shower yang menyala.


"Iya" sahut Bella menyetujui saja apa yang di inginkan Axel daripada suaminya ini terus mengganggunya. Apalagi ia bisa merasakan sesuatu yang keras menekan pinggangnya.


"Bagaimana kalau sekarang saja?" kata Axel menggoda Bella.


"Tidak. Kau kan sudah berjanji kalau kita hanya mandi" kata Bella menepis pelan tangan Axel yang menjalari tubuhnya.


"Baiklah. Kau ini galak sekali" kata Axel akhirnya mau melepaskan Bella.


****


"Jadi begini sayang. Kemarin ibu sudah berbicara dengan Mama mu dan Ibu berpikir ingin mengadakan acara resepsi untuk pernikahan kalian. Bella tau sendiri kan, kalau dulu Ibu tidak bisa memberikan hal ini karena keadaan waktu itu." kata Tamara memulai pembicaraan setelah hampir satu jam menunggu anak menantunya mandi.


"Tapi kita sudah menikah Bu" kata Bella menatap Axel.


"Iya benar. Ibu hanya ingin mengumumkan secara resmi kepada khalayak kalau kalian memang benar-benar sudah menikah. Ibu tidak mau kalian akan menjadi bahan fitnah orang yang tidak tau tentang apa yang sebenarnya. Apalagi belakangan ini kalian sangat banyak masalah" ujar Ibu Tamara lagi.


Bella kembali menatap Axel yang juga balas menatapnya. Ia menggenggam tangan Bella untuk memberi tau kalau ia mendukung keputusan apapun yang di ambilnya.


"Baiklah" ujar Bella menyetujui. Lagipula ia juga senang karena pernikahannya di rayakan. Malah hal itu sangat bagus, agar para wanita yang selalu mengelilingi Axel tak menggangunya lagi.


Ibu Tamara tersenyum melihat keputusan menantunya. "Baiklah. Acaranya akan di adakan minggu depan dan Besok kita akan mulai fitting baju pengantin" kata Tamara membuat Bella kaget.


"Minggu depan?" ucap Bella kaget dong. Kenapa mendadak sekali.pikirnya.


"Ya, Lebih cepat lebih baik. Sebentar Ibu akan menghubungi Mama mu dulu. Dia pasti senang mendengar kabar ini" kata Tamara mengotak-otak ponselnya untuk mencari nama besannya.


"Bukankah ini terlalu cepat?" bisik Bella pada Axel.


"Biarkan saja. Lagipula hanya pesta pernikahan kan?" kata Axel santai saja. Baginya bukan masalah kapan akan diadakan acaranya itu. Yang penting kan mereka sudah menikah.


"Sayang. Ibu sudah memberi tahu Mama mu. Besok jangan lupa ya. Axel antar istrimu ke butik langganan Ibu. Ibu pamit pulang dulu" kata Tamara beranjak membuat Bella ikut berdiri dan mengantar ibu mertuanya sampai ke depan.


"Kamu harus jaga kesehatan ya sayang. Istirahat yang cukup dan jangan terlalu sering tidur malam" ujar Tamara saat memeluk Bella.


"Axel. Jangan buat istrimu terlalu capek. Awas aja kalau nanti Bella sampai sakit" ucapnya menatap serius pada anaknya. Axel hanya memasang wajah masamnya mendengar ancaman Ibunya.


Sepeninggal Ibu Tamara keduanya kembali masuk kedalam rumah.


"Oh ya Sayang. Kemarin Bram mengirimkan email padaku. Aku akan mengeceknya sebentar" kata Axel membuat Bella mengerutkan dahinya.


"Kau baru saja pulang, Kenapa langsung bekerja?" kata Bella tampak cukup kesal karena Axel malah sibuk bekerja.


"Ya. Aku sudah lama meninggalkan pekerjaan" kata Axel terdengar cuek saja.


"Ya sudah, bekerjalah sana. Sepertinya pekerjaanmu lebih penting dari pada aku. Kau sama sekali tidak romantis" kata Bella menghentakkan kakinya meluapkan rasa kesal yang mendera.


Axel menarik sudut bibirnya melihat Bella yang kesal. "Jadi kau ingin aku melakukan hal romantis? Baiklah, Aku akan menunjukkan padamu hal yang romantis" kata Axel segera menarik tangan Bella dan mengajaknya keluar.


"Eh? Kita akan kemana?" tanya Bella bingung dan kaget saat Axel membawanya pergi.


"Sudah ikut saja. Kau akan tau nanti" kata Axel membukakan pintu mobil untuk Bella.


Bella menurut saja ia juga cukup penasaran Axel akan membawanya kemana. Perjalanan mereka tidak terlalu lama, akhirnya mereka sampai di hamparan rumput yang begitu luas. Tapi bukan itu yang membuatnya kaget, melainkan kaget melihat helikopter yang ada disana. Ia juga baru tau di dekat rumah mereka ada tempat seluas itu.


"Kita akan naik itu?" tanya Bella masih kaget saat Axel menuntunnya turun dari mobil.


"Ya" jawab Axel singkat saja.


"Kenapa tidak naik mobil saja? Kita akan kemana?" tanya Bella benar-benar penasaran.


"Lihat saja nanti. Ayo" kata Axel menggenggam tangan Bella dan mengajaknya menaiki helikopter itu.


Axel memasangkan headphone untuk Bella dengan wajah seriusnya yang menawan. Bella hanya diam memperhatikan apa yang dilakukan Axel. Pria ini benar-benar tak tertebak. Tampak dingin namun sangat manis.


Axel yang sibuk memasangkan headphone, tak begitu memperhatikan Bella yang menatapnya kagum. Setelah memasangkan headphone untuk Bella, ia memasang headphone nya sendiri.


"Takut?" tanya Axel saat merasakan genggaman Bella sedikit erat.


"Sedikit. Aku baru pertama kali naik helikopter" kata Bella seadanya.


"Tenang saja. Ada aku di sampingmu" kata Axel mencium tangan Bella yang ada digenggamnya.


Bella hanya mencibir dan perlahan helikopter itu mengudara meninggalkan daratan. Bella menutup matanya saat Helikopter itu naik, Ia benar-benar takut.


"Buka matamu, Pemandangannya sangat indah" bisik Axel dengan lembut membuat Bella perlahan membuka matanya.


Dan ia langsung takjub melihat pemandangan dari atas. Benar-benar sangat indah. Mereka melakukan perjalanan cukup jauh hingga Bella melihat pepohonan yang rimbun, Lalu mereka menyeberangi lautan yang begitu luas. Tak lama helikopter itu mendarat. Bella menatap sekelilingnya yang hanya padang rumput yang luas.


"Ayo" kata Axel kembali menarik tangan Bella dan mengajaknya melalui jalan setapak yang kecil.


Bella menurut dan tak banyak bertanya. Entah kemana Axel akan mengajaknya pergi. Yang jelas ia harus sedikit menaiki tangga kecil dan saat Bella tiba disana. Ia sangat kaget melihat pemandangan yang begitu indah. Bella baru sadar jika sekarang ini mereka sedang berada disebuah bukit yang menyuguhkan pemandangan laut.


"Wow! Axel! Ini sangat indah sekali! Bagaimana kau bisa menemukan tempat ini" kata Bella menatap Axel.


Happy Reading


Tbc