
Tanpa membuang waktu, Bella langsung menarik tangan Axel untuk keluar dari rumahnya sebelum pria itu mengucapkan sepatah katapun.
"Bella, please dengerin aku ngomong dulu" ucap Axel memohon dengan suara melasnya. Dia bingung harus menghadapi sikap Bella yang langsung menyeretnya keluar.
"Nggak ada lagi yang perlu di omongin! Pembicaraan kita udah finish tadi malem" sahut Bella menghempaskan tangan Axel dengan kasar begitu mereka sampai di depan rumah.
"Masih banyak yang perlu kita omongin, Tapi sebelumnya aku mau minta maaf....
"Enough! Stop ngomong gak penting kayak gini! Bagi gue gak akan ada maaf buat pecundang kayak Lo" sentak Bella langsung memotong ucapan Axel.
Axel mengusap wajahnya dengan kasar. "Oke, aku nggak akan maksa kamu, tapi please beri aku kesempatan untuk menebus kesalahan aku bel, Biarin aku nikahin kamu" kata Axel menatap Bella dengan sungguh-sungguh. Dia benar ingin bertanggung jawab pada anak yang dikandungan Bella.
"Big No! Udah cukup omongan Lo, Mendingan Lo pergi dari sini! Gue nggak mau Sampek orang tua gue tau tentang ini" Dalam hati Bella memang merasa cemas dan takut jika pembicaraan ini sampai di dengar orang lain. Apalagi kedatangan Axel yang pasti membuat tanda tanya besar pada orang tuanya.
"Kenapa nggak? Aku bisa aja ngomong ke mereka tentang apa yang sudah terjadi antara kita" kata Axel menatap Bella dengan intens. Dalam suaranya terdapat ancaman tipis yang Bella sadari.
"Maksud Lo apa ngomong gitu? Lo ngancem gue? Sengaja biar semua orang tau" sentak Bella kesal karena ucapan Axel. Dia mendorong tubuh Axel untuk melampiaskan kekesalannya. Namun sepertinya tenaganya tak cukup kuat, karena Axel masih bergeming di tempatnya.
"Itu tergantung kamu, mau bicara baik-baik atau aku langsung...."
"Loh Bella, Kenapa malah diluar?" terdengar teguran dari Mama Anita membuat keduanya kaget. Bella menatap mamanya dengan awas, dia berfikir apakah Mamanya tadi sempat mendengar apa yang mereka bicarakan.
"Mama! Ehm.. Iya ini udah mau pulang kok" ucap Bella sedikit terbata. Dia melirik Axel dengan matanya berharap pria itu sadar kalau kehadirannya disini tak diharapkan.
"Kok cepet banget sih? Mama baru aja buatin minum, nggak mau minum dulu?"
"Nggak usah Ma, dia buru-buru banget soalnya!" Potong Bella cepat. Dia tak memberikan Axel membuka mulutnya barang sejenak. "Iya kan kak, Kak Axel hari ini banyak kerjaan, Bella mau Anter kedepan dulu ya Ma" kata Bella lagi lagi menarik tangan Axel untuk pergi darisana. Meskipun dalam hatinya sedikit mual karena memanggil pria brengsek itu dengan sebutan kakak.
Iyuh
Baginya dengan kedatangan Axel disana sudah membuat masalah baru baginya. Jadi dia harus segera mengusir pria itu cepat cepat. Axel sendiri memilih bungkam mengikuti Bella yang terus menarik tangannya menuju mobil.
"Cepet pergi dari sini sebelum kesabaran gue habis" ucap Bella menatap tajam pada Axel.
"Oke, tapi kamu harus..
"Gue tau! Sekarang gue mau Lo pergi sekarang juga" Cukup sudah cukup Bella menahan kesabarannya.
*****
Axel duduk di kursi kerja miliknya. Tangannya sedari tadi mengetuk-ketuk meja. Menandakan dirinya sedang tak sabar menunggu sesuatu. Sejak kedatangannya kerumah Bella kemarin, Wanita itu belum ada mengabarinya sama sekali. Wanita itu mengatakan akan menghubunginya jika sudah ada waktu untuk berbicara. Sedangkan dirinya menunggu dengan hati tak tenang. Dia selalu berfikir apa Bella masih mengandung anaknya ataukah dia sudah menghilangkannya.
Axel menggelengkan kepalanya, tak mungkin Bella melakukan hal itu, pikirnya. Terdengar dering ponsel berbunyi membuat Axel sedikit kaget. Dia melirik ponselnya yang tergeletak di meja. Tertera nomor tidak dikenal membuat Axel langsung mengangkatnya.
Sungguh rasanya Axel ingin mengumpat pada penelpon yang sangat tak sopan menurutnya. Siapa lagi kalau bukan Bella? Wanita itu yang bisa membuat darah Axel naik turun rasanya. Dia melirik jam tangannya yang kini menunjukan pukul 12.30 dan wanita itu mengajaknya bertemu jam 1? Sialan! Bagaimana bisa di sampai tepat waktu sedangkan dirinya hanya di beri waktu setengah jam?.
Dengan menahan jengkel, Axel mengambil jas miliknya dan segera pergi dari sana. Jarak kantor ke Caffe itu lumayan jauh, jadi Axel tak mau membuang waktunya lagi. Apalagi dengan sikap Bella yang mood moodan, Axel tak mau ambil resiko jika wanita itu pergi meninggalkannya sebelum mereka berbicara.
"Bianca! Kosongkan jadwalku hingga sore, Aku ada urusan penting" perintahnya begitu dia tiba di meja sekretarisnya itu.
"Kau mau kemana?" Tanya Bianca heran melihat Axel keluar kantor tanpa membahas pekerjaan. Karena pria itu terbiasa meeting di luar jika memang penting.
"Bukan urusanmu! Kau lakukan saja pekerjaanmu" sahut Axel dingin saja.
"Eum, Baiklah! Tapi kau pasti datang kan nanti malam?" Bianca menatap Axel dengan penuh harap.
Axel memiringkan kepalanya, berfikir memang apa yang akan di lakukannya nanti malam?. Oh ya di lupa, tadi pagi Ibunya mengatakan kalau akan ada pertemuan keluarga, Jadi maksudnya pertemuan keluarganya dan keluarga Bianca kah?. Tapi Axel tak mau memikirkan itu dulu, saat ini ada yang lebih penting dari itu. Dia segera berlalu pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan Bianca.
***
Bella menatap jam ditangannya dengan perasaan kesal. Dia sudah hampir satu jam disana tapi belum ada tanda-tanda pria itu muncul. Bahkan dia sudah menghabiskan satu gelas orange jus yang dipesannya tadi karena sudah cukup lama dia disana.
"Kemana sih tuh cowok! Awas aja nggak datang" gerutunya sebal, dia paling tak suka jika harus menunggu seperti ini. Matanya sedari tadi menatap pintu masuk, berharap pria itu segera muncul. Hampir saja dia menyerah sebelum dia melihat pria dengan setelan jas hitam berjalan kearahnya.
Pria yang tak lain adalah Axel yang baru saja datang karena jalanan yang begitu macet, apalagi dijam istirahat seperti ini. "Maaf, Udah lama nunggu?" tanya Axel jelas basa basi karena wajah Bella yang menatapnya dengan horor.
"Nggak lama kok, cuma sejam aja! Kenapa nggak sekalian besok aja datengnya" kata Bella dengan suara dibuat-buat untuk melampiaskan kesalnya.
"Kamu udah pesen makan?" tanya Axel lagi yang tak melihat makanan dimeja Bella.
"Cukup basa basi Lo, sekarang Lo omongin apa yang mau Lo omongin, waktu gue nggak banyak" Perkataan Bella yang langsung to the point membuat Axel menghela nafas.
"Oke, Sebelumnya aku mau minta maaf karena udah buat kamu kayak gini" kata Axel dengan nada pelan, Bella hanya diam namun matanya menatap Axel. "Aku tau hal ini nggak mudah buat kamu, tapi setidaknya biarin aku tanggung jawab dengan anak itu, Anak itu nggak bersalah Bel, dia darah daging kamu juga. Jadi aku mau kamu urungkan niat kamu untuk gugurin dia" kata Axel lagi, berharap Bella mau mengubah keputusannya. Dia menatap Bella yang hanya bergeming dari tadi, Raut wajahnya tak tertebak.
****
Jangan lupa tinggalkan jejak!
LIKE DAN KOMEN YA...
HAPPY READING
TBC