MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
(S2) Pertunangan Paksa.



"Aku tidak mau menikah denganmu! Kalau kau mencintai Cindy? Untuk apalagi kau menginginkanku? Sebenarnya apa tujuanmu?" kata Karin menekan giginya yang gemeltuk.


"Cinta? Ehm, Bukankah kau tau aku hanya mencintaimu?" kata Nathan memandang mata Karin yang menatapnya penuh amarah.


"Kau juga memainkan perasaanya?" kata Karin kaget mendengar ucapan Nathan.


"Kalian berdua sama-sama aku butuhkan. Tapi Kau dan Cindy berbeda. Cindy sangat mudah untuk aku taklukkan dan dia dengan sukarela membantuku mencapai tujuanku. Sedangkan kau...." kata Nathan memegang dagu Karin dan menatap keseluruhan wajah wanita itu.


"Kau gadis yang berbeda, Gayamu yang tak tertarik denganku itu membuat aku penasaran. Dan mendapatkan mu adalah tujuan pertamaku. Awalnya semua terasa mudah, tapi semenjak kau bermain api dengan Dio, kau sudah mulai melupakanku dan Dio sudah menghalangi keinginanku" kata Nathan lagi sedikit menghempaskan wajah Karin dengan kasar.


"Bagaimana bisa kau seperti ini? Dio itu adalah sepupumu dan kau juga seorang Dokter yang sudah di sumpah untuk menyelamatkan orang lain, bukan malah mencelakakannya seperti ini" kata Karin begitu emosi saat tau tujuan Nathan yang hanya ingin mendapatkannya tapi harus menggunakan cara licik seperti ini.


"Aku di sumpah untuk menyelamatkan pasienku, Tapi aku tidak pernah di sumpah untuk tidak melukai pria yang mencoba merebut calon istriku" kata Nathan dengan senyum sinisnya membuat Karin bergidik ngeri.


"Aku bukan calon istrimu! Dan aku tidak sudi menikah denganmu" kata Karin menatap Nathan penuh amarah. Ia ingin sekali menghancurkan pria ini.


"Baiklah jika itu maumu. Kau tau kan siapa yang sekarang ada di tanganku? Jika sampai kau tidak mau menikah denganku. Maka, aku pastikan Dio hanya tinggal nama. Percayalah, Dio tak punya apapun disini" kata Nathan menyeringai membuat Karin terdiam.


Karin harus memutar otaknya bagaimana caranya untuk menyelamatkan Dio. Siapa yang harus di mintai tolong.


"Setelah ini, Ayah dan Ibuku akan ke rumahmu. Dan kita juga akan kesana. Aku harap orang tuamu punya waktu untuk menemui mereka" kata Nathan.


"Untuk apa kesana?" tanya Karin bingung.


"Tentu saja untuk melamarmu calon istri, setelah ini kita akan segera bertunangan" kata Nathan mengeluarkan kotak perhiasan dari saku jasnya dan menunjukkan pada Karin.


Karin terdiam menatap kotak cincin itu, Ia mengigit bibirnya. Ternyata Nathan memang sudah merencanakan ini semua. Sial!


"Ingat Karin, Jika kau menolak. Mungkin keadaanya akan lebih parah dari ini" kata Nathan menunjukkan gambar di ponselnya pada Karin.


Karin membesarkan matanya saat melihat foto Dio yang pingsan dan terikat. Mulutnya tampak di sumpal dan meringkuk di sudut mobil. Mata Karin memanas saat melihat keadaan Dio seperti ini.


"Kau mengerti kan Sayang?" kata Nathan mengelus lembut pipi Karin namun segera di tepisnya.


Dengan sangat berat hati ia mengangguk membuat Nathan tersenyum puas. Setitik air mata langsung lolos dari sudut matanya saat memikirkan nasib Dio.


"Semoga kamu baik-baik saja" ucap Karin dalam hatinya.


Sesampainya di rumah Karin, Nathan langsung turun dan membukakan pintu untuk Karin yang hanya diam dengan wajahnya yang suram. Ia sangat enggan sekali turun dari mobil itu, matanya melirik mobil asing yang sudah ada di depan rumahnya. Apa mungkin itu mobil orang tua Nathan?


"Bisakah kau jangan memasang wajah seperti itu? Apa aku harus terus mengingatkan padamu siapa yang harus kau jaga sekarang?" kata Nathan berbisik dengan nada mengancam.


Karin melirik pria itu dengan tajam, ia benar-benar sudah membenci pria ini. Dengan gerakan kasar, ia langsung turun dari mobilnya.


Nathan tersenyum tipis lalu menarik tangan Karin untuk di genggamnya. Karin langsung menarik tangannya merasa jijik dengan Nathan.


Karin langsung masuk kedalam rumah dan melihat kedua orang tuanya tampak sudah berkumpul bersama kedua orang tua Nathan. Melihat kedatangan mereka, Ibu Nathan tampak langsung tersenyum sumringah.


"Baru saja di bicarakan, kalian sudah datang?" kata Ibu Nathan berdiri menyambut mereka.


Karin tak menyahut, perasaannya benar-benar tak tenang. Wajahnya tampak murung dan tak ikhlas. Raganya disini tapi pikirannya melayang pada Dio yang kini entah ada dimana, Bagaimana kabarnya sekarang?


"Gadis yang sangat cantik, Nathan memang pintar sekali memilih calon istri" kata Ibu Nathan tersenyum senang saat melihat calon menantunya. Terlihat sekali jika dia hanya mengandalkan fisiknya saja.


Nathan melirik Karin yang hanya diam saja, ia menggoyangkan tangannya membuat wanita itu melihatnya. Ia mengembangkan senyumnya yang manis. Karin tentu tau arti senyuman itu.


"Terima kasih" kata Karin tersenyum kaku.


"Karin, Bagaimana keadaanmu? Bukankah kau tadi mengatakan ingin menjemput temanmu?" Tanya Mama Elmira entah kenapa merasa ada yang tidak beres dengan hal ini. Karena ia bisa melihat pandangan mata anaknya yang sangat tak rela.


"Benarkah? Siapa yang akan kau jemput? Kau tidak mengatakan padaku saat menemui ku tadi, Kau malah bilang ingin segera meresmikan hubungan kita secepatnya" kata Nathan kembali melempar senyum manis yang Karin tau kalau itu hanya kamuflase saja.


Nathan hanya ingin menegasakan kalau semakin lama dia mengambil keputusan maka akan semakin lama Dio di sekap.


"Ah, Iya Ma. Aku tidak jadi menjemput temanku karena Nathan tiba-tiba melamarku..


"Dan kita ingin langsung bertunangan Tante" sambung Nathan langsung menyela membuat Karin menahan nafasnya.


"Bertunangan? Apakah ini tidak terlalu mendadak?" kata Elmira melempar pandang dengan suaminya.


"Entahlah Tante, Karin yang memintaku agar segera menikahinya makanya aku langsung meminta orang tuaku kesini" kata Nathan mere mas tangan Karin dengan kuat.


"Benar Ma, Aku ingin tunangan dengan Nathan secepatnya" kata Karin mencubit hidungnya untuk menahan agar tak menangis di hadapan semua orang.


"Jadi kau sudah setuju?" tanya Raimond Papa Karin melirik Anaknya. Ia sebenarnya juga cukup bingung kenapa tiba-tiba putrinya di lamar orang. Tapi ia juga cukup senang karena sudah mengenal Nathan cukup lama.


Karin menarik nafas sejenak sebelum mengangguk.


"Ya" ucap Karin dengan tegas. Hatinya tercabik namun demi Dio ia harus melakukan ini semua.


"Bagus sekali, Aku tidak menyangka bisa ber besanan dengan orang hebat seperi anda Tuan Raimond" kata Ayah Nathan tampak begitu puas karena anaknya akan segera menikah dengan putri konglomerat yang sudah terkenal di seluruh negeri ini.


Raimond hanya tersenyum tipis membalasnya begitupun Elmira yang benar-benar merasa ada yang tak beres. Tapi putrinya sendiri yang sudah mengatakan ini semua.


"Sebelum kemari, Kami juga sudah membeli cincin. Tadi Karin sendiri yang memilih cincinnya" kata Nathan menunjukkan kotak cincin yang memang sudah di siapkan tadi. Karin tersenyum sinis mendengar hal itu.


Happy Reading.


Tbc.