MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
The Most Beautiful Miracle



Waktu sudah menunjukan pukul 1 siang saat Axel mengantarkan Bella pulang. Ditangannya terdapat seabrek makanan yang sengaja diberikan oleh ibunya untuk cemilan Bella di rumah.


Bella sempat menolaknya dengan alasan jika terlalu banyak, tapi Ibunya itu punya cara tersendiri untuk membuat Bella menurut.


"Harusnya Lo nolak waktu nyokap Lo nyuruh ngasih ini" gerutu Bella merasa tak enak karena sudah merepotkan.


"Biarin aja, Ibu suka kok ngasih ini buat calon menantunya" kata Axel mengerlingkan matanya, bermaksud menggoda Bella.


"Ya, tapi nggak sebanyak ini juga! Gue kan jadi nggak enak ngerepotin" kata Bella mencebikkan bibirnya sebal.


Axel hanya tersenyum membalas kekesalan Bella, dia menatap jalanan yang terlihat sangat padat karena ini di jam istirahat kerja. Apalagi cuacanya cukup terik dan panas sangat terasa.


"Mau langsung pulang?" tanya Axel.


Bella terdiam sebentar. "Gue pengen meriksain kandungan gue" perkataan itu meluncur begitu saja dari mulut Bella.


"Ha?" Axel menatap Bella dengan takjub, apa dia tak salah dengar?


"Lo budek? Gue mau periksa sekarang" cetus Bella mendesis sebal membuat Axel langsung memenuhi apa yang di inginkan wanita itu.


****


Bella kini sedang duduk di ruang tunggu poli kandungan. Pandangannya menyapu sekelilingnya yang penuh dengan wajah-wajah bahagia, ada beberapa ibu ibu yang perutnya sudah membuncit, mengelusnya dengan penuh kasih sayang.


Ada juga pasangan suami istri yang tampak begitu bahagia, sang suami terus menggenggam tangan istrinya dengan erat, sesekali mengelus perut bawah istrinya yang masih rata, mungkin kedua orang itu baru saja mendapatkan kabar bahagia.


Bella tersenyum, tapi perasaannya sedikit terusik. Momen seperti itu dia akan segera merasakannya. Bella membayangkan Perutnya yang membesar dan Axel ada disampingnya mengelus perutnya. Eh! Bella mengerutkan dahinya, apa yang dia pikirkan.


"Ingin periksa kandungan juga?" tanya seorang ibu hamil disebelah Bella, dia tertarik dengan Bella yang terlihat begitu muda.


"Eh, Saya? Iya, saya akan periksa" ujar Bella sedikit kaget ibu itu mengajaknya bicara.


"Anak pertama ya?" tanya ibu itu lagi. Bella hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Aduh!" pekik ibu itu tiba tiba membuat Bella kaget.


"Kenapa?" tanya Bella kaget.


"Oh, tidak, dia hanya menendang tapi karena terlalu bersemangat, tendangannya sedikit keras" ujar ibu itu membuat Bella lega. "Ingin merasakannya" tawar ibu itu tersenyum sumringah.


"Bolehkah?"


"Tidak apa, coba saja" kata ibu itu menarik tangan Bella di perut buncitnya. Bella tak merasakan apapun, namun sedetik kemudian dia merasakan getaran kecil didalamnya.


"Hei, aku sudah mendaftar! Apa yang kau lihat" ujar Axel yang baru saja datang, dia menatap Bella yang terlihat berbicara dengan orang asing.


"Bayi ibu ini menendang" kata Bella pada Axel, senyum manisnya mengembang membuat Axel tertular akan senyuman Bella.


Bella bisa melihatnya, tapi Bella tak mau terlalu memandang mata Axel. Karena detak jantungnya selalu tak normal jika dia beradu pandang dengan mata seindah galaxy malam itu.


Tak selang beberapa lama, nama Bella di panggil untuk masuk, Bella ingin Axel menunggu di luar saja sebenarnya, tapi seingatnya tadi semua ibu hamil yang periksa di temani suami mereka.


****


Bella berbaring di ranjang setelah Dokter Evelyn (Spesialis kandungan) menanyakan beberapa hal kepadanya. Seperti.


"Apakah mengalami morning sickness"


"Masih suka pusing?"


"Kita akan melakukan pemeriksaan USG ya Nona" ujar Dokter Evelyn dengan senyum ramahnya, dia membuka baju Bella lalu mengoleskan gel khusus di perut Bella yang masih rata.


"Oh ya, suaminya juga boleh lihat loh" seloroh Dokter Evelyn yang melihat Axel berdiri agak jauh dari ranjang.


Axel mengulum senyumnya saat Dokter itu menyebut dirinya suami Bella. Ya pasti semua orang berfikir mereka sepasang suami istri yang akan memeriksakan kandungannya.


Dengan ragu Axel mendekat ke ranjang, dia tau jika Bella kini sedang menatapnya. Kegugupan tampak jelas di mata wanita itu. Axel menggenggam tangan Bella erat, seolah mengatakan kalau dia akan baik-baik saja.


"Kalian masih muda banget ya" ujar Dokter Evelyn dengan tangan yang bergerak di atas tubuh Bella. "Kalau menurut pemeriksaan USG, usia janin masuk Minggu ke 12 ini"


"Masih usia rentan keguguran, Tapi baby-nya sehat, Beratnya sudah 16gram, Panjangnya 4'5cm"


"Detak jantungnya bagus, Semuanya normal"


Dokter Evelyn terus menjelaskan tapi suaranya terasa menghilang saat Axel terpaku menatap bulatan kecil dilayar monitor. Itu adalah pemandangan yang paling menakjubkan yang pernah Axel lihat. Sebuah kehidupan baru yang telah hadir di rahim Bella. Itu adalah anaknya.


Dan Axel merasa terhempas kembali ke bumi saat Dokter Evelyn menyerahkan selembar foto hitam putih padanya. Hasil USG


****


Axel menatap selembar Poto hitam putih dengan rasa yang sulit diartikan. Antara bersalah namun juga tak menampik jika dia bahagia. Ingatannya melayang pada saat dia mengantarkan Bella pulang ke rumah wanita itu.


Mereka berdua disambut dengan wajah khawatir dan juga kelegaan. Namun ada juga tatapan menyeramkan yang seakan bisa menembus jantungnya. Tatapan mata Papa Bella seolah dia seperti pencuri yang sedang membawa kabur anaknya.


"Bella, kamu darimana saja nak? Mama khawatir banget tau kamu nggak ada di rumah" Isak Mama Tamara menyambut putri kesayangannya.


Axel sempat mendengar Bella menjawab dengan suara pelan dan bersalah. Sebelum Papa Bella menyambutnya dengan kata paling dingin dan datar yang pernah dia dengar.


Happy Reading


TBC