MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Crazy About You



Bella terbangun saat merasakan panggilan alam pagi. Ia menggeliatkan tubuhnya yang terasa pegal semua. Bella lalu melihat Axel yang tidur telungkup dengan tangan dan kaki menimpa tubuhnya. Bella berfikir kapan Axel memindahkannya ke kamar. Karena seingatnya semalam mereka bercinta di ruang kerja dengan begitu panasnya.


Keduanya saling memuaskan dan terpuaskan. Bella tersenyum tipis saat ingat wajah puas Axel jika bersamanya. Itu artinya ia bisa memuaskan pria itu kan? Meskipun ia sempat kewalahan karena hasrat suaminya yang begitu menggebu. Tangannya mengelus lembut pipi Axel beranjak untuk membersihkan diri.


****


Karena hari masih cukup pagi, Bella memutuskan untuk berendam sejenak agar tubuhnya lebih enak. Aroma lavender yang menguar membuat Bella merasa sangat rilex. Ia membilas tubuhnya saat ia rasa cukup waktunya berendam. Bella lalu keluar kamar mandi dengan handuk.


Saat ia keluar kamar mandi ia langsung terkejut hingga hampir saja berteriak saat melihat wajah Axel yang masih mengantuk ada didepannya. Tapi bukan itu saja yang membuat Bella terkejut, melainkan Axel yang tidak mengenakan apapun. Bella melirik milik Axel yang semalam dipujanya.


"Ih! Ngagetin aja! Awas, aku mau lewat" ucap Bella dengan wajah memerah karena sikap Axel yang begitu pedenya bertelanjang ria di depannya. Meskipun sudah sering melihatnya, tapi Bella merasa malu.


"Mau kemana?" suara Axel terdengar serak dan berat. Antara mengantuk dan bergairah saat melihat Bella.


"Mau ganti baju" sahut Bella seadanya.


"Siapa bilang kau boleh ganti baju"


Bella ingin lewat tapi Axel malah mendorongnya masuk kembali ke kamar mandi. "Urusan kita belum selesai" Axel menghimpit tubuh istrinya di samping wastafel.


"Urusan apa?" Bella berpura-pura tak mengerti. Padahal ia tau jelas apa yang di inginkan suaminya ini.


"Jangan pura-pura polos" kata Axel sebelum ******* bibir Bella dengan penuh nafsu.


Dalam hitungan detik Axel sudah meloloskan handuk kecil yang melilit tubuh istrinya. Tangannya pun tak tinggal diam menyentuh semua titik sensitif Bella terpancing. Axel segera menggendong tubuh Bella dan meletakkannya di atas wastafel.


"Axel" desah Bella dengan kepala mendongak keatas saat Axel mulai memainkan bagian bawahnya. Tubuhnya bergetar hebat saat Axel semakin menggila di bawah sana.


"Axel!" Bella kembali merengek saat Axel tak menyudahi aksinya. Tidak di tidak tahan jika terus seperti ini.


Axel mengecup keras milik Bella sebelum ia berdiri menatap wajah Bella yang terlihat begitu sexy. "Dari belakang" bisiknya dengan suara berat.


Bella sedikit kaget dengan permintaan Axel, namun ia tak menolak saat Axel membalikkan tubuhnya dan ia bisa menatap wajah Axel yang dipenuh gairah dari kaca didepannya.


"Ah!" Pekik Bella sedikit kaget saat Axel melakukan penyatuan. Dalam posisi seperti ini Bella merasa milik Axel begitu sesak dan penuh.


Beberapa detik kemudian de*ahan keduanya saling bersautan bersamaan gerak tubuh yang seirama. Lutut Bella terasa lemas saat sudah mendapatkan pelepasannya dua kali, tapi belum ada tanda-tanda Axel akan selesai.


"Axel, Aku capek" ucapnya merasa tak bisa lagi menahan. Keringat tampak sudah menghiasi pelipisnya yang putih.


"Sebentar lagi sayang" bisik Axel semakin mempercepat gerakannya.


Tak selang lama erangan panjang keluar dai mulutnya. Axel mendekap erat tubuh dan memberikan kecupan keras dipundak Bella hingga meninggalkan jejak merah keunguan.


Pagi itu Bella harus mandi dua kali karena ulah suaminya.


****


Bella sudah rapi dan siap untuk berangkat sekolah. Tapi wajahnya terlihat pucat dan kusut karena kurang tidur. Tubuhnya pun terasa lelah, tapi kalau tidak sekolah bisa-bisa dia di Drop out karena sering membolos.


"Sayang, Tolong pakaikan ini" Axel datang dengan membawa dasi ditangannya. Wajahnya terlihat segar, berbeda sekali dengan Bella.


"Tapi aku ingin kau yang memakaikannya" kata Axel dengan senyum yang tak bisa tolak.


"Dasar manja! Sini" kata Bella tersenyum sedikit menuruti kemauan suaminya.


Karena tubuh Bella mungil ia harus menjinjit agar bisa memakaikan dasi itu. Axel melihat hal itu tersenyum kecil dan menundukkan sedikit tubuhnya agar mempermudah Bella.


"Sepertinya aku harus minum susu agar lebih tinggi" kata Bella cemberut merasa tubuhnya begitu kecil jika bersandingan dengan Axel.


"Sudah pendek saja, aku suka" kata Axel tertawa kecil melihat wajah imut Bella.


"Apalagi kalau kau seperti semalam, aku semakin menyukainya" kata Axel lagi membuat wajah Bella memerah karena malu.


"Apaan sih, Udah selesai nih" kata Bella tersenyum puas saat melihat simpulan dasi yang dibuat begitu rapi.


"Terima kasih" bisik Axel tersenyum manis membuat Bella semakin salah tingkah.


Bella tak menyahut, dia memilih menyibukkan dirinya dengan buku-buku yang akan dibawa. Tapi Axel malah merengkuhnya dari belakang membuatnya sedikit kaget.


"Jangan mengacuhkan ku" bisik Axel entah kenapa ingin sekali bermanja-manja pada Bella.


"Tidak, Aku hanya menyiapkan buku-buku" kata Bella tak tau harus bersikap bagaimana. Tubuhnya terasa begitu kaku.


"Jangan terlalu capek, sekarang sudah ada aku. Jika ada sesuatu katakan saja padaku" kata Axel dengan lembut membuat Bella terdiam.


"Ya, Tapi bisakah kau melepaskan ku? Kita akan terlambat jika terus seperti ini" kata Bella menggelengkan kepala dengan tingkah Axel yang manja.


"Aku malas sekali ke kantor. Bagaimana kalau kita bolos saja" Axel masih enggan rasanya jika harus berpisah dengan Bella.


"Tidak mau, Aku udah sering nggak masuk. Apa kata temenku nanti. Bisa curiga mereka" Bella langsung menolak ide konyol yang Axel berikan.


"Tapi aku masih ingin berduaan denganmu" Axel memasang wajah cemberut.


Kejutan yang diberikan Bella semalam membuat Axel semakin tergila-gila padanya. Axel suka dengan sikap agresif Bella yang ingin memuaskannya. Ia merasa tak rela jika harus berpisah pada wanita itu sekarang.


Bella tertawa kecil melihat wajah Axel yang cemberut. Ia membalikan tubuhnya dan mencubit gemas pipi Axel. "Tenanglah aku tidak akan kemana-mana, Nanti sore kan ketemu lagi" ujarnya mencoba membujuk Axel yang benar-benar manja sekali.


Axel menghela nafas dan mengangguk. "Baiklah, kita akan berangkat sekarang. Tapi sebelum itu..


Axel tak melanjutkan ucapannya dan langsung ******* bibir mungil Bella dengan penuh perasaan. Bella segera menghentikan ciuman itu sebelum semakin panas, ia tidak bisa menjamin suaminya yang mesum itu mau melepaskannya nanti.


"Sudah siang, Nanti kita terlambat" ucap Bella dengan nafas terengah.


"Ya, aku akan mengantarmu" kata Axel tersenyum sedikit.


Bella mengiyakan dan keduanya pun berangkat bersama. Tak ada sarapan hari itu karena Axel tak memasak karena belum ada bahan apapun di kulkas. Saat ingin memesan makanan pun juga tak sempat karena keduanya asik menggali kenikmatan dunia di pagi hari. Tapi Axel berjanji akan mengajak Bella berbelanja nanti sore untuk kebutuhan mereka.


Happy Reading


TBC