MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Kelahiran Kedua.



"Kamu nyesel nggak?" Pertanyaan itu terlontar dari mulut Axel setelah mereka melakukan pergumulan panas di ranjang. Kini ia sedang memeluk istrinya dengan di tutupi selembar selimut.


Bella mengerutkan dahi mendengar pertanyaan suaminya. Ia mendongak menatap wajah Axel di temaramnya cahaya kamar.


"Nyesel banget...Kenapa nggak dari dulu ketemu sama kamu" kata Bella menatap mata indah suaminya.


"Mungkin...Kamu nggak akan terjatuh terlalu dalam ke hal gelap itu By..."


"Aku juga nyesel" kata Axel menghela nafas pelan. "Kenapa harus jadi brengsek dulu baru ketemu kamu..." Axel tampak menerawang jauh.


"Terima kasih" ucap Axel dengan sungguh-sungguh membuat mata Bella memanas.


"Terima kasih sudah selalu menemaniku, Terima kasih sudah menerima aku yang banyak kekurangan...Terima kasih karena sudah mencintaiku" kata Axel mencium dalam-dalam kening Bella membuat setetes air mata jatuh di pipi Bella.


"Hubby ih, Suka banget bikin aku nangis" kata Bella pura-pura kesal.


Axel hanya tersenyum lalu menangkup wajahnya hingga menghadap ke arahnya. "Aku mencintai kamu, sekarang, besok dan seterusnya"


Bella hanya mengangguk karena tak bisa menjawab perkataan Axel yang menghangatkan perasaanya. Ia kemudian memejamkan matanya menikmati ciuman lembut di bibirnya. tangannya perlahan terangkat untuk mengalungkan di leher suaminya sebelum ciuman itu semakin panas dan nafasnya semakin cepat.


"By....." desah Bella saat Axel menciumi setiap jengkal tubuhnya tanpa terkecuali membuat Bella semakin menggila.


"Sekarang ya..." kata Axel menindih tubuhnya dengan hati-hati dan menatap sendu istrinya.


Bella hanya mengangguk dan menggigit bibirnya saat Axel kembali memasukinya untuk kedua kalinya. Nafas keduanya bersatu, desa han mereka saling bersahutan memenuhi ruangan, menyalurkan perasaan yang menggebu dan semakin kuat, bermandikan peluh menikmati segala rasa yang tak terlupakan, dan akhirnya berpelukan setelah semuanya terselesaikan.


"Happy Nice Dream My Beautiful Wife" bisik Axel mencium kening Bella. Mata Bella terpejam menikmati kelembutan yang Axel berikan, namun tiba-tiba.....


"Akhkhhhh....." teriaknya saat merasakan perutnya terasa kencang dan sakit hingga menjalar ke pinggang.


"Ada apa Bella?" Axel langsung membuka matanya dan terduduk untuk melihat istrinya.


"Sakit By...Akhhhhh" Bella kembali berteriak saat rasa sakit itu kembali menyerang.


"Apa aku menyakitimu? Sayang...aku minta maaf" kata Axel merasa sangat bersalah.


"Bukan By....Kayaknya aku kontraksi" kata Bella yang merasa sakit perutnya berbeda.


"Hah???" Axel terbengong sesaat sebelum sedetik kemudian melompat turun dari ranjang.


"Aku panggil Ibu dulu" kata Axel ingin langsung berlari tapi Bella langsung menarik tangannya.


"By...pakek baju dulu" seru Bella di antara kesakitan yang mendera.


"Astaga!" Axel baru ingat kalau dia belum memakai baju. Ia langsung mengambil bajunya yang entah dia lempar kemana tadi.


"Kamu juga belum pakai baju" kata Axel mengambil baju istrinya dan membantu Bella untuk duduk.


"Sakit By..." desis Bella merintih dan mere mas lengan suaminya.


"Maaf sayang" kata Axel kini mengambil sisir dan menyisir rambut istrinya agar tak terlalu berantakan.


Kemudian ia melesat ke luar kamar dan memanggil Ibunya yang malam itu memang menginap di rumahnya.


"Kamu jangan panik! Semua udah di siapin kan? Sekarang bawa turun, Nanti biar Rendra di rumah sama Kakeknya, Ibu temenin kamu" kata Tamara saat melihat putranya yang begitu panik.


Tentu saja panik, karena ia pun masih merasa trauma dengan kelahiran Gwen dan Rendra dulu.


"Sakit By...." Bella masih merintih kesakitan saat Axel sudah menggendongnya dan membawanya di mobil.


Sepanjang perjalanan ke rumah sakit, Bella terus merintih dan menangis karena rasa sakit di pinggangnya.


"By....Sakit...."


"Iya....sabar...sayang.."


"Ini semua gara-gara kamu by" seru Bella di antara isakan tangis dan rasa sakit yang mendera.


"Iya Maafin aku yang udah hamilin kamu" kata Axel sekenanya saja. Tamara langsung melengos mendengar jawaban absrud putranya yang sedang menenangkan istrinya.


"By...Sakit...." Bella semakin mencengkram lengan Axel melampiaskan rasa sakitnya.


"Apa yang harus aku lakukan,Ibu...." Axel malah ingin ikut menangis karena melihat Bella yang sangat kesakitan. Ibu Tamara hanya melirik putranya sekilas.


"Sebentar lagi sampai.....Sayang tarik nafas perlahan....hembuskan" kata Tamara yang langsung di ikuti Bella.


Sesampainya di rumah sakit, Bella langsung di bawa ke ruang persalinan. Dia sudah pembukaan tujuh. Axel dengan setia menemani disisi istrinya, ia menunggu berjam-jam dan melihat istinya kesakitan. Dia membiarkan tangan, rambut dan badannya menjadi sasaran Bella saat rasa sakit itu datang.


"By...Sakit .." Kini Bella menggigit lengan Axel saat rasa sakit itu semakin kuat. Axel sedikit meringis karena Bella menggigitnya kuat.


"Maaf sayang" kata Axel mencium wajah Bella yang sudah basah karena menangis.


"Pembukaannya sudah lengkap, Nona Bella ikuti instruksi dari saya ya..Kalau saya bilang dorong baru mengejan...Kalau tidak jangan ya...atur nafas anda" kata Dokter Evelyn memberikan instruksinya.


Tubuh Axel langsung bergetar saat melihat istrinya yang berjuang melahirkan anaknya. Darahnya seolah berhenti dan ia tak berani menatap apa yang di lakukan dokter itu.


"Ya bagus Nona....Sedikit lagi mengejan lebih kuat ya ....kepalanya sudah terlihat....Sekarang dorong" kata Dokter Evelyn lagi.


Bella mengejan sangat keras kali ini, benar-benar dengan seluruh tenaga yang tersisa. Nyeri dan sakitnya tak lagi bisa di katakan. Hanya wajahnya yang pucat dan bibirnya yang bergetar. Dan tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi yang menggelegar di seluruh ruangan. Bella langsung lemas dan seluruh dunianya hening.


Axel tampak kaget dan bingung harus apa, melihat bayi merah berlumuran darah yang menangis keras lalu melihat Bella yang air matanya sudah turun, ia sungguh terharu mendengar suara anaknya dan perjuangan istrinya, Untung saja ia tidak pingsan.


"Terima kasih" bisiknya mencium wajah Bella yang basah karena keringat bercampur air mata. Bella mengangguk penuh keharuan, rasa sakitnya seolah tergantikan saat bisa melihat anaknya yang lahir dengan sehat.


"Tuan, Nyonya Ini Putra Anda sangat sehat...Selamat ya" Kata Dokter Evelyn mengangsurkan bayi laki-laki mon tok dengan rambut yang sangat lebat pada Axel. Wajah anak mereka sangat putih bersih.


Axel menerima anaknya dengan perasaan campur aduk, Padahal ia sudah menjadi Ayah dua anak, bertambah tiga sekarang. Tapi ia masih merasa belum terbiasa atau mungkin karena terharu.


"Sayang....Anak kita" kata Axel mendekatkan anaknya pada istrinya.


"Siapa namanya By?" tanya Bella dengan senyum namun matanya setengah basah saat bisa melihat anaknya di gendongan suaminya.


"Gabriel Arshaka De Leander, Artinya Anak yang bermurah hati dan berbakti kepada Tuhan" kata Axel menatap anaknya penuh kasih.


"Hai...Eril..Ini Mama Sayang" Kata Bella mencium wajah anaknya, Rasa sakitnya seolah hilang saat melihat anaknya yang begitu sehat.


Tapi tunggu dulu? Ia menatap lekat-lekat anaknya. "Kenapa mirip kamu By?" kata Bella setengah menggerutu karena anaknya tak lagi mirip dengannya.


"Berarti kamu belum beruntung, Harus di coba lagi sampai ada yang mirip kamu" kata Axel setengah tertawa karena menyadari jika anaknya kali ini kembali mirip dengannya. Rasanya ia sudah memiliki hidup yang sempurna.


"Ish! ogah" sungut Bella.


Happy Reading.


Tbc.