MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
(S2) Anak Wanita Simpanan.



Karin terbangun dari tidurnya saat hari masih cukup pagi, padahal semalam ia tidur cukup larut karena meladeni hasrat suaminya yang mengalir tiada henti. Wajah Karin kembali memerah saat mengingat bagaimana semalam saat Dio menyentuhnya dengan penuh pemujaan.


Pandangan Karin melembut saat menatap Dio yang masih terlelap itu. Karin menyempatkan mencium bibir Dio sebelum turun dari ranjang. Karin memilih menggunakan kemeja Dio yang entah kenapa sangat ia sukai.


Setelah memakai bajunya, ia berjalan keluar kamar untuk membuat teh, pagi-pagi begini sepertinya sangat cocok minum teh dan melihat pemandangan kota Jakarta dari jendela besar yang berada di lantai atas samping kamarnya.


Cukup lama Karin menatap pemandangan itu sebelum ia merasakan lengan kokoh memeluknya dari belakang.


"Sudah bangun?" tanya Karin melirik Dio yang menyadarkan dagu di pundaknya.


"Ya, kenapa tidak membangunkan ku" kata Dio masih terlihat mengantuk.


"Aku pikir masih terlalu pagi, Apa kau akan bekerja hari ini?" tanya Karin lagi.


"Ya, kata Angga ada beberapa hal yang harus aku urus, mungkin aku akan ke kantor sebentar nanti" kata Dio mulai menyusuri tengkuk Karin yang pagi itu terlihat sangat seksi karena menggunakan kemejanya yang kedodoran.


"Ehm...Aku juga nanti akan keluar" kata Karin mengigit bibirnya menahan godaan yang suaminya lakukan.


"Kemana?" bisik Dio kini membuka kancing kemeja itu dari atas.


"Mama ingin mengajakku melihat gedung resepsi karena waktunya tinggal beberapa hari" kata Karin kini sudah memejamkan matanya saat tangan Dio menjalari tubuhnya.


"Baiklah, nanti akan aku mengantarmu" kata Dio sudah berhasil melepaskan semua kancing kemeja itu dan membalikkan tubuh istrinya hingga menghadap ke arahnya.


"Dio..." kata Karin menatap Dio dengan mata sayunya.


"Kau memang susah di tolak" bisik Dio langsung mencium bibir istrinya dengan panas. Ia sedikit menarik tubuh itu agar semakin menempel dengan tubuhnya yang sudah bertelanjang dada.


Karin harus menjinjit untuk mengimbangi ciuman Dio yang memabukkan. Tangannya tanpa sadar ikut mera ba tubuh suaminya karena ikut kegerahan di pagi yang dingin itu. Saat Karin ingin membantu melepaskan pengait bra nya, Dio segera mencegahnya.


"Aku tidak akan membiarkan wanitaku melepaskan ini sendiri" bisik Dio dengan suara berat penuh gairah.


Dengan gerakan cepat, Dio segera membalikan tubuh Karin hingga menghadap ke jendela kaca besar itu, kemudian ia membuka pengait itu dengan giginya dan menyusuri punggung lembut istrinya dengan bibirnya yang basah.


"Dio....Stop it..." kata Karin sudah tak tahan dengan godaan suaminya.


"Sepertinya kau juga sudah siap untuk mulai lagi Nyonya" bisik Dio mengambil tangan Karin dan menyentuhkannya di kaca besar itu. Ia terus merangsek maju hingga pipi Karin menempel pada jendela.


"Dio...Jangan...Akh...." Karin tak lagi melanjutkan ucapannya karena Dio tiba-tiba memasukinya dari belakang, membuat Karin kaget karena ia merasakan milik suaminya semakin sesak dengan posisi ini.


"Dio! Bagaimana kalau ada yang lihat!"


Karin memekik saat menyadari jika orang bisa saja melihat mereka karena di luar sudah terang benderang, ia bahkan kini bisa melihat kendaraan yang sudah berlalu lalang di jalan.


"Stst .....Biarkan saja, aku tidak perduli" bisik Dio di antara nafasnya yang kian cepat dan menggerakkan tubuhnya dengan pelan lalu berubah cepat.


Karin ingin membatah tapi gelombang kenikmatan yang menggulung dirinya membuat ia melupakan segalanya. Ia hanya terus memekik dan sesekali mere mas tangan suaminya yang memegangi pinggangnya.


Pagi itu adalah pengalaman tergila yang Karin lalukan dengan Dio. Mereka bercinta begitu panas dengan menatap lalu lintas kota Jakarta yang padat merayap.


******


Istri polosnya itu memang sangat menggemaskan jika bertingkah seperti itu.


"Senyam-senyum aja sih bosku, lama-lama kayak orang gila" cetus Angga yang sejak tadi menatap aneh pada Dio.


"Namanya lagi seneng, sewot aja, Makanya nikah biar tau gimana bahagianya dunia" kata Dio mengulas senyum sombongnya.


"Santai kalau masalah itu mah" kata Angga santai jika urusan asmara.


"Baiklah, Kau bilang ada hal penting yang ingin kau sampaikan padaku" kata Dio kini berubah serius.


"Yaps, Ini tentang Cindy. Aku sudah mencari dia di rumahnya, tapi kata tetangganya dia udah pergi beberapa hari yang lalu" kata Angga yang memang sudah di perintahkan Dio untuk mencari wanita itu.


"Nggak ada info apapun dia pergi kemana?" tanya Dio merasa tak puas jika melepaskan Cindy begitu saja.


Karena bagaimanapun juga wanita itu ikut andil dalam penyekapannya waktu lalu. Tapi anehnya Nathan tidak mau menyebut nama wanita itu saat di interogasi polisi, membuat wanita itu masih bisa berkeliaran dengan bebas.


"Enggak, Tapi sampai saat ini kenapa dia juga nggak nunjukin batang hidungnya, apa dia takut karena sekarang tau kalau kau bukan orang sembarangan" kata Angga menganalisa.


"Biasa aja" kata Dio melirik Angga malas.


"Biasa aja gimana, Aku baru tau kalau kau itu anaknya sultan Kalimantan, kenapa kau harus susah-susah membangun perusahaan sendiri sedangkan Papamu punya perusahan yang besar disana" kata Angga merasa cukup heran dengan Dio yang tak pernah menunjukkan siapa Ayahnya.


"Tampang sepertimu memang tampang orang yang suka minta-minta ya ngga" kata Dio tersenyum mengejek membuat Angga mendengus kecil.


"Ya, itu tak masalahkan, toh itu juga akan menjadi milikmu nantinya" kata Angga lagi.


"Belum tentu" kata Dio membuat Angga bingung.


"Kenapa? kau juga tidak punya saudara kan? Jadi sudah pasti semua harta Om Abimanyu jatuh ke tangan mu nantinya" kata Angga tak mengerti.


Dio tersenyum sedikit sinis saat mendengar perkataan Angga. "Ya, tapi kau salah besar Angga. Aku memang tidak punya saudara kandung, tapi aku punya saudara tiri dari Papaku" kata Dio terdengar cukup menyakitkan.


"Maksudmu?"


"Kau tau maksudku"


"Apa papamu selingkuh dan memiliki anak dari wanita lain?" tanya Angga mencoba menerka.


"Sebagian benar, tapi sebagian salah. Karena disini Mamaku yang menjadi selingkuhan ngga" kata Dio miris jika mengingat kisah hidup keluarganya.


"Ha?" Angga terlihat kaget.


"Kau sudah tau sekarang? Aku hanya anak dari wanita simpanan ngga, tapi Mamaku tidak pernah salah dalam hal ini karena dia juga baru tau setahun terakhir" kata Dio tersenyum kecut.


Saat itu Dio sangat marah besar karena Papanya tega melakukan hal ini pada Mamanya. Bahkan setelah kini umurnya 23 tahun, semuanya baru terbongkar. Papanya benar-benar hebat menyembunyikan ini semua. Itulah juga alasan kenapa Mamanya kembali ke Jakarta.


Happy Reading.


Tbc.