
"Aku tidak akan membiarkan istriku mengotori tangannya sendiri. Bukankah aku sudah mengatakan kau terlalu berharga" kata Axel menatap Bella penuh perasaan membuat Naura semakin muak. "Dan untuk perempuan ini, Aku sudah menyiapkan hukuman yang pantas untuknya" kata Axel melirik Naura dengan sinis.
"Apa maksudmu?" tanya Naura berubah panik saat mendengar ucapan Axel.
"Sepertinya kau melupakan sesuatu Naura, Aku sudah memperingatkan mu sebelumnya untuk tidak masuk kedalam kehidupanku bukan? Tapi Kau sudah melewati batasmu dan menyakiti hati istriku, Memangnya kau pikir siapa dirimu sampai berani membuat istriku menangis?" kata Axel dengan tatapan tajam menusuk. Bella yang berada disampingnya hanya diam menatap suaminya.
"Aku hanya cemburu dan ingin memilikimu. Menggoda mu agar kembali bersamaku, tapi sayang sekali sepertinya tidak berhasil" kata Naura begitu kesal.
"Begitukah?, Berarti kau memang belum tau siapa aku sebenarnya" kata Axel menarik sudit bibirnya membuat Naura merasa terintimidasi.
"Bram!" teriak Axel memanggil asistennya yang sejak tadi menunggu di luar ruangan.
"Ya Tuan?" Bram langsung sigap berdiri di belakang Axel.
"Apa kau membawa yang aku minta?" ujar Axel menengadahkan tangannya. Dan Bram langsung sigap memberikan sebuah tabletnya pada Axel.
"Kau lihat Naura? Disini ada rekaman CCTV saat kau menghabiskan malam-malam mu dengan para kekasihmu. Aku tinggal memberikan ini ke media dan boom! beritanya akan meledak dan trending di negara ini selama berminggu-minggu"kata Axel menyeringai licik membuat Naura membesarkan matanya saat melihat video itu di putar.
"Axel! Apa-apaan ini, berikan itu padaku" kata Naura panik dan ingin merebut tablet itu namun Axel dengan sigap menyembunyikannya.
"Keluargamu pasti akan sangat malu bukan? Apalagi jika mereka tau kalau putrinya mengaku hamil dan meminta pertanggung jawaban dari pria yang sudah beristri. Bukankah itu sangat menarik Naura? Oh, mungkin ibumu yang seorang dosen itu akan terkena imbasnya karena ulahmu ini" kata Axel dengan senyum liciknya. Percayalah, Axel akan sangat menyeramkan jika ada yang menggangu keluarganya.
"Axel, jangan lakukan itu. Aku mohon, Aku mendapatkan pekerjaan ini dengan susah payah. Aku minta maaf Axel" kata Naura ingin menangis jika sampai karier model yang selama ini susah payah di dapatkan akan hancur begitu saja.
"Apa dengan kata maaf bisa mengembalikan air mata istriku yang sudah kau buat jatuh? Dan aku akan menghancurkan siapapun yang menggangu istri dan keluargaku, Termasuk kau!" kata Axel tak perduli dengan Naura yang menangis.
"Aku benar-benar minta maaf, Bella, tolong jangan biarkan Axel menghancurkan karierku. Aku sangat membutuhkan pekerjaan ini" kata Naura kini membuang harga dirinya dengan memohon kepada Bella.
"Kau tidak berhak berbicara pada istriku! Bram! Bawa wanita ini pergi dari sini" kata Axel langsung menahan Naura yang ingin mendekati istrinya.
Tanpa di perintah dua kali, Bram langsung menarik tangan Naura agar pergi dari sana. Naura berontak sekuat tenaga.
"Bella, tolong jangan jadi wanita yang kejam. Aku bekerja demi anakku yang sudah tidak punya ayah. Apa kau tidak kasian dengannya" kata Naura tak masih belum menyerah untuk memohon belas kasih dari Bella karena Axel tak mau menatapnya sama sekali. Ia terus berontak tidak mau di bawa keluar.
"Tunggu dulu.." Mendengar suara Bella semua perhatian jatuh kepadanya. Naura pun berhenti berontak.
"Aku akan menyuruh suamiku untuk membatalkan rencananya, tapi dengan satu Syarat..Aku ingin kau jangan pernah lagi datang menemui kami atau mencoba mendekati keluargaku" kata Bella menatap Naura serius.
"Iya..iya aku janji Bella tidak akan mengganggu kalian lagi" kata Naura sedikit lega mendengarnya.
"Kau bisa membatalkan niatmu kan By?" kata Bella menatap suaminya.
"Jika kau yang memintanya, Akan ku lakukan" kata Axel membuat Naura tak percaya, secinta itu Axel dengan istrinya sampai hanya mau mendengar ucapan istrinya.
"Kau jangan senang dulu Naura. Aku memang tidak jadi menghancurkan mu saat ini. Tapi aku ingin kau pergi sejauh mungkin dari hidupku dan tinggalkan kota ini. Jika sampai aku melihat atau bahkan berpapasan dengan mu, Kau tau sendiri akibatnya" kata Axel menggoyangkan tabletnya menegaskan kalau ia masih punya bukti.
"Axel...kau gila.. Itu sama saja bohong.. Aku harus merintis semua karierku dari nol" kata Naura tentu kaget dengan permintaan Axel.
"Itu urusanmu. Lagipula aku tidak yakin kalau wanita licik sepertimu tidak akan ingkar janji nantinya" kata Axel dingin.
"Kau benar-benar brengsek Axel!" teriak Naura begitu emosi.
"Ya memang itulah aku. Oh sebelum itu aku ingin memberikan ini padamu, Anggap saja sedekah dariku dan istriku untukmu" kata Axel mengambil cek yang memang sudah di siapkan dan menyerahkannya pada Naura.
"Kau pikir aku wanita apa!! Aku tak butuh uangmu, Uang tidak akan menyelesaikan masalah!" teriak Naura semakin meradang karena merasa terhina.
"Tapi semua masalah membutuhkan uang, Sebenarnya Masalahnya hanya satu Naura, cukupkah uang yang kau miliki untuk menyelesaikannya" kata Axel dengan gayanya yang angkuh dan menyebalkan.
"Ayolah, Aku tau kau membutuhkannya. Jika kau tidak mau aku akan me..." Axel belum selesai mengucapkan perkataannya tapi Naura dengan cepat menyambar cek dari tangan Axel dan pergi dari sana membuat Axel tersenyum sinis.
"By... Apa kau harus menyuruh Naura meniggalkan kota ini? Kau sudah punya rekaman itu kan? Aku rasa itu sudah cukup" tanya Bella tak mengerti.
"Bukankah kau sendiri yang mengatakan kalau kau tidak bisa memaafkan pengkhianatan meskipun itu sebesar pasir. Jadi, Aku tidak ingin wanita itu mejadi pasir di matamu nantinya, lebih baik dia tinggal jauh dari kita" kata Axel menatap Bella sekilas lalu mengambil jasnya yang tersampir di sofa karena ia melepaskannya tadi.
Deg
Jantung Bella seperti dihantam oleh perkataan Axel. Sebegitu memikirkannya Axel tentang perkataannya? Sekarang Apalagi yang di diragukannya dari Axel? Pria itu bahkan memberinya cinta yang begitu luas dan memberikan segalanya untuk dirinya.
Bella menatap punggung bidang suaminya yang baru selesai memakai jas. Ia langsung menghambur memeluk Axel dari belakang.
"Bella?" kata Axel kaget.
"Maafkan aku" kata Bella merasa sangat bersalah karena tak percaya pada suaminya. Axel sedikit tersenyum lalu memutar tubuhnya dan menatap Bella yang memasang wajah bersalahnya.
"Aku tidak menyalahkan mu karena hal ini. Aku hanya kecewa karena kau ternyata masih belum mempercayaiku" kata Axel berucap lembut membuat Bella semakin merasa bersalah.
"Aku ingin percaya padamu, tapi wanita itu membawa bukti dan aku benar-benar tidak bisa berpikir jernih" kata Bella tak berani menatap mata Axel.
"Dan kau lebih percaya pada Naura dari pada aku Bella?" kata Axel sedikit emosi tapi ia menahannya, tak mungkin ia melampiaskannya pada satu-satunya wanita yang membuat hatinya porak poranda.
Happy Reading.
Tbc.