MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
I'll Give You Everything.



"Sayang.....Ini apa?" Wajah Axel tiba-tiba sudah muncul di pintu dapur menunjukkan foto usg ditangannya.


"Apalagi?" tanya Bella melirik malas suaminya.


"Aku nggak ngerti" kata Axel dengan wajah mengkerut dan bingung membuat Bella sebal.


"Dasar" sungut Bella menjewer telinga Axel pelan. "Mikir itu apa" kata Bella lagi.


Axel terkekeh-kekeh memandanginya lekat-lekat dan foto usg itu bergantian. Axel kemudian tertawa sendiri lalu memijit hidungnya dan menyugar rambutnya ke belakang.


"Apa ketawa?" sungut Bella sedetik kemudian kaget saat Axel mengangkat tubuhnya tinggi-tinggi dan memutarnya.


"Hubby!" Bella setengah berteriak dan kembali menjewer telinga Axel. "Turunin" serunya merasa pusing karena Axel memutar- mutar tubuhnya.


Axel tertawa dan menatap Bella. "Kamu hamil lagi?" tanyanya dengan raut penasaran.


"Menurutmu" cibirnya sebal.


"Yes?" Axel masih menunggu jawaban darinya.


Dengan wajah tersipu, Bella mengangguk membuat Axel kembali memutar-mutar tubuhnya.


"By!! Pusing ih! Turunin" kata Bella memukuli bahu suaminya karena kesal. Begitu menginjak lantai, ia langsung kembali menjewer telinga Axel yang sekarang menjadi adalan nya akhir-akhir ini.


"Berarti semalem ke dokter?" tanya Axel menangkup pipi Bella dan menatapnya.


"Iya" kata Bella tersenyum.


"Kenapa nggak ngajak aku?" Wajah Axel mendadak berkerut.


"Cuma mau mastikan doang, Hubby juga sibuk" kata Bella seadanya.


"Nggak ada kata sibuk kalau buat kamu, Udah berapa minggu?" tanya Axel lagi.


"Tujuh minggu"


"Bukanya kamu pakai kontrasepsi?" tanya Axel bingung.


"Itulah, Udah di pagar betis masih bisa aja tembus, ish" kata Bella dengan sebal membuat Axel tertawa.


"Tanggung jawab By" Bella mencubit pelan lengan suaminya. "Rendra baru enam bulan tapi mau punya adik lagi" sungut Bella langsung mendapat ciuman di pipinya.


"Ya bagus dong, biar target lima anak tercapai" kata Axel tersenyum jahil.


"Ish, Gila apa, tiap tahun aku mesti hamil dan melahirkan. Ini semua gara-gara kamu By" kata Bella pura-pura kesal, tapi Axel malah semakin tertawa dan merengkuh tubuhnya erat.


"Thanks for amazing miracle Babe" bisik Axel mengecup rambutnya penuh kasih. Bella hanya mengangguk dalam dekapan suaminya.


"Aku mau, kehamilan yang ini. Hubby harus hati-hati" kata Bella menatap Axel serius karena ia masih trauma mengingat dua kehamilannya mengalami sesuatu yang buruk.


"Pasti, Kamu juga harus jaga diri baik-baik. Aku akan menyuruh pengawal berjaga disini. Kamu juga nggak boleh pergi kalau tanpa aku" kata Axel dengan mantap.


"Gimana kalau kamu di kantor?"


"Aku bisa pulang"


"Gimana kalau kamu ada urusan penting"


"Gak ada yang lebih penting dari kamu"


"Gimana kalau...." Bella langsung terdiam saat Axel mencium bibirnya.


"Kalau aku minta candi borobudur di pindah kesini kamu juga bakalan kasih?" kata Bella setengah mencibir.


"Akan aku usahakan, Kalau bisa aku malah mau kasih seluruh isi dunia ini buat kamu" kata Axel terdengar begitu gombal, tapi Ia benar-benar serius. Hati Bella menghangat karenanya.


Dan dialah Axel yang membuktikan perkataannya dengan aksi nyata. Menjadikan Bella Ratu selama masa kehamilannya. Dari mulai mengurus Rendra, memasak untuk di kecil, menyuapi atau saat Rendra yang sering terbangun malam membuat Axel harus menggendongnya. Padahal Pria itu setiap pagi masih mengalami morning sickness tapi Axel tak pernah mengeluh.


Atau saat ia mengeluh setiap malam karena sakit pinggang di kehamilan yang memasuki trimester kedua. Tapi Axel dengan sabar mendengar keluhan-keluhan itu, Axel bahkan tak pernah absen setiap malam untuk memijat kakinya yang sudah membengkak.


Axel benar-benar memberikan seluruh dunianya untuk Bella dan anaknya.


Bella pernah iseng menelepon suaminya yang saat itu bekerja luar kota dan mengatakan kalau ia menginginkan sushi dan ingin makan di luar, tapi Axel melarangnya karena Pria itu tidak ada di rumah, Tapi Bella tentu tak mau kalah dan terus memaksa, dan akhirnya...


"By!!!!! Kenapa bawa pengawal sebanyak ini? Kamu pikir mau demo??" Ia bersungut-sungut menelpon suaminya saat di depan rumahnya ada sekitar 15 orang yang akan mengawalnya untuk membeli sushi.


"No debat, Kalau mau pergi harus sama mereka, Kalau nggak ya jangan pergi" kata Axel tak terpengaruh kekesalan istrinya.


Meski kesal, Bella tetap menuruti apa yang di inginkan suaminya. Lama-lama ia sudah terbiasa dengan ke posesifan suaminya itu. Bella sangat menikmati kehamilannya yang ini, Ehm..kalau di pikir-pikir setiap ia hamil yang menderita adalah suaminya.


Sekarang kehamilannya sudah masuk bulan ke 9 dan tinggal menunggu harinya, Tapi semua tentu tak selalu berjalan mulus bukan? Karena tiba-tiba saja saat tengah malam, Rendra demam karena pilek dan batuk membuat Axel langsung membawa ke rumah sakit.


"By, Pelan-pelan nyetirnya" ujar Bella saat melihat suaminya yang kebut-kebutan di jalan.


"Iya" Axel menurut namun hanya sedikit mengurangi kecepatan mobilnya.


"Biar sama aku aja" kata Axel meraih Rendra yang sudah kini berusia satu tahun lebih dan memiliki tubuh yang montok dan menggemaskan.


Rendra langsung di periksa dan untungnya putra kecil mereka itu hanya demam biasa karena batuk dan pilek. Tapi Rendra harus di rawat sementara karena harus di uap untuk mengeluarkan dahak yang membuatnya cukup susah bernafas.


"By....Aku gantiin ya.. Kamu pasti capek duduk terus" kata Bella yang sudah melihat suaminya terkantuk-kantuk menggendong Rendra karena putranya itu tadi menangis dan ingin di gendong Papanya. Bella malah khawatir dengan kesehatan suaminya.


"Enggak usah, Aku udah nelpon Ibu, Nanti orangnya kesini, Kamu pulang sama Ibu aja ya..Kasihan kamunya nanti" Axel malah lebih mementingkan keadaan Bella di banding dirinya sendiri.


"Aku nggak apa-apa By" kata Bella memang merasa dirinya baik-baik saja.


"Sayang please, Rendra udah sakit, kamu tolong ngertiin aku" kata Axel menatap Istrinya penuh harap.


Bella menghela nafas dan menyerah, karena jika berdebat nanti ujung-ujungnya ia akan kalah. Ia akhirnya malam itu langsung pulang bersama Mertuanya dan Axel yang menunggu Rendra di rumah sakit.


Keadaan Rendra mulai membaik setelah mendapatkan uap dari rumah sakit dan Bella bernafas lega karena putranya bisa langsung pulang.


"Rendra udah tidur?" tanya Bella saat melihat Axel sudah kembali ke kamar.


"Barusan, Sekarang tidur sama Ibu" kata Axel merengkuh tubuh istrinya yang setengah berbaring di ranjang.


"Capek banget pasti" kata Bella mengusap rambut suaminya penuh kasih.


"Enggak...Tapi butuh amunisi" kata Axel dengan tangannya yang sudah menjalar kemana-mana.


"Mau dimana?" tanya Bella yang sudah paham keinginan suaminya.


"Disini aja, Tapi aku pengen itu..." kata Axel menatap Bella dengan mata gelapnya.


Bella hanya tersenyum mendengar permintaan suaminya. Beberapa menit kemudian erangan suaminya terdengar memenuhi kamar, Tangan pria itu tampak mengelus rambutnya beberapa kali.


"Sayang...Aku suka" erang Axel dengan mata terpejam menikmati kehangatan manis yang di berikan istrinya.


Happy Reading.


Tbc.