MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Start From Scratch



"Apa ini yang kamu ajarkan kepada putriKu? Apa kau begitu tak tau malu berani membawa anak gadis orang tanpa izin orang tuanya" Papa Nugraha terlihat begitu marah, matanya terus menatap tajam pada Axel yang kini berdiri tepat di depannya.


"Maaf, Saya memang sudah lancang, Ada beberapa hal yang harus kami bicarakan..jadi..


"Kau memang sudah lancang! Bukan hanya menghamili putriku, kau juga sudah membawa pengaruh buruk padanya" bentak Papa Nugraha sebelum Axel menyeselaikan ucapannya.


"Papa, Ini bukan salah dia, Bella sendiri yang pergi dari rumah" Bella merasa harus turun tangan, karena memang dialah yang memiliki niat pergi.


"Kamu juga sudah mulai membela pria ba ji Ngan ini? Apa kau sudah begitu mencintainya!" Papa Nugraha kini ikut marah menatap putrinya yang membela Axel.


"Pa, sudahlah. Bella kan sudah pulang dengan selamat, Papa tak perlu membahas hal ini. Nak Axel juga sudah mengantarkan putri kita. Apa Papa tidak melihat niat baiknya? Tolong kesampingkan emosi Papa"


Mama Anita ikut membantu menegangkan suaminya yang di kuasai amarah itu. Dia tau apa yang suaminya rasakan. Tapi dengan emosi tak akan bisa menyelesaikan masalah.


"Jika memang dia memiliki niat baik, Anak ini pasti sudah menikahi anak kita sebelum kita semua tau!"


"Saya pasti tanggung jawab om, Tante. Malam ini kedua orang tua saya akan datang" ucap Axel merasa Papa Nugraha begitu menyudutkannya. Dia tak pernah sekalipun punya niatan untuk lari dari tanggung jawabnya.


Bella menundukan wajahnya, merasa bersalah karena sikap keras kepalanya Axel harus menanggung akibatnya. Tapi bukankah memang masalah ini semua akarnya dari pria itu, Memang seharusnya dia kan yang menanggung?


"Tidak perlu lamaran!" sentak Papa Nugraha mengejutkan tiga pasang mata yang kini menatap kearahnya.


Tapi ucapan Papa Nugraha selanjutnya justru membuat semua orang semakin syok.


"Papa ingin kalian langsung Menikah!"


"Papa Apa-apaan. Kenapa harus secepat ini, Bella belum siap!" cetus Bella begitu kaget juga kesal, dia pikir Papanya akan membatalkan pernikahan ini. Tapi kenapa malah dipercepat? Nanti malam? Oh my..


"Mau sampai kapan kamu siap! Apa kamu ingin menunggu sampai perutmu membesar dan semua orang tau kalau kamu sudah hamil di luar nikah..


****


Ucapan Papa Bella masih terngiang di kepala Axel. Dia segera memasukan hasil foto USG anaknya kedalam dompet supaya mudah jika ingin melihatnya sewaktu waktu. Kini Axel menatap pantulan wajahnya dicermin. Sudah terlihat rapi dengan setelan jas miliknya.


"Axel, Apa kamu sudah siap? Semua orang sudah menunggumu" ucap Tamara yang baru saja masuk kedalam kamar Axel. Dirinya pun tampak sudah begitu cantik dan rapi.


Axel menghela nafas panjang menghembuskan ya perlahan. Sebelum mengangguk memberi jawaban ke ibunya.


"Kamu gugup?" pertanyaan itu Tamara lontarkan karena melihat putranya yang sedari tadi mencoba membenarkan kancing lengannya yang sebenarnya sudah rapi.


"Ya," Jawab Axel seadanya.


"Tenang saja, semua akan baik-baik saja. Ibu tak ingin bertanya apa alasanmu berbuat hal seperti ini. Tapi ibu ingin, Setelah kau menikahinya nanti, berjanjilah pada dirimu untuk menerima dia dengan segala kekurangannya. Dia bukan Dewi yang sempurna dan kau juga bukan Raja"


"Jadilah pelengkapnya, suatu saat pasti kalian akan melewati jalan yang terjal dan akan menggoncang hubungan kalian. Tapi jangan pernah sekalipun melepaskan genggaman tanganmu padanya. Karena setelah dia bersedia menjadi milikmu, berarti dia sudah menggantungkan harapannya padamu"


"Bebanmu setelah ini akan semakin besar, tapi ibu percaya kau bisa melewatinya. Jangan ragu untuk meminta maaf dan ucapakan terimakasih untuk setiap hal kecil yang dia lakukan. Ibu Yakin kau akan menjadi suami yang baik nantinya" Kata Tamara memberikan nasehat pernikahan pada putranya, dia mungkin memang ibu yang buruk karena membiarkan Axel menjalani kehidupan yang keras. Tapi dia berharap anaknya bisa menjadikan hal itu sebagai pelajaran untuk mengutaman perasaan diatas segalanya. Apalagi Ambisi yang akan menghancurkan segalanya.


Axel terdiam mendengar perkataan ibunya. Matanya memandang teduh pada Ibunya. Perasaannya sungguh tersentuh. Namun dia juga khawatir tidak bisa menjaga kepercayaan yang begitu besar. Mengingat pernikahan ini diawali dari sebuah kesalahan.


Ya, memang malam ini Axel dan Bella akan menikah. Axel sebagai pihak terdakwa tentu tak bisa membantah apalagi membela diri dihadapan Papa Bella yang selaku hakim. Dia hanya pasrah saat Papa Bella ingin ia menikahi putrinya malam ini juga. Walaupun dirinya cukup terkejut, namun tak kuasa menolak.


"Ayo, Jangan biarkan calon istrimu menggungumu" ujar Tamara menggandeng putranya yang terlihat masih terdiam. Entah apa yang di pikirkan, dia pun tak tau. Tapi untuk menanyakannya pun mustahil putranya itu menjawab.


Axel mengangguk dan memberikan senyuman hangat pada ibunya. Dia tak boleh menunjukan kegusaran dalam hatinya. Sudah cukup sekali ini membuat ibunya bersedih, Axel berjanji untuk tak akan mengulanginya lagi.


Start From Scartch


****


**Happy Reading


TBC**