
"Apa kau tidak apa-apa?" tanya Axel pelan namun ada geraman tertahan dalam ucapannya.
Bella mendongak menatap wajah Axel yang tampak mengerikan. Sorot matanya begitu dingin di iringi aura kemarahan yang kental. Mata pria itu tidak menatap kearahnya, melainkan ke arah kedua Bodyguard yang saat ini sedang menjaga di kedua sisi bangku seolah tidak ada yang boleh menempatinya.
"Axel!" panggilnya mencoba mengalihkan perhatian Axel.
Namun Axel bergeming, ia melirik Bella sebentar lalu menyerahkan kantong plastik yang berisi makanan yang baru dibelinya ke tangan Bella.
"Bawa ini, Menjadi orang kaya bukan berarti bisa bersikap seenaknya pada orang lainnya" kata Axel dengan dingin.
Sebelum Bella sempat mencegah, Axel sudah lebih dulu melesat menghampiri kedua Bodyguard itu. Tanpa basa basi, Axel langsung menarik tangan Bodyguard yang tadi menyeret tubuh Bella dengan kasar. Ia langsung memukul wajah Bodyguard itu sangat keras hingga tersungkur.
Sedangkan Bodyguard satunya tentu kaget melihat temannya dihajar. Ia langsung sigap membantu temannya dengan memberikan tendangan pada punggung Axel hingga menapakkan bekas sepatu di jasnya. Hal itu membuat Axel semakin tersulut, ia memindahkan tatapan tajamnya pada pria yang kini di belakangnya.
Saat Bodyguard itu ingin kembali menyerang, Axel mencekal tangannya dan menggunakan lututnya untuk menghantam perut sang Bodyguard hingga membuatnya membungkuk dan terbatuk-batuk. Ia langsung memberikan pukulan pada wajah pria itu dengan sangat keras. Tapi ternyata Bodyguard yang pertama tadi sudah bangkit dan menarik lengan Axel hingga membuatnya menoleh.
Tanpa aba-aba sebuah bogem mentah berhasil mendarat di pipi Axel membuat sudut bibirnya berdarah.
"Axel!" Teriak Bella kaget karena melihat Axel berdarah.
Tapi aura kemarahan dalam diri Axel masih berkobar. Bayangan bagaimana pria ini menyeret dan mendorong tubuh Bella dengan kasar membuatnya kian membabi buta memukuli Bodyguard itu hingga wajahnya tak berbentuk karena lumuran darah dari hidung dan mulutnya.
Bella yang melihat Axel seperti kesetanan itu langsung menghentikannya. Bisa-bisa Bodyguard itu mati terbunuh oleh kegilaan Axel.
"Axel! Hentikan!" Teriak Bella menarik pundak pria itu sekuat tenaga.
"Jangan menentang ku" Bentaknya lagi seraya memberikan satu pukulan ke wajah Bodyguard tak berdaya itu. Nafasnya terengah-engah seraya bangkit dari tubuh Bodyguard itu.
"Axel, Sudah. Kau bisa membunuhnya" kata Bella melirik korban Axel yang babak belur.
"Itu tidak sebanding dengan apa yang dilakukan padamu" kata Axel dingin.
"Tapi kau membuat keributan disini" kata Bella lagi menatap sekelilingnya yang tampak banyak sekali orang.
"Aku tidak perduli" kata Axel mengusap bibirnya yang masih mengeluarkan darah.
"Astaga! Lihatlah, kau juga terluka" kata Bella sedikit meringis melihat luka Axel.
Ternyata rekan Bodyguard yang terkapar itu telah memanggil manajemen taman rekreasi tersebut. Artis yang tadinya akan melakukan pemotretan itulah yang menyuruh untuk melaporkan kejadian ini. Ia tak terima anak buahnya dihajar sedemikian rupa. Tapi begitu manager taman hiburan datang, dia tampak syok melihat siapa yang menjadi dalang keributan ini.
"Tuan Axel.. Anda disini?" ucap Manager tak menyembunyikan raut terkejutnya.
Bagaimana tidak kaget melihat Axel ada disana. Siapa yang tidak mengenal Axel Leander Indra Jaya?. Pengusaha muda sukses pemilik saham di taman hiburan ini. Jumlahnya pun cukup besar membuat Axel berhak duduk dijajaran dewan direksi. Bahkan Axel bisa saja menolak sesuatu yang menurutnya tak cocok dalam taman hiburan ini. Jadi bisa dibilang Axel termasuk orang penting disana.
"Dava! Aku hanya memberi hukuman kecil pada orang ini karena dia telah mengganggu istriku" kata Axel masih dengan aura dingin mencekam.
"Oh? Eh.. Maaf Tuan Axel jika hal itu membuat anda tidak nyaman. Apakah istri Anda terluka? Disini ada klinik... " Dava sang manager tampak tak ingin sampai Axel merasa dikecewakan oleh dirinya.
"Tidak perlu. Cukup singkirkan saja mereka. Mereka sangat menggangguku" kata Axel seraya melirik kerumunan orang-orang yang tampak sekali ingin tau apa yang terjadi.
"Baik Tuan" Manager Dava tampak patuh menyuruh para kerumunan itu membubarkan diri.
"Huuuu...." Teriak beberapa orang mungkin kecewa karena tidak dapat melihat tontonan gratis. Tapi dari mereka ada yang memilih tinggal namun sedikit menjauh karena cukup kepo juga.
Bella sedikit meringis karena sikap arogan yang Axel tunjukkan. Ia juga cukup terkejut dengan tanggapan Manager itu yang tampak sekali ingin menjilat Axel. Artis yang ingin melakukan pemotretan itu datang dengan pengawal lainnya. Dari wajahnya tampak tak puas karena apa yang di inginkan tidak sesuai. Lagipula siapa yang berani melawannya.
Katrin Karamoy, Siapa yang tidak mengenalnya? Dengan wajahnya yang blasteran membuatnya didapuk menjadi Brand Ambassador Taman Rekreasi ini. Selain itu, ia juga Selebgram Yang saat ini sedang viral karena jogetan nya di aplikasi JengJong.
"Axel!" ucapnya tak menyembunyikan rasa senangnya. Bagaimana tidak, pria yang selama ini dicarinya kesana kemari, ternyata malah ketemu disini.
Axel hanya mengerutkan dahinya melihat wanita didepannya. Ia merasa tak mengenalinya. Sedangkan Bella langsung bersikap waspada.
"Axel, long time no see. Kau apa kabar?" ucap wanita itu dengan suara manis terdengar sedikit manja. Ia berjalan mendekat ke arah Axel dengan gerakan dibuat semenarik mungkin.
"Aku beberapa kali menghubungimu. Tapi kau selalu menolak pesanku. Aku merindukanmu" ucap Wanita itu lagi sengaja merendahkan suaranya di akhir kata.
Axel sedikit kaget dengan ucapan wanita itu. Sekarang Axel ingat, wanita ini pastilah salah satu teman ranjangnya dulu.
"Maaf. Tapi saya tidak mengenal anda" kata Axel tak ingin Bella salah paham. Lagipula ia memang tak mengenali wanita ini.
"Benarkah? Padahal aku selalu mengingatmu? Kau tau, Aku selalu ingat bagaimana kita menghabiskan malam panas kita. Apa kau tidak merindukan itu?" bisik Wanita itu lagi. Ia juga menggigit bibirnya membuat kesan sensual tampak nyata diwajahnya.
Axel mengepalkan tangannya mendengar ucapan wanita ini. Ternyata tebakannya benar, kalau wanita ini pasti teman ranjangnya dulu. Sial sekali! Kenapa harus bertemu disini, Axel hanya takut bagaimana reaksi Bella. Bukan tak mungkin Bella tak mendengar ucapan wanita ini.
"Apa mereka anak buah mu?" Axel lebih memilih tak menggubris perkataan wanita itu.
Katrin terdiam saat Axel mengacuhkannya, lalu melihat anak buahnya yang kini sedang di bantu beberapa orang untuk di bawa ke rumah sakit terdekat. Katrin meringis menyadari kalau Axel lah orang yang membuatnya seperti itu.
"Ya, apakah mereka mengganggumu?" tanya Katrin masih dengan suara lembutnya.
"Pantaslah. Sikap mereka yang Suka semena-mena dengan orang lain mencerminkan sikap atasannya. Aku rasa orang sekelas anda tidak seharusnya memperkerjakan orang yang tidak punya integritas seperti mereka. Anda tau? Anak buah anda ini hampir saja melukai istri dan anak saya!" kata Axel menatap tajam pada Katrin yang tampak salah tingkah.
"Eh? Maksudmu? Istri? Anak?" ucap Katrin tentu syok mendengar ucapan Axel.
Axel bergeming, ia menarik lembut bahu Bella untuk mendekat ke arahnya. Lalu kembali menatap Katrin.
"Dia istriku! Wanita yang sedang mengandung anakku" ucap Axel menekan setiap kata yang dilontarkan seolah ingin Katrin mengingat dengan jelas setiap ucapannya.
Happy Reading
TBC
***
Hai kak, Terimakasih yang sudah mampir ke karya perdana aku..
Mohon maaf kalau masih banyak kekurangan..
Kalau bisa tinggalkan jejak ya kak setelah baca..
Haduh! aku kok kesannya maksa banget ya.. Tapi hal itu membantu banget lo kak..
Atau tulis komentar yang membantu supaya aku bisa memperbaiki lagi..
Terima Kasih..
Oke see you next part* !!!
(Readers : Ah thor, bacod lu! Cepet update sana ðŸ¤ðŸ˜‰ðŸ˜‰)
#Justkidding