
"Gue..Hamil" gumam Bella dengan suara pelan, tenggorokannya seperti tercekik.
(If I had to live my life without you near me)
Jika aku harus menjalani hidupku tanpamu didekatku
(The days would all be empty)
Hari-hari akan terasa begitu sepi
"Apa?" Axel merasa perlu bertanya kembali, bukan, bukan dia tak mendengar. Tapi lebih tepatnya ingin memastikan apa dia tidak salah dengar.
(The nights would seem so long, with you I see forever)
Malam akan terasa panjang, denganmu aku melihat selamanya
(Oh, so clearly, I might have been in love before)
Oh, sangat jelas, aku mungkin pernah jatuh cinta sebelumnya
"Ya harus tanggung jawab lah!!" Bentak Bella semakin berapi-api.
(But it never felt this strong)
Tapi tak pernah terasa sekuat ini
(Our dreams are young and we both know)
Mimpi-mimpi kita yang masih belia dan kita berdua mengetahuinya
(They'll take us where we want to go)
Mereka akan membawa kita kemanapun tujuan kita
"Lo yang gila! Gue masih SMA, masa depan gue masih panjang! Dan gue nggak mau ngelahirin anak pria brengsek kayak Lo" perkataan Bella menyulut emosi yang Axel coba pendam dari tadi.
(Hold me now)
Genggam aku sekarang
(Touch me now)
Sentuh aku sekarang
(I don't want to live without you)
Aku tak ingin menjalani hidup tanpamu
"Gue tau gue salah! Tapi Lo jangan benci anak itu, dia itu anak Lo juga" Tanpa sadar Axel membentak Bella membuat dia sedikit kaget.
(Nothing's gonna change my love for you)
Tak ada yang mampu mengubah rasa cintaku padamu
(You ought to know by now how much I love you)
Kamu akan mengetahui betapa aku sangat mencintaimu sekarang
(One thing you can be sure of)
Satu hal yang dapat kau pastikan
(I'll never ask for more than your love)
Aku tidak akan pernah meminta yang lebih dari cintamu
"Gue nggak pernah menginginkan dia! Dia ada karena Lo!" Entah karena hormon kehamilan atau apa emosi Bella begitu meledak hari ini.
(You ought to know by know how much I love you
Kamu akan mengetahui betapa aku sangat mencintaimu sekarang)
(The world may change my whole life through but)
Dunia mungkin akan mengubah hidupku tapi
(Nothing's gonna change my love for you)
Tidak akan ada yang mampu mengubah rasa cintaku padamau
(If the road ahead is not so easy)
(Our love will lead the way for us)
Cinta kita akan menuntun kita
Judul lagu : Nothing's Gonna Change My Love For You. By : George Benson.
Langkah mereka semakin dekat dan Bella sudah berdiri tepat di depan Axel yang masih terlihat sama seperti sembilan tahun yang lalu.
"Hai, Love" Ucap Axel mengulurkan buket bunganya pada Bella.
"Kirain nggak dateng" kata Bella menerima bunga itu dari suaminya. Mata mereka tak pernah lepas saling memandang.
"Nggak mungkin nggak dateng...Aku ucapin selamat udah mejadi lulusan terbaik" kata Axel mengulas senyumnya.
"Berkat kamu juga, Makasih By" kata Bella membalas senyum suaminya.
"Kita sayang, Semua karena kita saling mendukung satu sama lain, Aku juga nggak mungkin jadi seperti sekarang kalau bukan tanpa kamu yang menemaniku. Love you more" kata Axel menarik Bella dalam rengkuhannya.
"Berarti kamu tadi denger?" tanya Bella menatap suaminya.
"Iya, Aku juga mau bilang makasih sama kamu.. Terima kasih sudah menjadi istri terbaik buat aku, Karena tanpa kamu aku bukan siapa-siapa si dunia ini" kata Axel menatap mata indah istrinya sebelum mencium kening Bella dengan penuh perasaan.
"Ih! Papa sama Mama kok pacaran sih, Malu di lihatin orang!" Seruan Eril terdengar membuat keduanya saling pandang. Eril memasang wajah menuduh membuat keduanya tertawa.
Pandangan mereka lalu beralih kepada keluarga besarnya yang mendekat ke arahnya. Gwi yang melihat Papanya langsung meronta ingin turun.
"Papa.... " ucapnya dengan wajah ceria, Ia berlari dengan kakinya yang kecil. "Tangkap aku Papa ...Tangkap Aku ..."
Axel tersenyum lalu berjongkok dan membuka tangannya lebar menunggu putri kecilnya.
"Papa menangkapamu" kata Axel saat tubuh mungil putrinya berada dalam dekapannya. Ia menghujani ciuman di seluruh wajah Gwi dengan gemas.
Bella yang melihat pemandangan itu melembut, Ia lalu melambaikan tangannya pada Rendra dan Eril.
"Hari ini nggak ada yang mau cium Mama?" ujar Bella memasang wajah pura-pura cemberut.
"Aku mau, Aku mau" Eril langsung antusias dan memberikan ciuman di pipi Bella.
"Aku juga mau" kata Rendra ikut memberikan ciuman di pipi Bella. Ia lalu mengambil sesuatu di balik bajunya.
"Ini buat Mama" kata Rendra mengulurkan satu tangkai bunga padanya.
"Terima kasih anak manis" kata Bella menerima bunga itu dan mencium pipi Rendra. Putranya yang satu ini memang memiliki sikap yang sangat manis.
"Gwi Mau cium Mama nggak?" Axel tertawa dan beralih menatap putri kecilnya yang wajahnya jelas mirip sekali dengannya, Malah bisa di bilang, Gwi adalah dirinya versi perempuan.
"Mau" kata Gwi mengangguk membuat Bella mengulurkan tangannya tapi anak itu malah menggeleng.
"Gwi Mau cium Mama, Tapi sama Papa aja" kata Gwi mengundang tawa mereka.
"Ish, Yang anak Papa" kata Bella setengah menggerutu namun tersenyum dan menyodorkan pipinya.
Tapi bukan Gwi saja yang mencium pipi Bella, melainkan Papanya juga yang ikut mencuri ciuman di pipi istrinya.
"By!" serunya memberi tatapan penuh peringatan.
Axel hanya tertawa lalu merengkuh bahu Bella dan mengajaknya pulang bersama. Axel menggendong Gwi dengan satu tangan menggandeng istrinya. Sedangkan kedua putranya itu bergandengan dan berjalan di depan mereka.
Binar kebahagiaan tampak sangat jelas di mata mereka. Berada di tengah keluarga itulah hal yang paling indah di dunia.
Semua orang berhak memiliki kesempatan kedua, Mungkin untuk menerima seseorang walau rasanya tak mungkin kita menerima itu sangat sulit, kita pasti bisa. Untuk bisa mencintai apa adanya tanpa memandang masa lalunya, untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik, atau untuk bisa memaafkan cinta yang berbuat salah.
Karena hidup bukan sekedar kenyamanan dan kebahagian. Senyuman, canda, tawa, cinta, air mata dan kesedihan, mungkin adalah arti hidup yang sesungguhnya.
Di dunia ini tidak ada yang sempurna, tidak ada cinta yang tak melewati badainya. Tapi selagi kita percaya dan selalu bersama kita pasti akan bisa melewati semuanya. Karena cinta tak selamanya berlabuh pada yang pertama, Namun pasti, akan menemukan tujuan bersama.
...--------------------------THE END---------------------------------...
Halo kak, Kisah cinta Bella dan Axel selesai sampai disini ya....
Terima kasih yang sudah menemani perjalanan mereka sejauh ini... Othor nggak bisa kasih apa-apa selain ucapan terima kasih.....
Tapi jangan di un favorite yaa... Karena othor bakal lanjut di season dua kisah Dio sama Karin...
Sekali lagi terima kasih yang udah dukung karya aku yang remahan ini....Thanks you so much....
Salam penulis...
Virzha with love ❤️❤️