MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Terbongkarnya Rahasia



"Nak Axel, Bagaimana keadaan Bella?" Pertanyaan itu langsung Mama Anita lontarkan begitu dirinya datang. Wajah terlihat begitu khawatir. Bagaimana tidak, putrinya yang pagi tadi sehat kini malah masuk rumah sakit.


"Dia masih di tangani, Tante duduk dulu! Om" ucap Axel menyapa kedua orang tua Bella dengan ramah.


"Mama tenang dulu Ma, Bella udah di tangani" Papa Nugraha mengelus pundak istrinya untuk membuat wanita itu tenang.


"Bagaimana kejadiannya?" tanya Papa Nugraha dengan suara beratnya.


"Tadi Bella tiba-tiba pingsan om" jawab Axel seadanya.


"Keluarga pasien?" Terlihat seorang dokter pria yang masih muda keluar dari ruangan Bella.


"Ya saya Papanya, Bagaimana keadaan putri saya?" Papa Nugraha dengan sigap langsung berdiri di ikuti Mama Anita. Sedangkan Axel memilih diam namun ikut mendengarkan.


"Keadaan pasien sudah stabil, Semuanya sehat. Mungkin Usianya sudah sekitar 12 Minggu ya. Masih usia rawan, jadi tolong dijaga pola makan dan yang pasti jangan membebani pasien dengan hal berat. Sepertinya Belakangan ini pasien mengalami stress. Hal itu yang memicu tekanan darah pasien langsung turun" jelas Dokter itu membuat kedua orang tua Bella mengernyit.


"Maksud dokter? Usia siapa yang 12 Minggu?" Tanya Papa Nugraha dengan bingung, dia menatap sang istri yang memasang wajah diamnya. Sepertinya istrinya itu sudah mengetahui sesuatu.


"Usia kehamilan Nona Bella! Beliau belum memberi taunya ya? Atau mungkin mau memberi kejutan?" kata Dokter itu dengan mengedipkan matanya kearah Axel yang kini wajahnya mendadak pucat. "Wah sayang sekali, saya malah merusak kejutannya"


Bagai disambar petir disiang bolong. Ucapan dokter itu mengejutkan Kedua orang tua Bella. Papa Nugraha menatap Axel dengan tatapan mematikan. Sedangkan Mama Anita tak bisa membendung air matanya. Putrinya sedang hamil?.


"Mama masuk dulu, Ada yang Papa mau omongin dengan dia" ucap Papa Nugraha dengan aura kemarahan yang nyata. Bicaranya pun tak lagi sama seperti sebelumnya.


"Papa harus tenang Pa" ucap Mama Anita mengelus bahu suaminya, dia tau jika suaminya ini sangat marah. Matanya sempat melirik Axel sebentar sebelum dirinya berlalu pergi meninggalkan kedua pria berbeda usia itu.


****


Kenapa menjadi orang hamil itu merepotkan?. Dia yang dari kemarin baik-baik saja. Tiba-Tiba kepalanya pusing, mual membuat dirinya pingsan di pelukan Axel. Sungguh timing yang tak tepat karena saat itu ada kedua sahabatnya. Sialan! Sekarang pasti kedua sahabatnya itu akan curiga padanya.


"Bella" Mama Anita yang baru saja masuk langsung memanggil putrinya yang duduk di ranjang pasien.


"Loh, Mama kok tau Bella disini? Pasti Tiara sama Karin ya yang beritahu Mama! Mereka tuh ya, suka banget bikin semua orang panik! Padahal Bella nggak apa-apa" Kata Bella dengan senyum tipisnya. Dia tak mau membuat Mamanya berfikir macam macam.


"Mama udah tau" jawaban Mama Anita membuat Bella bingung. Apalagi mata Mamanya terlihat mengembun.


"Tau apa?" Tanya Bella benar benar bingung.


"Kamu nggak usah nutupin dari Mama lagi sayang, Mama udah tau, Maafin Mama ya nak" Mama Anita tak membendung air matanya, dia langsung memeluk putrinya erat. Dia tau jika hal ini terjadi karena kesibukannya juga. "Mama tau kamu anak baik, Mama nggak bakal tanya alasan kamu bisa begini kenapa? Yang penting kamu dan bayi ini sehat-sehat ya sayang"


Mata Bella membesar sempurna karena ternyata Mamanya sudah mengetahui semuanya. Bagaimana bisa? Sialan! Apa pria brengsek itu yang sudah memberi tahunya.


"Maafin Bella Ma, Bella nggak bisa jaga diri! Bella lalai dan Bella udah ngecewain Mama sama Papa" Ucap Bella tanpa sadar ikut menangis karena marah pada dirinya yang tak bisa menjaga diri.


Mama Anita mengangguk seraya mengelus punggung putrinya yang bergetar. Tangan lainnya dia gunakan untuk menggenggam putrinya seolah memberi kekuatan atau mencari kekuatan. Entahlah, yang jelas Bella merasa sangat Malu sekarang.


"Maafin Bella...." ulangnya lagi, dia berharap Mamanya itu memaki atau memarahinya. Tapi Mamanya malah memeluknya dan seolah mengerti keadaanya. Hal itu membuat kekecewaan dihati Bella bertambah. "Bella udah buat kesalahan Fatal, Bella nggak bisa menjaga kepercayaan Mama" ucap Bella lagi seraya terisak.


"Sttt.. Nggak bukan Bella aja yang salah disini. Papa dan Mama juga salah karena terlalu sibuk dan nggak memperhatikan kamu" Kata Mama Anita membuat Bella semakin dirundung rasa Malu.


"Mama nggak marah?" tanya Bella karena respon Mamanya yang santai saja.


"Marah! Siapa bilang Mama nggak marah! Kecewa pasti Mama kecewa, Tetapi rasa marah dan kecewa Mama nggak akan bisa mengembalikan semuanya seperti semula?" ucapan tegas Mama Anita membuat Bella mendudukkan wajahnya.


"Harusnya Bella nggak perlu takut buat cerita hal ini ke Mama, Karena semarah marahnya Mama, lebih besar sayang Mama ke Bella"


"Ini bukan masalah Bella aja, tapi Papa dan juga Mama, Jadi kita akan cari jalan keluarnya bersama. Tapi sebelumnya Mama mau tanya sama kamu" kali ini Mama Anita menatap wajah putrinya yang ternyata sudah terlihat dewasa. Atau mungkin karena Aura kehamilan, membuat wajah Bella menjadi lebih cantik.


"Kamu bisa kenal Axel dimana?"


Itu memang masih menjadi tanda besar di kepala Mama Anita. Pertama kali melihat pria itu di Bogor, Mama Anita merasa ada sesuatu yang tak bisa ia pahami dari sorot mata pria itu. Ditambah kedatangannya ke rumah kemarin semakin membuat dirinya bertanya-tanya tentang hubungan keduanya. Tentu hal itu sedikit mengherankan karena jarak usia Bella dan Axel cukup jauh.


Jadi tak mungkin keduanya di pertemukan di sekolah seperti cinta ABG jaman sekarang.


"Ehm, Nggak sengaja ketemu" jawab Bella merasa tak mungkin jika dia menceritakan awal pertemuan mereka. Karena disitulah awal mula masalah ini tercipta.


"Mama pertama kali lihat, Axel itu anaknya sopan. Dia baik dan juga dewasa. Mama yakin dia bisa menjaga kamu" kata Mama Anita membuat Bella mendengus, kalau baik nggak mungkin hamilin aku. Batinnya dengan jengkel.


Tapi sekarang dia sedikit penasaran dengan keberadaan pria itu? Kemana dia? Kenapa belum muncul juga batang hidungnya.


****


Jangan Lupa like ya dan Komen


HAPPY READING


TBC