
"By.." Bella melambaikan tangannya pada Axel.
Axel tersenyum tipis pada istrinya. Namun ia sedikit kaget melihat sosok Naura yang ada disamping Bella. Naura pun tak kalah kagetnya saat melihat mantan kekasihnya itu, Keduanya tampak saling pandang, tapi Axel cepat-cepat memutus kontak mata itu.
Jantung Naura terasa berdetak kencang saat Axel mulai mendekat, ia sudah ingin mengembangkan senyum manisnya saat Axel kian dekat, tapi ternyata Axel hanya melewatinya saja membuat Naura mematung dan melihat Axel yang kini tersenyum pada Bella.
"Makasih By, Aku haus banget" kata Bella tersenyum seraya menerima orange jus yang di berikan suaminya.
"Iya" kata Axel balas tersenyum tipis.
"Axel?" Naura tak bisa menahan dirinya untuk tak memanggil pria itu.
Bella mengerutkan dahinya saat melihat wanita yang berbicara padanya tadi tau nama suaminya. Apa mereka saling kenal? pikirnya.
"Kita ketemu lagi, Kamu apa kabar?" tanya Naura mengulas senyum manisnya hingga lesung pipinya terlihat. Dulu, Axel sangat suka dengan hal itu.
"Lagi? Mereka pernah bertemu?" batin Bella menatap suaminya dan wanita di depannya bergantian.
"Kabar baik. Di undang juga?" Axel sepertinya lupa kalau Naura dulunya juga teman satu kelas Jofan.
"Iya di undang juga" kata Naura melupakan Bella yang sejak tadi ada di samping Axel.
Axel mengangguk singkat, lalu merangkul mesra pinggang istrinya agar menempel padanya.
"Oh ya Ra, Kenalin. Ini istri aku" ujar Axel menatap seraya menatap Bella.
Naura terlihat terkejut namun ia cukup pintar mengubah ekspresi wajahnya. Selama ini Naura selalu penasaran seperti apa sosok wanita yang akan mendampingi Axel di sisa hidupnya. Jika wanita itu biasa saja, Ia dengan mudah mengatakan pada diri sendiri kalau wanita itu tak lebih cantik darinya.
Tapi sosok di depannya ini sangat jauh dari pemikirannya. Istri Axel ternyata jauh lebih cantik di banding dirinya.
"Oh, Ini istri kamu? Kita juga sebelumnya pernah ketemu loh. Saya Naura mba" kata Naura mengulurkan tangannya pada Bella.
"Naura?" Batin Bella merasa nama itu tak asing di telinganya.
"Bella, Istrinya Axel" kata Bella menekan kata istri agar wanita didepannya ini sadar posisinya.
Naura bisa merasakan jabatan tangan Bella yang tegas namun lembut. Benar-benar wanita yang anggun, dimana Axel kenal wanita ini. Pikirnya.
"Aku baru tau kalau Axel udah nikah. Kita dulu sering sama-sama waktu sekolah. Mungkin Axel udah cerita gimana deketnya kita dulu" kata Naura tertawa renyah. Ia sepertinya ingin menunjukkan tentang siapa dirinya sebenarnya.
"Suami saya nggak pernah cerita. Lagipula itu mungkin bukan hal penting. Apalagi sekarang suami saya sibuk karena menunggu buah hati kita yang akan lahir, Iya kan By" kata Bella terlihat santai saja, ia mengerlingkan matanya pada Axel.
"Iya" sahut Axel sedikit meringis saat melihat mata istrinya yang berbeda dari biasanya.
"Oh Ya, Waktu kita ketemu di Bali juga nggak cerita? Kita nggak sempet ngobrol banyak sih. Tapi anakku nitip salam buat kamu, katanya makasih untuk es krimnya" kata Naura lagi membuat Axel semakin tak nyaman.
"Kalau itu sih cerita, Ketemu temennya waktu SMA, tapi saya nggak nyangka kalau temennya secantik ini" kata Bella tertawa manis namun matanya tampak melirik Axel tajam.
Deg
Axel tak pernah menceritakan tentang hal itu pada siapapun, kenapa Bella bisa tau. Ia menatap istrinya yang mulai menunjukkan raut wajah tak nyaman.
Naura menatap kepergian mereka dengan tangan mengepal, raut wajahnya tampak begitu kesal. Ia kesal karena istri Axel tak menunjukan rasa kecemburuannya, Wanita itu terlihat santai dan seolah menganggap remeh dirinya sebagai seorang saingan.
Bukan, Naura bukannya ingin merebut Axel dari istrinya. Hanya saja, ia masih berharap kalau Axel tak melupakan dirinya. Ia ingin memiliki tempat tersendiri dalam hati pria itu. Tapi apakah bisa?
*****
"Mau makan apa? Aku ambilin ya? Kamu daritadi belum makan apapun" kata Axel setelah mengajak istrinya mencari tempat duduk yang kosong.
"Enggak laper" kata Bella terlihat biasa saja namun Axel tau kalau istrinya itu sedang marah.
"Sedikit aja, Aku suapin mau?" kata Axel lagi mencoba membujuk istrinya.
"Enggak usah. Aku ngantuk pengen pulang" kata Bella lagi.
"Baiklah, Kita pamitan sama Jofan dulu" kata Axel meraih tangan istrinya untuk menemui sahabatnya dulu.
"Buru-buru banget, Acaranya baru aja di mulai" kata Jofan.
"Iya, Istri gue capek" kata Axel singkat, Ia sempat memberikan tatapan tajam pada sahabatnya itu, karena dia yang mengundang Naura ke acara ini.
Selama perjalanan pulang kerumah, Bella hanya diam membisu meskipun Axel mengajaknya berbicara berkali-kali. Sesampainya di rumah pun, Bella langsung turun tanpa menunggu di bukakan pintu oleh suaminya.
Axel menghela nafas sejenak, karena sebentar lagi ia akan menerima amukan dari Bella.
"Sayang.." panggilnya saat masuk kedalam kamar.
"Kamu marah sama aku?"ujarnya lagi.
"Marah untuk apa? Itu hak kamu mau ketemu siapa aja. Aku nggak akan ikut campur" kata Bella tanpa melirik suaminya. Ia sibuk mencari baju ganti yang akan di pakai.
"Aku minta maaf yang, Aku juga nggak sengaja ketemunya waktu itu. Aku nggak cerita cuma nggak mau kamu mikir aneh-aneh" kata Axel mencoba membantu melepaskan resleting gaun istrinya namun Bella langsung menepisnya.
"Masalahnya disini bukan soal sengaja atau nggak By, tapi Masalahnya adalah kepercayaan. Kamu nggak pernah percaya sama aku kalau aku bisa menerima semua cerita kamu. Kenapa sih By? Kenapa aku harus tau kebenaran itu dari mulut orang lain" bentak Bella dengan mata yang berair. Sebenarnya ia marah bukan karena suaminya bertemu mantannya. Ia hanya marah karena Axel ternyata masih belum bisa percaya padanya.
"Iya aku salah, Kamu dengerin aku dulu. Aku bukan nggak percaya sama kamu, tapi aku udah menganggap itu hal penting sayang. Maafkan aku, Aku nggak ada maksud apa-apa" kata Axel mengusap air mata Bella yang menggenang di sudut matanya.
"Wanita itu masih ada rasa sama kamu By. Kamu juga sengaja diem karena kamu juga seneng kan bisa ketemu sama mantan kamu itu" sentak Bella lagi.
"Enggak, Aku sama sekali nggak seneng. Aku juga nggak pernah berpikir akan ada wanita lain selain kamu. Aku udah punya kamu yang lebih dari wanita mana pun. Bella Apakah kau tidak bisa merasakannya? Aku mencintai kamu melebihi nyawaku sendiri" kata Axel menatap Bella dengan sendu.
Bella menatap mata suaminya, Tak ada kebohongan disana. Bella juga tau kalau suaminya ini sangat mencintainya. Tapi hatinya kecewa.
"Aku selalu percaya padamu By, Karena aku juga cinta sama kamu. Tapi kamu harus tau satu hal By, Aku sangat membenci pengkhianat. Dan Aku tidak akan pernah bisa memaafkan segala jenis pengkhianatan walau itu sebesar pasir sekalipun"
Happy Reading.
Tbc.