
"Kau menginginkan suamiku?" tanya Bella semakin tak suka melihat gaya Naura ini.
"Bukan aku, Tapi Axel lah yang masih ingin kembali padaku. Bukankah aku sudah mengirimkan buktinya padamu, Kalau Axel hanya mencintaiku" kata Naura melempar senyuman yang angkuh.
"Lalu? Jika kau yakin Axel mencintai mu, kenapa tidak kau saja yang menyuruhnya meninggalkanku?" kata Bella mengulas senyum tipis, tak terpengaruh dengan perkataan Naura.
"Harusnya kau yang sadar diri Bella. Apa kau lupa kalau Axel itu menikahi mu karena terpaksa, kalau saja kau tidak mengandung anaknya, Dia pasti tak akan mau menikah dengan wanita seperti mu, kau sama sekali bukan tipenya" kata Naura mulai kesal karena Bella masih bersikap santai.
"Kalau Axel terpaksa menikahiku, Apa masalahnya denganmu? Apa kau ingin menggodanya agar kembali padamu begitu?" kata Bella tak melepaskan tatapan barang sedikitpun dari Naura.
"Aku tidak perlu menggodanya, Dialah yang datang sendiri padaku, karena memang akulah wanita yang sejak dulu ada dihatinya sampai sekarang" kata Naura penuh percaya diri.
"Benarkah? Katakan padaku Naura, bukankah status lebih penting dari sebuah rasa?" kata Bella membuat Naura mengepalkan tangannya erat.
"Kau...
"Naura, Sepertinya kau harus tau satu hal. Ketika seorang wanita menikah. Dia akan menyerahkan semua yang dia miliki untuk suaminya. Termasuk sebuah kepercayaan, dan itulah yang aku lakukan saat ini. Jadi, jika kau ingin menggodanya silahkan saja. Karena aku sangat yakin suamiku tak akan tergoda wanita liar sepertimu" kata Bella terdengar santai namun tidak dengan tatapan matanya yang tajam menusuk.
Naura tertawa kecil mendengar perkataan Bella. "Kau menantangku Bella?" ujarnya dengan tawa renyah.
"Terserah kau mau menganggap itu apa, Aku rasa kau sudah cukup mengerti dengan apa yang aku katakan. Silahkan, Kau tau sendiri kan pintu keluarnya dimana?" kata Bella menunjuk pintu masuk membuat Naura begitu kesal karena Bella sama sekali tak terpengaruh olehnya.
"Kau terlalu sombong Bella. Kita lihat, Apakah kau masih bisa memasang wajahmu itu setelah melihat ini" kata Naura lalu mengeluarkan ponselnya dan memutar video ciumannya dengan Axel.
Dada Bella bergemuruh saat melihat suaminya berciuman dengan wanita lain, tapi Bella mencoba tetap tenang. "Kau masih menggunakan cara licik ini Naura? For sure?" kata Bella mengulas senyum mengejeknya.
"Terserah kau mau percaya atau tidak, Tapi aku hanya ingin mengatakan padamu kalau Aku dan Axel sudah melakukannya Bella. Dan karena itulah aku kesini, Aku ingin Axel tanggung jawab karena aku hamil" kata Naura membuat hati Bella seperti di pukul menggunakan tombak besar yang menusuk-nusuk hatinya.
Ia menatap Naura tak percaya. "Omong kosong apa ini Naura? Suamiku tidak mungkin mengkhianati" kata Bella tegas, ia tak ingin percaya begitu saja dengan yang di katakan Naura.
"Mau sampai kapan kau menipu diri sendiri, Bella buka matamu, Axel itu hanya mencintaiku dan dia tak akan rela melepaskan ku. Apalagi sekarang aku sedang mengandung anaknya" kata Naura mengulas senyumnya yang membuat Bella semakin tersulut
"Aku tidak akan percaya padamu!" kata Bella mengepalkan tangannya erat.
"Baiklah, Itu terserah padamu. Tapi aku sudah membawakan ini untuk memuaskan hatimu. Bella bersiaplah kehilangan suamimu" kata Naura menyerahkan sebuah amplop coklat pada Bella namun Bella tak mengambilnya.
"Bermimpi lah Naura, Axel tidak akan meninggalkanku, Tidak akan pernah! Dan terima kasih basa-basinya sekarang keluar dari rumahku!" kata Bella seraya berdiri karena emosinya yang sudah di ubun-ubun.
"Aku akan pergi, tapi aku...
"KELUAR!!!!" Teriak Bella sudah habis kesabarannya, ia menarik tangan Naura dan menyeretnya keluar dan langsung membanting pintu dengan sangat keras.
Bella ingin menangis tapi ia menahannya, Ia tentu tak boleh percaya begitu saja dengan apa yang di katakan wanita ular itu. Bella lalu ingat dengan kertas yang di berikan oleh Naura, ia segera mengambilnya dan membaca surat yang ternyata berisi hasil pemeriksaan rumah sakit. Disana tertulis kalau
Dia benar-benar hamil?
Tiba-tiba Bella merasa kesal sekali pada dirinya sendiri, ia situasi seperti ini. Bella lalu mengambil ponselnya untuk menelpon Axel, tapi ternyata Axel sudah menelepon lebih dulu. Melihat hal itu, Bella malah sengaja mematikan ponselnya, dia rasanya butuh ketenangan sekarang ini.
Dia baru saja akan ke kamar mandi ketika pintu kamar terbuka menampakkan sosok Axel yang berdiri disana. Bella kaget melihat hal itu, Kenapa Axel tiba-tiba di rumah?.
"Kenapa pulang?" kata Bella terkesan dingin dan sedikit ketus. Ia memilih menghindari Axel yang kini berjalan ke arahnya.
"Kenapa tidak menjawab teleponku?" kata Axel menutup pintu rapat lalu mendekati istrinya yang pura-pura sibuk di depan kaca rias.
"Tidak apa-apa" kata Bella acuh.
"Apa ada yang ingin kau katakan padaku?" kata Axel membuka jas miliknya lalu membuka kancing kemejanya hingga menampakkan dada bidangnya.
Bella menatap Axel dari kaca, Ia sempat kaget saat Axel sudah membuka bajunya, tapi karena itu ia malah ingat video ciuman suaminya.
"Tidak ada"
"Aku meninggalkan semua pekerjaanku, karena khawatir denganmu, tapi kau tidak ingin mengatakan apapun padaku" kata Axel kini berdiri tepat di belakang istrinya.
"Aku tidak menyuruhmu pulang!" seru Bella memutar tubuhnya hingga berhadapan dengan Axel yang sialnya malah ia terjebak sorot mata tajam suaminya.
"Apa yang Naura katakan padamu?" ujar Axel membuat Bella sedikit kaget, darimana suaminya tau kalau Naura darisini?. Atau memang sebenarnya mereka berdua sudah janjian?
"Semuanya, Wanita itu mengatakan semua yang terjadi antara kalian berdua. Kau dan dia bahkan sudah memiliki hubungan dan masih saling mencintai" kata Bella langsung meluapkan emosinya. Matanya sudah merah dan basah karena air mata.
"Hanya itu saja?" Axel meletakkan tangannya di kedua sisi tubuh Bella membuat wanita itu terkurung di meja rias.
"Kenapa kau terus bertanya kalau kau sudah tau jawabannya! Berhentilah berpura-pura tidak tau Axel! Bahkan wanita itu sudah hamil anakmu! Dan dia ingin kau tanggung jawab!" kata Bella begitu emosi, hatinya sangat sakit mengatakan kenyataan itu.
Axel mengerutkan dahinya mendengar perkataan Bella, ia malah merasa lucu dan tersenyum membuat Bella bingung.
"Hah, Percuma aku merusak jadwalku, ternyata hanya untuk mendengar hal yang tidak penting" kata Axel menegakkan tubuhnya dan berjalan menjauhi Bella.
"Apa maksudmu tidak penting? Ini penting bagiku, Kau akan memiliki anak dari wanita lain, bagaimana mungkin kau mengatakan hal itu tidak penting!" kata Bella semakin kesal karena Axel tak perduli.
"Bella, Kita sudah bersama cukup lama dan sudah berapa kali aku mengatakan padamu kalau hanya kau wanita yang aku miliki dan aku cintai. Tapi ternyata kau masih saja tak mempercayaiku" kata Axel tersenyum kecut.
"Bagaimana mungkin aku percaya padamu, sedangkan buktinya sudah jelas kalau wanita itu hamil" kata Bella mengambil kertas yang di berikan Naura dan menyerahkannya pada Axel.
Happy Reading.
TBC.