MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
INFO NOVEL BARU ( Gadis Penebus Hutang )



Setelah menyiapkan air hangat untuk Gavin, Elana bergegas memanggil pria itu agar segera mandi. Untung saja tadi ia sempat mengganti bajunya sebelum Gavin kembali, jadi ia tak perlu kerepotan memakai gaun pengantinnya yang sangat berat.


Elana masuk ke dalam kamar, melihat Gavin yang berbaring di kasur. Elana membasahi bibirnya sebentar sebelum memanggil pria itu.


"Air hangatnya sudah siap Tuan," ucap Elana memberitahukan.


Gavin hanya meliriknya sekilas, tanpa mengatakan apapun, Gavin berlalu begitu saja dengan hanya bertelanjang dada. Elana menahan nafasnya saat pria itu lewat di sampingnya, Elana malu karena Gavin tidak memakai baju.


Setelah pria itu masuk, Elana mengendurkan bahunya yang tegang. Ia baru saja akan beranjak ketika mendengar suara Gavin memanggilnya lagi.


"Hei kau! Siapa yang menyuruhmu pergi?" Gavin mengerutkan dahinya seraya memandang Elana tajam.


"Saya Tuan?" tanya Elana menunjuk dirinya sendiri.


"Siapa lagi?" tanya Gavin mengangkat alisnya.


"Memangnya ada apa Tuan? Apa suhu airnya kurang pas?" tanya Elana menebak apa alasan Gavin memanggilnya lagi.


"Mandikan aku," ucap Gavin terdengar santai tanpa beban.


Namun, tidak untuk Elana yang membulatkan matanya lebar-lebar. Perintah konyol apalagi ini? Mana bisa ia memandikan seorang pria, sedangkan Elana sendiri tidak pernah melihat seorang pria te lan jang. Bertelanjang dada saja ia baru melihat Gavin kaki ini.


"Dasar gadis bodoh! Kenapa kau hanya diam saja!" Gavin membentak kesal melihat Elana yang lagi-lagi bengong.


"Maaf Tuan, tapi apakah saya harus memandikan Anda? Anda bisa mandi sendiri bukan?" ucap Elana memberanikan dirinya menolak permintaan Gavin yang ia rasa tidak masuk akal.


"Kau pikir siapa dirimu berani mengaturku?" sentak Gavin memandang Elana penuh emosi.


"Ma-maf Tuan," ucap Elana sedikit meringis karena cengkraman Gavin yang sangat kuat.


"Apa aku perlu mengingatkanmu kembali bagaimana posisi mu saat ini? Kau hanya wanita yang di jual untuk melunasi hutang keluargamu, jadi jangan coba-coba melawan perintahku!" ujar Gavin terus menekan dagu Elana.


"Maaf," Elana tak tahu harus berkata apalagi, ia saat ini menahan sekuat tenaga air matanya agar tidak menangis di depan Gavin.


"Simpan saja air matamu itu, dan jangan pernah bermimpi untuk berdiri di sampingku, karena posisimu akan selalu dibawah dan selamanya akan menjadi gadis penebus hutang bagiku," sergah Gavin menghempaskan wajah Elana kasar.


Elana mengusap air matanya yang keluar tanpa di cegah, ia lalu memandang Gavin dengan tatapan sendunya.


"Kau boleh memandang rendah diriku Tuan, aku tidak akan marah, karena memang itulah aku," ucap Elana sangat sadar sekali posisinya saat ini.


Ia memang hanya gadis yang dijual oleh ibu kandungnya sendiri untuk melunasi hutang. Jadi julukan itu memang sangat pantas untuknya, meski semua ini menyakitkan, tapi memang itulah kenyataannya.


"Jangan banyak bicara, lakukan saja tugasmu. Jangan buat aku rugi karena membeli barang yang tidak berguna," ucap Gavin tak sadar jika perkataannya itu sangat melukai hati Elana.


*****


Penasaran sama ceritanya? Cuss langsung meluncur ke profil author.