MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
(S2) Berikan Anakku.



"Nathan!!"


Dio segera berlari mengejar Nathan yang membawa anaknya, ia kaget melihat pria itu sudah keluar dari penjara. Kenapa Nathan bisa keluar? Bukankah seharusnya hukumannya masih beberapa tahun?


Nathan terus berlari dengan membawa anak Dio, ia menabrak beberapa orang yang berlalu lalang disana. Banyak orang berteriak saat melihat hal itu, Nathan yang melihat Dio mengejarnya segera menarik brankar yang ada disana lalu mendorongnya ke arah Dio untuk menghalangi pria itu.


Dio tampak sangat emosi dan menendang brankar itu dengan keras. "BERHENTI NATHAN!!!" teriak Dio.


Perawat yang tadi juga berteriak-teriak minta tolong kepada petugas kemananan disana. Suasana sangat riuh membuat Karin yang berada di dalam ruangan kebingungan dan kaget.


"Ada apa?" tanya Karin merasa ada yang aneh, perasannya juga tak enak.


"Saya akan melihatnya" kata Dokter berjalan keluar untuk melihat keadaan tapi seorang perawat yang membawa bayi Karin tadi masuk dengan tergesa.


"Ada apa ini?" kata Karin lagi semakin cemas, sepertinya ada yang tidak beres.


"Nyonya, Nyonya bayi anda di culik" kata perawat itu panik sekali.


"Apa?? ini tidak mungkin! Kau bohong, kembalikan anakku" Karin berteriak histeris saat mendengar anaknya di culik.


"Nyonya tenang dulu...."


"Aku mau anakku, bawa aku menemui anakku" kata Karin mencoba bangkit meskipun rasa sakit bekas melahirkannya sangat terasa, tapi ia tak perduli, ia ingin bertemu anaknya sekarang.


"Anda mau apa Nyonya? Keadaan anda belum sembuh" kata Dokter mencegah Karin yang ingin turun dari ranjang.


"Aku tidak perduli, bawa aku kesana sekarang" kata Karin masih sangat histeris, air matanya sejak tadi sudah lolos membasahi wajahnya.


Di luar, Dio masih terus mengejar Nathan yang menjatuhkan semua barang untuk menghalangi Dio, tapi Dio tak semudah itu menyerah, apapun yang terjadi, ia harus menjaga anaknya bahkan jika di butuhkan, ia akan menukar nyawanya untuk anaknya asalkan anak mereka selamat.


Nathan terus berlari, tapi sialnya ia berlari ke lorong yang buntu membuat ia tak bisa ke mana-mana, di depannya ada dinding kaca yang luas, lalu ia melihat kanan kiri dan keamanan sudah mengepung dirinya, Nathan lalu menatap Dio yang berjalan ke arahnya, ia segera mengeluarkan pistol dari balik saku bajunya dan mengacungkannya pada Dio.


"Nathan! Kembalikan anakku" kata Dio sangat emosi namun menahannya, saat ini ia harus berhati-hati karena anaknya berada di tangan Nathan.


"Tidak akan, kalau kau mendekat, aku akan membuang anak ini ke bawah" kata Nathan mengancam, semua orang disana kaget dan berhenti, Dio pun begitu, ia menghentikan langkahnya satu langkah di depan Nathan.


Dio mengamati penampilan Nathan yang sangat berubah, tak lagi rapi seperti dulu, rambutnya gondrong dan wajahnya tampak tak terawat, kumis dan jenggotnya juga sudah memanjang, Bagaimana Nathan bisa kabur dari penjara? pikir Dio.


"Berikan anakku, Aku mohon padamu, Aku akan memberikan semua yang kau mau, tolong kembalikan anakku" kata Dio membuang harga dirinya untuk memohon pada Nathan, ia sudah tak memikirkan apapun lagi.


"Nathan!!! Kembalikan anakku" teriak Karin histeris saat melihat pemandangan di depannya.


Dio langsung menoleh dan kaget saat melihat Karin berada disana, wanita itu duduk di kursi roda dengan infus yang masih menancap, wajahnya pun sangat pucat sekali. Karin baru saja melahirkan, tapi harus melihat hal seperti ini, Dio merasa miris, ia menjadi tak berguna sebagai seorang suami dan seorang Ayah.


"Hai Karin, Aku senang sekali bisa melihatmu lagi, tapi sayangnya kau sudah mematahkan hatiku, kenapa kau tidak menjenguk ku di penjara, aku sangat merindukanmu" kata Nathan dengan wajah sedihnya.


"Nathan, tolong kembalikan anakku, dia tidak punya salah apapun, tolong Nathan" kata Karin menangis keras saat melihat tangisan putri kecilnya.


"Tidak, aku tidak akan menyerahkannya pada kalian, aku akan membawa anak ini pergi" kata Nathan kembali memasang wajahnya yang mengerikan.


"Jangan lakukan itu, ganti saja dengan diriku Nathan, bunuh saja aku agar kau puas, jangan sakiti anakku" kata Dio membuat Nathan mengalihkan pandangannya kepada pria itu.


Nathan tertawa puas saat melihat hal itu. "Kau pikir aku mau? Aku sudah tidak ada niat untuk membunuhmu Dio, aku akan membawa anak ini, tenang saja, aku pasti akan merawatnya, dia pasti akan tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, aku akan menikahinya untuk menggantikan mu Karin, tak masalah aku harus menunggu selama 17 tahun lagi" kata Nathan memandang wajah Jingga yang terus menangis hingga pipinya tampak memerah.


"Jangan! Jangan Nathan, aku mohon! Bawa saja aku, Jangan bawa anakku" kata Karin langsung menjatuhkan dirinya dari kursi rodanya, mengabaikan rasa nyeri, sakit, dan tenaganya yang sudah tak ada. Sakit bekas melahirkan dan bekas jahitan tak lagi dirasa meskipun kini tubuhnya bergetar hebat saat lututnya menghantam lantai dengan keras.


"Karin, apa yang kau lakukan" kata Dio kaget melihat istrinya, ia langsung membatu wanita itu tapi Karin menolak.


"Nathan, bawa saja aku, kau menginginkanku kan, bawa saja aku Nathan" kata Karin memohon pada Nathan dengan air matanya yang terus mengalir.


"Tidak! Tidak! Bunuh aku saja Nathan, Maka semua masalah akan selesai, Kau membenciku kan? bunuh aku sekarang" kata Dio mendekati Nathan dan berhenti tepat di hadapan pria itu.


Nathan yang melihat pemandangan itu tersenyum senang, ia menatap Dio yang kini berada tepat di hadapannya, ia memang sangat membenci pria ini karena Dio lah sumber penderitaan dirinya.


"Apa kata-kata terakhirmu" kata Nathan mengarahkan pistol itu tepat di kepala Dio. Karin menjerit histeris namun juga tak berdaya, ia ingin merangkak menuju Dio tapi kakinya sangat lemas.


"Aku sangat mencintai Karin, Aku akan memberikan segalanya untuk dia bahkan nyawaku sekalipun" kata Dio menatap lurus mata Nathan.


"Kau ba ji ngan" Wajah Nathan tampak emosi saat Dio mengatakan hal itu.


"Aku memang ba ji ngan, tembak aku sekarang juga brengsek!!!!" teriak Dio mencoba memainkan emosi Nathan, ia tau pria itu gemetaran memegang pistolnya.


Nathan tampak mengeraskan wajahnya. "Aku akan membunuhmu!!" kata Nathan langsung menarik pelatuk pistolnya tapi dia kalah cepat karena Dio lebih dulu menangkap tangannya dan mengarahkannya ke atas hingga te mba kan pertama mengenai atap.


Happy Reading.


Tbc.