MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Beraninya Kau!!



Mereka berjalan bersama seraya mengobrol ringan. Sampai tak terasa, Axel sudah ada di depan kamar Vila nya. Tapi ia sedikit mengerutkan dahinya saat melihat pintunya tak tertutup rapat. Seingatnya tadi ia menutup rapat.


"Ada apa?" tanya Indra saat melihat Axel terdiam.


"Seinget gue, Gue nutup pintunya rapet. Nggak kayak gini" kata Axel bergegas masuk.


Ia mengerutkan dahinya melihat ruang tamu Vila yang cukup berantakan. Kenapa bisa seperti ini. Ia lalu mempercepat langkahnya untuk masuk kedalam kamar. Dan matanya membesar mendengar suara isak tangis yang sangat jelas ia kenal.


"Axel...."


Nama itu berulang kali lolos dari mulut Bella hingga suaranya hampir habis. Suara istrinya terdengar begitu keras di telinga Axel.


"Rafael!!!"


Dengan penuh amarah Axel langsung menendang kepala Rafael yang saat ini mencoba memaksa istrinya. Lelaki itu langsung tersungkur jatuh kelantai namun Axel tak membiarkannya begitu saja. Ia menarik tubuh pria itu dan menghajarnya tanpa ampun.


"Beraninya kau menyentuh Istriku!!" Teriak Axel sangat marah di iringi tendangan yang sangat keras di perut Rafael membuat pria itu menjerit kesakitan. Tapi Axel tak perduli, Amarahnya sudah di ubun-ubun dan darah mendidih.


"Axel! Kau bisa membunuhnya!!" Indra datang membawa sekuriti vila saat melihat apa yang terjadi tadi. Ia mencegah saat Axel menghajar Rafael tanpa ampun.


"Diam kalian!!" Bentak Axel mendorong tubuh Indra dan kembali menarik kerah baju Rafael.


Ia tak terima siapapun menyentuh istrinya. Ia tak berkali-kali menarik tubuh Rafael dan menghajarnya terus sampai pria itu tak bisa melawan. Bahkan kini mulut dan hidungnya sudah mengeluarkan darah.


"A..x...e..l...." Rafael mencoba berbicara tapi hal itu tak meredam amarah Axel sedikit pun.


"Kau sudah berani menyentuh istriku! Kau juga sudah mecoba melecehkannya! Rafael! Aku tidak akan mengampuni mu!!!" Axel berteriak sekuat tenaga dan mengambil vas bunga diatasnya.


Ia ingin menghantam kan ke kepala Rafael tapi melihat Bella yang menangis ketakutan ia membanting vas itu hingga hancur berkeping-keping. Axel menghampiri Bella dan langsung memeluknya erat.


"Apa kau tidak apa-apa?" tanya Axel.


Bukannya menjawab, Bella malah semakin menangis dan memeluk tubuh Axel dengan erat. Tubuhnya masih bergetar ketakutan membuat Axel bisa merasakan saat ia memeluknya. Tapi saat Axel melihat pundak istrinya yang merah dan sudut bibir wanita itu terluka, pipi Bella pun masih merah karena bekas tamparan Rafael tadi. Amarah Axel kembali memuncak.


"Rafael! Kau benar-benar ba ji ngan! Aku akan membunuhmu!!" Axel mengambil salah satu hiasan yang ada di sana dan ingin mengajar Rafael kembali.


"Axel jangan gila! Dia udah sekarat gini!" Teriak Indra menghalangi Axel yang sudah kesetanan.


"Minggir! Aku tidak perduli! Dia sudah berani melecehkan istriku! Aku tidak akan mengampuninya!" Teriak Axel mendorong tubuh Indra.


Sekuriti yang dibawa tadi ikut membantu mencegah Axel untuk tak menghajar Rafael lagi, tapi Axel masih belum puas sebelum ba ji ngan itu mati.


Dengan kaki gemetar, Bella menghampiri Axel dan menyentuh lengan suaminya. Ia menggelengkan kepalanya dengan wajah penuh air mata.


"Jangan By.." ucap Bella menarik nafas sesegukan. Suara wanita itu hampir habis. Mata wanita itu juga sembab membuat matanya menyipit.


Axel melihat wajah istrinya yang penuh air mata. Sumpah demi apapun ia sangat tak tega melihat istrinya ketakutan seperti ini. Axel segera membanting hiasan itu dan kembali memeluk istrinya erat. Ia tak henti menciumi kepala Istrinya.


"Jangan takut.. Jangan takut sayang..sudah ada aku" bisik Axel dengan suara memberat. Sudut matanya terlihat basah karena melihat istrinya yang kacau.


"Axel!" panggil Indra.


"Dengarkan aku dulu, Bawalah Bella ke kamar ku, Biar sekuriti membersihkan tempat ini" kata Indra.


Axel mengangguk mengiyakan. Ia lalu menatap istrinya yang masih menangis. Axel langsung menggendong tubuh Bella untuk di bawa pergi, tapi sebelumnya ia menatap Indra yang tau arti tatapan sahabatnya.


"Aku akan mengurusnya" Kata Indra dengan pasti.


Sesampainya di kamar Vila Indra, Bella masih menangis meskipun jarang. Axel masih memeluk dan menenangkannya.


"By..aku mau pulang" kata Bella masih dengan isakan tangisnya. Tangannya sangat dingin karena masih sangat takut.


"Iya, Kita akan pulang besok..


"Sekarang by! Aku mau pulang sekarang!" Bella kembali histeris membuat Axel kembali merengkuh tubuhnya.


"Kita pulang sekarang...Sttt...Tenang sayang...." Axel kembali membisikan kalimat indah untuk mengurangi ketakutan yang Bella rasakan.


"By, Jangan tinggalkan aku lagi By, Aku..Aku..."


"Tidak, Aku tidak akan meninggalkan kau lagi sayang, Tidak akan pernah" kata Axel kembali menghujani ciuman di bagian tubuh istrinya yang bisa di jangkau.


"Sekarang pakai Bajuku dulu ya, Udaranya sangat dingin, tidak bagus untukmu"kata Axel membalut tubuh Istrinya dengan Sweater miliknya.


Axel dengan telaten menguncir rambut Istrinya yang sangat berantakan. Hatinya semakin sakit saat melihat bibir Bella yang terluka. Ia benar-benar tak akan mengampuni Rafael sampai kapanpun.


Setelah Bella sedikit tenang, Axel segera menghubungi Bram untuk mengirimkan helikopter untuknya karena mereka sudah terlambat untuk ikut penerbangan. Ia tak perduli dengan alasan yang Bram katakan untuk menunda penerbangannya.


"Pokoknya aku malam ini ingin pulang, dan kau harus mempersiapkannya!" ucapnya lagi dengan penuh penekanan lalu mematikan sambungan teleponnya.


Axel kembali ke kamar dan melihat istrinya yang menjalin jari tangannya menjadi satu. Terkadang wanita itu mengigit kukunya, ketakutan masih sangat jelas dimatanya. Axel kembali memberikan pelukan hangat.


"Kita akan pulang setelah ini" bisik Axel lagi namun tak dijawab oleh Bella.


Pikiran wanita itu melayang pada saat kejadian tadi, Bagaimana Rafael menyentuhnya dan perlakuan kasar pria itu masih sangat membekas di ingatan Bella. Tanpa sadar air matanya kembali menderas dan menangis kencang.


"By....Aku..By...Aku ...tadi.. Dia.. Pria ... itu" mulutnya tak lagi bisa berucap.


"Sttt....Mana yang si sentuh ba ji ngan itu?" Axel menatap istrinya dengan mata yang sama basahnya.


"Ini?" Axel menunjuk bibir Bella dan langsung menciumnya dengan lembut. Ia ingin menghilangkan bekas ciuman ba ji ngan itu di tubuh istrinya.


"Ini?" Axel kembali menunjuk pipi dan bagian tubuh Bella yang lainnya dan ia menciumi seluruh tubuh Istrinya dengan penuh cinta.


Bella menangis saat Axel melakukan hal itu. Tapi hatinya merasa sedikit tenang karena perlakuan Axel yang sangat manis. Pria itu tak henti membisikan kalimat indah penuh cinta membuat Bella terhipnotis untuk menutup matanya. Axel yang melihat istrinya tidur segera merebahkan wanita itu dan menyelimuti tubuhnya.


"Aku mencintaimu" bisik Axel mengecup lembut kening istrinya sebelum pergi mengurus bedebah sialan itu.


Happy Reading


Tbc