
Bella tak bisa menyembunyikan binar kebahagiannya. Setelah tadi Axel mau berdesak desakan di bus. Sekarang pria itu harus kembali berdesakan untuk membeli tiket masuk. Pengunjung sangat ramai, padahal bukan hari libur. Setelah antrian yang cukup panjang akhirnya Axel mendapatkan tiketnya.
Hah! Seharusnya ia tak perlu antri karena Axel bisa saja dengan mudah mendapatkannya. Apalagi ia juga punya saham di taman hiburan ini. Tapi ia tak bisa melakukannya karena pastinya Bella akan melarang.
"Ayo" ujarnya pada Bella yang sejak tadi menunggunya.
"Ya, Aku sudah tak sabar" sahut Bella sangat antusias.
Axel hanya bertampang datar. Tangannya sudah di tarik oleh Bella yang begitu semangat ingin mencoba wahana permainan. Begitu masuk ia langsung tertarik ingin naik wahana Hysteria.
Wahana itu akan membuat penumpangnya menjerit histeris. Wahana itu cukup ekstrim karena penumpang akan dibawa keatas dan kebawah dalam waktu singkat. Hal itu tentu sangat menguji nyali. Dan Bella sangat ingin mencobanya.
"Aku ingin naik itu" ujarnya pada Axel.
"Tidak bisa" tolak Axel dengan tegas. Wahana itu sangat ekstrim. Ia juga membaca kalau wahana itu tidak untuk ibu hamil.
"Kenapa tidak bisa?" protes Bella cemberut.
"Ini bukan untuk ibu hamil, yang lain saja" kata Axel menjelaskan.
Bella tampak masih kesal namun ia menerima saja. Ia kembali mengitari taman rekreasi itu. Lalu pandangannya beralih pada wahana Turbo Drop. Di khususkan untuk pecinta ketinggian. Turbo Drop akan menjatuhkan penumpang dari ketinggian delapan meter dalam waktu sekejab dan tiba-tiba. Wahana ini juga memutar-mutar penumpang beberapa kali.
"Itu juga tidak boleh" Axel kembali melarang karena alasan yang sama.
"Semua tidak boleh, lalu aku bolehnya naik apa" kesal Bella karena Axel melarangnya terus. Lalu untuk apa mereka kesini jika hanya menonton saja. pikirnya.
"Tidak tau, Coba kita cari yang lain" kata Axel cukup tak tega juga melihat wajah Bella yang begitu ingin naik wahana itu.
Bella tak menyahut tapi dia menurut dan mencari wahana yang lainnya. Dan seketika saja ia langsung tertarik dengan wahana Halilintar. Wahana itu juga termasuk ekstrim karena biasa disebut roller coaster. Dengan lintasan yang dibuat berputar-putar terbalik dan berliku-liku dengan kecepatan tinggi.
"Aku ingin naik itu" kata Bella lagi. "Kalau kau melarang ku, aku akan marah dan tidak mau berbicara denganmu" sambungnya sebelum Axel sempat memprotes.
Axel menghela nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan. Bella ini sangat keras kepala, padahal tau itu wahana ekstrim tapi malah ingin naik. Tapi mendengar ancaman Bella membuat Axel mati kutu.
"Baiklah, satu kali ini saja" ucap Axel terpaksa menyetujui.
Bella langsung kegirangan. Ia langsung masuk dan kedalam antrian. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Bella bisa menaiki wahana itu. Axel masih diam saja dan mengikuti. Tapi ia memasangkan alat pengaman untuk Bella.
"Jangan terus bertampang dingin seperti itu. Nanti orang pikir kita sedang bertengkar lagi" bisik Bella melirik wajah Axel. "Ayo, senyum dong. Kau sangat manis jika tersenyum" kata Bella tanpa ragu.
Axel hanya menarik salah satu sudut bibirnya membuat senyum tipis yang tak terlihat.
"Jangan-jangan kau tidak bisa tersenyum ya" ejek Bella dengan sengaja.
"Mungkin"
"Dasar! Tuan es batu, Senyum saja tidak bisa. Sebenarnya apa yang kau bisa" kata Bella lagi.
Axel sudah selesai memasangkan sabuk pengaman pada Bella. Lalu ia menatap Bella yang sejak tadi menggerutu. "Yang aku bisa hanya mencintaimu.. mencintaimu..dan mencintaimu" kata Axel dengan tatapan mautnya.
Bella langsung tersipu dan salah tingkah. "Gombal banget sih, Apa kau tidak bisa serius" kata Bella menutupi kegugupannya.
"Aku serius"
"Ya ya baiklah" sahut Bella acuh tak acuh.
Tak selang berapa lama wahana Halilintar itu di jalankan membuat Bella sedikit tegang. Awalnya keretanya berjalan pelan saat naik, tapi begitu turun langsung begitu cepat membuat Bella berteriak antara kaget namun juga senang.
Axel hanya diam saja melirik Bella yang terus saja berteriak saat wahana itu diturunkan. Namun dalam hatinya ia ikut senang karena Bella bisa tertawa lepas. Hingga beberapa putaran, akhirnya wahana itu berhenti.
"Ah.. Diatas tadi sangat menakutkan" kata Bella tampak begitu lega dan puas.
"Apa kau senang?" tanya Axel yang sebenarnya tak perlu jawaban. Karena dari wajahnya saja, Axel bisa tau kalau Bella bahagia.
"Sangat senang. Hari ini adalah hari terindah dalam hidupku" kata Bella menatap Axel dengan sendu.
"Benarkah?"
"Ya, Kau tau Axel. Sejak kecil aku jarang diajak ketempat seperti ini. Orang tuaku selalu melarang karena alasan takut kenapa-napa. apakah itu tidak terdengar lucu" kata Bella sedikit senyum kecut. Ingat bagaimana protektifnya orang tuanya dulu.
"Itu hal bagus. Mungkin mereka tau kalau putrinya sangat ceroboh" celetuk Axel asal saja.
"He? Kenapa kau mengataiku ceroboh?" protes Bella tak terima.
"Ya apa lagi? Kalau saja tadi aku tidak melarang mu menaiki wahana tadi. Kau pasti akan naik dan membahayakan keselamatanmu sendiri. Apa itu namanya kalau bukan ceroboh" kata Axel lagi.
"Kau berlebihan. Buktinya semua orang tidak apa-apa setelah naik itu" kata Bella tak mau kalah.
"Tapi mereka tidak hamil. Bella tolong mengertilah. Saat ini ada nyawa lain yang harus jaga. Bella bisakah kau berjanji padaku" kata Axel memandang Bella teduh. Ucapannya terdengar begitu lembut.
"Eh, Berjanji apa?" tanya Bella tak mengerti.
"Berjanjilah untuk selalu baik-baik saja. Aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri jika sesuatu terjadi padamu" kata Axel masih dengan suara lembutnya. Ia memegang kedua lengan Bella agar wanita tau kalau ia benar-benar serius.
"Baiklah" kata Bella mengangguk saja meskipun tak begitu mengerti apa yang diucapkan Axel.
"Bagus. Kau sangat imut jika menurut seperti ini" kata Axel seraya mengacak-acak rambut Bella dengan gemas.
"Ih, Axel jangan seperti itu. Rambutku kusut nih" protesnya menutupi kegugupan yang melanda karena tingkah manis Axel.
"Tidak apa-apa. Kau ingin main apa lagi" kata Axel menatap Bella yang tampak bingung.
Bella menatap sekelilingnya bingung ingin bermain apa. Namun Bella baru sadar jika sejak tadi mereka berdua menjadi pusat perhatian. Apalagi beberapa wanita memandang Axel tanpa sembunyi-sembunyi. Tampak sekali mereka terpana oleh ketampanan Axel. Entah kenapa Bella merasa tak suka ada seseorang yang menatap kagum pada Axel.
"Apa kau punya masker?" ucapnya seraya mendengus kecil.
"Masker untuk apa?" tanya Axel bingung.
"Untuk menutupi wajahmu" kata Bella dengan ketus.
"Memangnya kenapa dengan wajahku? Apa aku terlihat aneh" Kata Axel mengerutkan dahinya.
"Tidak. Lihatlah sekelilingmu, para wanita itu selalu menatapmu. Aku tak menyukainya" kata Bella dengan kesalnya dan menatap para wanita itu sinis.
****
Likenya jangan kelewatan ya kak 😂
Happy Reading
TBC