MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Ingkar Janji.



Hari berlalu dengan cepat, Roda kehidupan terus berputar silih berganti. Tak terasa sudah satu bulan lebih setelah pertemuannya dengan Naura waktu itu. Axel dan Bella sudah melupakan hal itu dan kembali melanjutkan kehidupan rumah tangganya yang harmonis.


Seperti biasa, setiap pagi Bella akan mengantarkan suaminya sampai depan pintu dan Axel akan berlama-lama memeluk atau sekedar berbicara dengan anak dikandungan Bella yang kini tumbuh dengan sangat sehat.


"Sedang apa dia hari ini?" Tanya Axel menempelkan telinganya merasakan tendangan kecil dari sang buah hati.


"Lihatlah, dia benar-benar anakmu. Dia selalu menendang saat mendengar suaramu" kata Bella tersenyum manis menggoda suaminya.


Axel tertawa mendengar hal itu. "Baik-baik didalam Boy, Jangan menyusahkan Mama" kata Axel mencium lembut perut istrinya.


"Kenapa selalu menyebutnya Boy, Kita kan belum tau jenis kelaminnya" kata Bella masih dengan tawa manisnya.


"Aku sangat yakin kalau anak kita laki-laki" kata Axel mengerling pada istrinya.


"Kenapa kamu bisa begitu yakin By? Dia bahkan masih dalam kandungan"


"Kamu meragukan ku Nyonya? Kita lihat, tebakan ku pasti benar, karena insting ku tak pernah meleset" kata Axel memeluk tubuh istrinya mesra.


"Apa? Mau lagi?" kata Bella saat Axel menciumi lehernya.


"Iya, Kemarin malem nggak jadi karena kamu tidur" kata Axel padahal sudah siap dengan setelan jasnya.


"Suka aneh-aneh aja, Udah sana berangkat. Nanti terlambat" kata Bella mencoba melepaskan diri dari suaminya.


"Masih ada waktu 30 menit" kata Axel kembali mendorong tubuh istrinya agar masuk kedalam rumah.


Axel langsung mencium bibir istrinya dan dengan tergesa, tangannya sudah sangat hafal darimana dulu ia akan melucuti pakaian istrinya. Bella pun sama, Ia ikut membantu suaminya untuk membuka dasi dan kemejanya.


Axel segera merebahkan tubuh istrinya di sofa ruang tamu.


Dengan rambut yang sudah tersisir rapi dan bau pomade yang segar, Axel mengayunkan tubuhnya di atas sang istri. Beberapa saat kemudian kedua sudah memakai pakaian kembali dengan gerakan tergesa.


Bella berdecak kesal saat melihat Axel dengan mudah kembali memakai kemejanya. Sedangkan Bella, Rambutnya kusut dan makeupnya berantakan hingga lipstiknya belepotan sampai ke pipi.


"Sayang, Aku berangkat dulu. Nanti sore jam 6 kan, Aku usahain pulang cepet" kata Axel setelah dirinya siap dan sudah terlihat rapi.


"Kalau nggak bisa pulang cepet nggak apa-apa By, Aku bisa kok meriksain kandungan sendiri. Lagian juga udah ada supir" kata Bella merapikan dasi suaminya yang tidak simetris.


"Enggak enggak, Sama aku aja. Aku juga pengen lihat anak aku, Nanti aku janji pulang cepet, Sekarang aku berangkat dulu" kata Axel mencium kening Bella sebelum berlalu pergi untuk berangkat bekerja.


Sesampainya di kantor semua karyawan tampak menatap dirinya. Tapi pandangan mereka terlihat berbeda dari biasanya.


"Axel!!"


Axel menoleh saat mendengar suara sesorang memanggilnya. "Indra? Ada apa?"


"Gue mau bahas tentang proyek kemarin" kata Indra.


"Oke, Di ruangan gue aja" kata Axel menyetujui saja.


"Kelewat enak banget ya sampek nggak sadar gitu" kata Indra dengan nada mengejek.


"Sana ngaca, Gue tunggu di ruangan lo" kata Indra seraya mengerlingkan matanya sebelum mendahului Axel untuk masuk keruangannya.


Axel masih tak mengerti, tapi ia segera masuk kedalam toilet dan melihat wajahnya. Axel begitu kaget saat melihat di sekitar bibirnya terlihat merah karena lipstik Bella saat mereka berciuman tadi. Pantaslah semua orang menatap dirinya aneh.


****


Bella sudah terlihat rapi untuk memeriksakan kandungannya. Tadi suaminya itu sudah menghubunginya dan mengatakan sudah dalam perjalanan pulang. Bella memutuskan menunggu di ruang tamu seraya bermain ponsel, Ia membuka aplikasi Instagram untuk melihat status teman-temannya. Tapi ada yang menarik perhatiannya, Ia mempunyai pengikut baru.


NauraSalsa_71


Bella langsung tau jika itu adalah akun Instagram mantan kekasih suaminya. Sepetinya wanita itu sedang kepo dengan dirinya. Bella menarik sudut bibirnya, ia segera balik mengikuti akun itu dan merubah foto profilnya dengan fotonya bersama Axel yang paling mesra.


"Kenapa lama banget ya, Katanya tadi udah perjalanan" ucap Bella saat suaminya tak juga muncul. Padahal sudah hampir satu jam ia menunggu.


Bella mencoba menghubungi nomor suaminya. "Kok malah nggak aktif sih?" ucap Bella lagi saat mendengar suara operator diseberang sana.


Ia terus mengulanginya hingga beberapa kali, tapi hasilnya masih nihil. Bella masih menunggu tapi Axel masih belum muncul sampai jam sepuluh malam. Untuk pertama kalinya setelah menikah, Axel mengingkari janjinya sendiri.


"Kamu bohong By" ucap Bella seraya mengusap air matanya yang menetes.


*****


Axel baru pulang saat tengah malam, Wajahnya terlihat begitu lelah. Saat masuk kedalam kamar, dilihatnya Bella sudah tidur dalam dengan posisi miring. Axel tau kalau posisi itulah yang paling nyaman untuk istrinya saat ini.


Setelah membersihkan diri, Axel langsung merangkak ke tempat tidur dengan gerakan pelan agar tak membuat istrinya terbangun. Ia memeluk tubuh Bella pelan dan mengusap-usap perutnya. Sebuah kegiatan favorit yang sering dilakukannya setiap malam.


"Baru pulang?" kata Bella yang sebenarnya sejak tadi belum tidur.


"Kamu belum tidur?" Axel sedikit kaget saat mendengar suara istrinya.


"Darimana aja?" Bella mengabaikan pertanyaan Axel.


"Maaf, Aku tadi ada urusan penting. Aku nggak sempet bilang karena hapeku low bat. Kita ke dokternya besok aja ya, aku jan


"Kalau nggak bisa ya udah, Aku juga nggak pernah minta di temenin. Nggak usah bilang janji kalau nanti ujung-ujungnya nggak di tepatin. Aku semaleman udah nunggu kamu pulang, tapi kamu nggak dateng. Kamu nggak pernah ngerasain gimana capeknya aku By" kata Bella tak bisa membendung air matanya. Bukan dia yang minta untuk di antar, tapi Axel sendiri yang berjanji padanya.


"Maaf sayang, Aku nggak ada maksud mengingkari janji. Aku jadi buat kamu nangis gini. Maafin aku ya" Axel mengeratkan pelukannya dan mencium rambut istrinya. Karena merasa sangat bersalah.


"Kamu nggak salah, Ini semua salah aku karena ngerepotin kamu, Harusnya aku bisa lebih mandiri agar tidak membuang waktumu" kata Bella masih terisak-isak.


"Sayang, Kamu ngomongnya kok gitu sih. Kamu nggak pernah ngerepotin aku sama sekali. Kamu itu istri aku, dan sudah seharusnya kamu bergantung pada aku. Aku memang suami yang nggak becus yang, maaf aku memang belum bisa menjadi suami yang baik untuk kamu" kata Axel merasa nyeri dihatinya saat melihat wanita yang di cintanya menangis karena ulahnya.


"Maafin aku yang. Aku salah karena udah ingkar janji, Maafkan aku " ucap Axel lagi mengulangi kata-kata itu terus menerus namun Bella sama sekali tak menyahut. Ia sudah terlampau kecewa dengan Axel.


Happy Reading.


Tbc.