MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Dimana Aku Bisa Menemukanmu



"Memberi Lo kesempatan?" Bella tersenyum sinis mendengar ucapan Dio. "Bagi gue nggak ada maaf buat pengkhianat kayak Lo" ucapnya pedas.


"Bel, please aku janji nggak akan ngulangin hal kaya gini lagi, kemarin aku khilaf" ucap Dio lagi dengan nada meyakinkan.


"Khilaf Lo bilang? Dengan cara Lo berani bawa cewek ke apartemen Lo, itu buat gue merasa Lo nggak Khilaf, malah Lo kelihatan enjoy aja tuh" Bella menatap muak pada Dio, alasan khilaf? klise sekali.


"Ini nggak seperti yang kamu lihat sayang" kata Dio mencoba menggapai tangan Bella namun Bella terus menghindar. "Kita udah kenal lama, kamu pasti tau sifat aku kaya gimana, lagipula selama ini kamu nggak mau aku aja ML, jadi aku nggak bisa mengontrol diri aku"


Ucapan Dio bukannya meredam amarah Bella malah membuat dirinya semakin terbakar. "Oh jadi selama ini Lo ngejalin hubungan sama gue buat ada timbal balik gitu? Kenapa semua cowok cuma mentingin nafsunya aja?


Apa nggak bisa ya Lo cinta sama gue dengan tulus?" Bella menatap Dio dengan penuh kekecewaan, matanya terlihat berkaca-kaca membuat Dio semakin merasa bersalah.


"Bukan gitu sayang, maksud aku itu harusnya kamu ngertilah keinginan aku kayak gimana? kalau aja kamu mau, Pasti aku nggak akan mencari wanita lain" kata Dio lagi.


"Aku nggak nyangka Lo bisa se egois ini" Bella menggelengkan kepalanya tak habis fikir dengan pemikiran Dio. "Mendengar perkataan Lo semakin membuat gue yakin, kalau keputusan gue sangat tepat untuk mengakhiri hubungan kita" kata Bella seraya bangkit dari duduknya.


Dio menarik tangan Bella hingga wanita itu menatapnya tajam. "Lo bilang gue egois? Lalu gimana dengan Lo? Apa ini yang Lo Namain cinta? Cinta itu butuh pengorbanan bel" Suara Dio meninggi membuat Bella sedikit kaget. Bahkan kali ini keduanya menjadi pusat perhatian mahasiswa lain.


"Maksud Lo apa ngomong gitu? Gue harus ngorbanin milik gue yang berharga buat cowok brengsek kayak Lo gitu" sahut Bella tak kalah kerasnya.


"Iya, itu emang harus Lo lakuin untuk bukti cinta Lo ke gue" kata Dio menatap Bella dengan serius.


"Cih, nggak Sudi gue, mending kita putus kalau harus ngelakuin hal konyol kayak gitu" kata Bella seraya menyentak tangan Dio dengan kasar. Dia hendak berlalu meninggalkan mantan kekasihnya yang membuat harinya begitu buruk.


Dio merasa sangat kesal karena tak bisa mempertahkan Bella. Dia terus menatap Bella dengan tatapan tajamnya hingga dia menyadari sesuatu yang terlihat mengusik perhatiannya. Mata Dio membesar melihat tanda merah di tengkuk Bella, dia sangat mengenal tanda seperti itu karena dia sering melakukanya. Tapi bagaimana Bella bisa mempunyai tanda itu?. Apa jangan-jangan malam itu Bella....


****


Indra Jaya Group


Hari ini dia banyak sekali pekerjaan karena perpindahan kekuasaan ini banyak menyita waktunya. Apalagi sekarang ayahnya sudah tak lagi mau ikut campur membuat Axel semakin sibuk. Dia baru saja menandatangi beberapa berkas penting dari sekretarisnya.


"Kenapa kau diam saja? Apa kau tak bisa mendengar" ucapnya lagi dengan tegas. Tatapannya begitu dingin pada wanita yang kini tersenyum manis padanya.


"Ah, iya Axel maaf aku tidak terlalu fokus" ucap wanita itu dengan suara lembutnya, dimaksudkan untuk menggodanya.


"Ya tak masalah, lain kali jangan mengulangi lagi, dan ingat panggil aku Tuan" ucap Axel dingin seperti biasa.


"Ehm, baiklah! Apa kau malam ini ada waktu luang.. ayahmu ingin kita..


"Aku sangat sibuk dan tak ada waktu untuk meladeni omong kosongmu, sebaiknya kau kembali ke mejamu" Kali ini Axel menatap tajam wanita cantik di depannya itu.


"Baiklah, maaf" Terdengar nada kecewa dari suara wanita itu.


Bianca Natalie, salah satu anak dari sahabat papanya yang terpilih menjadi sekretarisnya. Wajahnya sangat cantik, tubuhnya pun begitu ideal. Tapi tak membuat Axel meliriknya sedikitpun. Karena bagi Axel kecantikan wanita itu sama seperti wanita yang punya uang disini. Maksudnya karena punya modal, jika aslinya wajahnya pun terlihat sama saja dengan wanita lainya.


Selama dua tahun ini belum ada wanita yang bisa menyentuh hati Axel. Hatinya terasa beku dan tekunci. Entahlah rasanya Axel enggan sekali untuk merasakan yang namanya jatuh cinta. Namun belakangan ini ada yang aneh pada dirinya. Semenjak kejadian di club' malam itu, dia sampai sekarang belum menyentuh wanita manapun.


Tak biasanya dia seperti ini. Ah wanita itu kenapa begitu mengusik dirinya. Darah Axel bahkan langsung berdesir jika mengingat malam panas mereka. Axel selalu terngiang dengan suara merdunya.


"Bella, Dimana aku bisa menemukanmu" Ucapnya dalam hati seraya menatap kalung liontin yang selalu dia bawa.


***


Jangan lupa like dan komen* ...


TBC