MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Malam Yang Berbeda



Axel kembali ke kamar setelah memesan makan malam, ia berniat memanggil Bella. Tapi saat tiba di kamar ternyata Bella tidak ada. Suara shower yang menyala menandakan kalau Bella masih mandi. Akhirnya Axel duduk menunggu Bella seraya merebahkan setengah tubuhnya yang terasa lelah.


Pintu kamar mandi terbuka membuat Axel melihatnya. Ia terkejut melihat Bella yang keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk kecil yang hanya bisa menutupi setengah pahanya. Rambutnya yang setengah basah tampak dibiarkan begitu saja. Kilatan nafsu tampak dimata Axel saat melihat tubuh Bella yang putih bersih.


Bella tak menyadari jika Axel sedang melihat kearahnya, Ia sibuk mengelap kakinya di keset kamar mandi. Dan ia langsung kaget saat melihat Axel yang kini sedang menatapnya lapar.


"Axel, kau disini?" sungguh pertanyaan yang tak perlu jawaban karena Axel sudah jelas duduk disana.


"Ya, aku ingin memanggilmu untuk makan malam. Tapi tadi kau tidak ada, jadi aku menunggumu" kata Axel dengan jantung berdetak kencang karena harus sekuat tenaga menahan hasrat yang sejak tadi di redamnya.


"Apakah kita akan menginap disini?" tanya Bella.


"Kenapa memangnya?"


"Aku tidak membawa baju ganti, Baju yang aku pakai tadi siang sudah tidak nyaman aku pakai" kata Bella yang baru ingat kalau ia tak membawa baju ganti.


"Di lemari sudah ada baju-baju untukmu. Aku sudah menyuruh Bram mengisinya. Semoga ukurannya cocok denganmu" Kata Axel mengalihkan pandangannya dari tubuh Bella yang menggoda keimanan.


"Aku akan menunggu dibawah, kalau sudah selesai turunlah. Aku sangat lapar" kata Axel terdengar kaku dan salah tingkah. Padahal sebenarnya ia tidak lapar sama sekali. Rasa laparnya sudah hilang berganti perasaan lain.


Bella hanya menatap Axel dengan bingung. Terkadang bersikap manis tapi terkadang sangat dingin. Apa apa dengannya?.


****


Bella mengotak atik ponselnya dengan kening berkerut. Terlihat sekali ia sedang merasa kesal. Bagaimana tidak? Setelah makan malam, Axel kembali meninggalkannya dengan alasan masih ada pekerjaan. Bella merasa Axel hanya mengada-ada, karena Bella benar-benar merasakan perbedaan dari sikap pria itu.


Bella lalu mengingat kalau Axel mendadak berubah setelah berciuman dengannya. Apakah ciumannya tak menggairahkan sampai membuat Axel tak menginginkannya?. Bella tiba-tiba takut kalau memang Axel sudah tak bergairah padanya. Apalagi seorang Axel yang notabennya mantan casanova yang selalu berganti wanita. Bukan tak mungkin kalau Axel akan mencari kesenangan diluar sana. Belum lagi wanita yang seliweran disekitar Axel yang membuat Bella benar-benar waspada.


"Tidak, aku tidak boleh membiarkan hal itu terjadi" batin Bella berfikir keras untuk membuat Axel kembali menginginkannya.


Ia tersenyum cerah saat menemukan ide cemerlang di kepalanya. Ia segera membuka lemari yang sudah berisi berbagai macam pakaiannya. Ia berharap bisa menemukan sesuatu yang dicarinya ada di sana. Senyum Bella semakin mengembang saat menemukan apa yang dicarinya ternyata ada.


****


Axel sedang melakukan telekonferensi untuk menyelesaikan pekerjaan yang hari ini tertunda. Wajahnya begitu serius mendengar apa yang dibicarakan. Perhatiannya sedikit teralihkan saat melihat pintu kerjanya terbuka. Awalnya ia tak begitu perduli. Tapi begitu melihat Bella yang datang, Axel langsung melihatnya.


Matanya membesar melihat penampilan Bella yang menggunakan lingerie berwarna hitam yang kontras sekali dengan kulit Bella yang putih. Meskipun sedang hamil dengan perut sedikit membesar, Bella tetap mempesona dimatanya. Axel menelan ludahnya kasar saat Bella berjalan kerahnya. Jantungnya berdetak lebih kencang dari sebelumnya.


Bella berjalan mendekat kearah Axel dengan penuh percaya diri. Padahal sejatinya saat ini ia sangat gugup sekali. Tapi malam ini, Bella ingin membuang rasa malunya hanya untuk memuaskan suaminya. Ia bahkan tanpa ragu langsung mendudukkan tubuhnya di pangkuan Axel yang langsung gelagapan.


"Apa kau sudah selesai bekerja?" bisik Bella dengan suara lembut mendayu.


Klik


Axel langsung mematikan laptopnya saat Bella duduk di pangkuannya. Ia tersenyum sedikit menutupi perasaannya. "Sedikit lagi, ada apa?" tanya Axel seraya memeluk pinggang Bella.


"Aku merindukanmu" kata Bella lagi menatap mata Axel yang seindah galaxy malam.


"Benarkah?" sahut Axel tertawa kecil mendengar ucapan Bella.


Bella hanya tersenyum, ia lalu mencium bibir Axel dengan lembut. Axel sedikit terkejut saat Bella mencium duluan, tapi merasakan kenyal dan manisnya bibir Bella membuatnya tanpa ragu membalas ciuman itu dengan lebih menuntut. Apalagi tangan Bella yang membelai lehernya membuat Axel semakin terpancing.


Ciuman yang awalnya lembut kini berubah menjadi ciuman yang bergairah. Bella lalu melepaskan ciumannya sejenak, melihat mata Axel yang tertutup membuatnya tersenyum tipis disela nafas yang menderu. Bella kemudian turun dari pangkuan Axel membuat Axel membuka matanya. Apakah Bella ingin balas dendam? pikir Axel.


Tapi ternyata Axel salah, karena tiba-tiba Bella sudah berlutut didepannya. Axel semakin kaget saat Bella ingin membuka celananya, ia langsung mencegahnya.


"Memuaskan Mu" ucap Bella melepaskan tangan Axel dan melanjutkan aksinya. Awalnya ia ragu saat melihat benda itu, tapi Bella tak boleh mundur. Ia sudah berjanji akan memuaskan Axel malam ini.


Axel hanya bisa mengerang saat merasakan kehangatan yang Bella berikan. Tangannya tanpa sadar menekan kepala Bella karena terbawa suasana. Axel tak menyangka jika Bella yang dikiranya polos bisa melakukan hal seperti ini. Tapi Axel merasa hal itu tak cukup, ia segera menarik tangan Bella untuk menyudahi aksinya.


Axel merebahkan tubuh Bella dimeja setelah ia menyingkirkan beberapa benda yang ia rasa mengganggu. Ia langsung mencium bibir Bella dengan ganasnya. Tangannya pun tak segan melepas lingerie itu dengan gerakan tergesa.


Malam itu mereka kembali mengulanginya dengan perasaan yang berbeda dari sebelum-sebelumnya.


****


Dari sekian banyak orang di dunia ini. Kenapa kita harus mencintai orang yang tidak ada tempat dihatinya untuk kita. Merasakan cinta tak terbalas memang sangat menyakitkan. Tapi bagi Bianca hal itu tidak masalah. Bukankah cinta ada karena terbiasa?. Ia tak akan menyerah memperjuangkan cintanya pada Axel.


Bianca tau caranya ini salah, tapi baginya tidak ada yang salah dalam cinta. Entahlah atau ini hanya sebuah pembodohan. Yang jelas ia tak akan melepaskan Axel sampai kapanpun. Pagi-pagi sekali ia sudah dandan untuk mengunjungi pujaan hatinya itu.


Ia berjalan dengan penuh percaya diri memasuki kantor Inda Jaya Group. Semua pasang mata tampak menatapnya, karena pagi itu Bianca terlihat cantik dengan mini dress berwarna moccha yang membalut tubuh rampingnya.


"Aku ingin bertemu Axel, Dia ada kan?" ucapnya pada Resepsionis kantor.


"Maaf Nona, Apakah anda sudah membuat janji?" ujar Resepsionis menjalankan prosedurnya untuk tidak sembarangan menerima tamu. Meskipun ia tau Bianca adalah mantan sekretaris atasannya. Tapi Resepsionis itu tak ingin membuat kesalahan yang akan membahayakan dirinya sendiri.


"Apa aku harus membuat janji dulu jika ingin bertemu calon tunangan ku" ucap Bianca dengan ketusnya. Ia tersenyum remeh pada Resepsionis itu.


"Maksud anda tunangan?" tanya wanita itu tidak mengerti.


"Aku adalah calon tunangan Axel, kau tau aku bisa saja mengadukan mu pada Axel agar dipecat karena kau telah melarang ku menemuinya" kata Bianca dengan sedikit ancaman.


"Eh, Maaf Nona. Saya tidak tau kalau..." Resepsionis itu tampak langsung ketakutan saat mendengar ucapan Bianca.


Bianca hanya mengibaskan tangannya saat wanita itu berbicara. "Karena sekarang kau sudah tau maka biarkan aku masuk" kata Bianca lagi.


"Ya Nona silahkan. Tapi sepertinya Tuan Axel belum datang, Anda bisa menunggunya di ruangan beliau" kata Resepsionis dengan sopan.


"Axel belum datang jam segini?" tanya Bianca heran. Padahal pria itu biasanya datang pagi-pagi sekali.


"Belum Nona" kata Resepsionis itu lagi.


Bianca tak menyahut dan berlalu begitu saja membuat Resepsionis itu menggerutu.


"Katanya tunangan, tapi dia sendiri tidak tau dimana tuan Axel. Dasar aneh!"


****


Maaf untuk keterlambatan upnya, Badan author lagi nggak fit dari kemarin kepala pusing sama flu batuk..


Malam ini author kasih satu bab aja ya..


See You Next Chapter*!!


Happy Reading


TBC