MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
One Day With You



"Lo pikir gue nggak punya pacar, Nih kenalin pacar gue" Bella segera berdiri dan berjalan ke arah Axel yang sejak tadi diam melihat pertengkaran antara Bella dengan wanita yang ternyata adalah pacar dari mantannya.


"Sayang, Ada yang mau kenalan nih sama kamu" kata Bella dengan suara manis yang di buat buat. Ia mengedipkan matanya berkali kali untuk memberi kode pada Axel supaya pria itu paham dengan apa yang di inginkan nya.


"Hahaha, Lo pikir gue percaya gitu aja" Valerie tertawa karena ia tau jika Bella pasti hanya berpura pura.


Bella mendengus sebal mendengar perkataan Valerie. "Kenapa nggak? Lo mau bukti kan? Ini gue kasih bukti"


Tanpa berpikir panjang Bella langsung memegang kepala Axel dan mencium bibirnya. Hanya ciuman singkat karena bibir Bella hanya menempel di bibir Axel. Bella tak memikirkan apapun lagi. Yang jelas ia hanya ingin mereka semua tua kalau ia sudah move on dari Dio.


Tapi hal itu mengejutkan semua orang termasuk Axel sendiri. Ia tak menyangka Bella akan menciumnya di depan banyak orang seperti ini.


Sedangkan Dio juga kaget bukan kepalang. Selama berpacaran dengannya, Bella tak pernah mau berciuman bibir. Dio merasa tak terima, kenapa sekarang Bella mau berciuman pada pria yang belum ia kenal. Tapi melihat wajahnya saja, Dio merasa minder. Karena jika disandingkan, Dio pasti akan kalah telak.


"Kalian benar-benar pacaran?" Valerie cukup kaget dengan hal ini. Ia tak mengira jika Bella sudah punya pacar yang jauh lebih tampan dari Dio.


"So? Kalian udah lihat kan?" Bella tersenyum puas melihat wajah kedua orang yang tak di sukainya.


"Kita pergi dari sini" kata Dio merasa sudah cukup panas hatinya melihat orang yang sejatinya masih ia cintai, kini sudah menjadi milik orang lain.


"Bye..Bye.. Long Last ya kalian berdua" ejek Bella merasa senang. Tak memikirkan jika setelah ini ia pasti tak akan punya muka didepan Axel.


"Udah sore nih, gue mau pulang" Bella tak mau melihat ke arah Axel yang kini sedang menatapnya tajam. Ia tak tau apa yang akan pria itu lakukan karena ia sudah lancang mencium pria itu.


Axel menyeriangi, melihat tingkah Bella yang sengaja menghindarinya. "Setelah apa yang kau lakukan, kau malah berpura pura tak terjadi apapun ya?" Axel mendesis jengkel.


"Lupakan yang tadi, Lo juga seneng kan gue cium" cetus Bella tak mau mengingat hal memalukan tadi.


"Enak saja, Aku sudah mau menjadi kekasih palsu mu, dan semua itu semua tidak gratis" kata Axel tersenyum licik.


"Apa? Lo mau minta bayaran? Dasar, Lo mau minta berapa? Gue kasih" Bella menatap Axel tak percaya.


"Sejuta? Dua juta? Berapa? Nih, bawa ATM gue" Kata Bella dengan sombongnya melemparkan kartu debit miliknya.


"No! Aku bukan minta uang, Tapi... " Axel menyodorkan kembali kartu milik Bella. Dia menunjuk ke pipinya, dengan senyum manisnya.


Bella dibuat melongo dengan permintaan Axel. Pria itu ingin Bella mencium pipinya. Dasar! Jangan harap dia mau. "Mencium pipi Lo? Nggak sudi gue" tolak Bella langsung.


"Kau ini bagaimana sih, kita kan pacaran, masa iya nyium pacar sendiri nggak mau" Axel tersenyum geli mendengar ucapannya sendiri.


"Hei, pacar pura pura! Ingat"


"Ya baiklah, jika lain kali orang tadi bertanya padaku, aku akan menjawab kalau aku hanya pacar palsu mu saja"


"Apa maksud Lo? Ngancem?"


"Nggak, aku kan hanya mengatakan yang sebenarnya" Kata Axel memasang wajah sok polosnya.


"Oke stop! Gue akan nurutin apa mau lo" Bella tak mau lagi berdebat meskipun hatinya sebal sekali dengan tingkah Axel yang memanfaatkan keadaan.


"Silahkan" Axel tersenyum puas karena berhasil mengerjai Bella. Padahal tadi dia hanya iseng saja.


Bella mendekat ke arah Axel, dia ragu untuk melakukan hal itu. Sungguh jika otaknya sedang berfungsi seperti ini, ia merasa menyesal dengan keputusannya. Tapi sudah tak ada jalan mundur, dia yang memulai dan ia harus menyelesaikan nya. Dengan hati berdebar, Bella mendekatkan wajahnya, dan secepat kilat ia menempelkan bibirnya di pipi Axel.


*****


Bella membolak-balikan tubuhnya, mencari posisi ternyaman untuk tidur. Tapi kenapa matanya enggan sekali terpejam. Padahal tubuhnya sudah terasa lelah dan mulutnya sejak tadi tak henti menguap. Ia juga sudah begitu kenyang karena baru saja makan malam. Apa karena di tempat baru, ia jadi tak bisa tidur?


Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam saat Bella memutuskan untuk keluar kamar. Entah ingin apa dia sendiri tak tau. Saat tiba di ruang tengah, ia mendapati Axel yang masih sibuk dengan laptopnya. Kenapa malam-malam begini masih bekerja? Pikir Bella.


Axel kembali mengerjakan pekerjaan yang tadi belum ia selesaikan. Ia memang tak suka jika harus menunda-nunda pekerjaan. Karena besok, ia sudah kembali ke perusahaan Ayahnya. Jadi ia harus menyelesaikan malam ini juga. Pandangannya begitu fokus, sampai tak menyadari Bella yang sejak tadi menatapnya.


"Ehem!" Bella harus berdehem dulu untuk menyadarkan Axel.


"Bella! Kau belum tidur?" kata Axel kaget melihat Bella. Tapi ada hal lain yang membuat Axel kaget. Yaitu pakaian tidur Bella yang begitu sexy.


Malam itu Bella memang menggunakan tangtop crop yang memperlihatkan sebagin perutnya. Dengan bawahan hotpants membuat Axel sampai harus menelan ludahnya pemandangan itu. Otaknya bahkan sudah traveling membayangkan isi didalamnya. Damn It!


"Nggak bisa tidur" jawab Bella jujur saja, ia mendudukkan tubuhnya di sofa tunggal yang ada di depan Axel membuat hotpants nya tertarik ke atas memperlihatkan paha mulutnya.


Axel ingin sekali mengumpat pada Bella karena bersikap seenaknya. Apa wanita itu tak tau jika dia sudah membangunkan sesuatu yang sejak tadi di tahannya.


"Kau tidak tidur?" tanya Bella merasa Axel hanya diam saja.


"Aku masih menyelesaikan pekerjaanku" sahut Axel memilih fokus pada pekerjaannya dari pada melihat Bella yang menggoda imannya.


"emm.. " Bella bingung ingin berkata apa, tapi entah kenapa ia senang sekali bisa melihat wajah Axel. Apakah ini bawaan bayinya?. Bella menggelengkan kepalanya untuk mengusir pemikiran gila itu.


"Kenapa nggak bisa tidur? Mau aku temani?" Axel tersenyum sedikit, ia memilih menggoda Bella yang sejak tadi diam di tempatnya.


Namun siapa sangka Bella malah mengangguk mengiyakan tawaran Axel. Axel tentu kaget dengan hal itu, ia menatap Bella tak percaya. Tapi melihat wajah Bella yang serius campur mengantuk membuat Axel yakin kalau wanita itu tak sedang bercanda.


"Baiklah, aku akan menemanimu" kata Axel menyimpan Laptopnya dan beranjak menyusul Bella yang sudah berjalan lebih dulu ke kamar.


Bella tak tau apa yang di pikirkan hingga secara impulsif menerima tawaran Axel. Ia sengaja tidur membelakangi Axel yang baru saja merebahkan tubuhnya, ditandai kasur yang bergerak membuat Bella tau. Tapi kenapa ia masih belum bisa tidur juga.


Bella membalikan tubuhnya, ingin mencari posisi ternyaman. Matanya seketika bersitatap dengan mata Axel yang ternyata sejak tadi memperhatikan Bella.


"Bolehkah aku memelukmu?" Tanya Bella dengan ragu. Ia tau permintaannya terdengar begitu bodoh. Tapi entahlah dia menginginkannya.


Lagi lagi Axel dibuat terkejut dengan permintaan Bella. Ia mengangguk memberikan izin. Toh ia juga tak keberatan.


Bella langsung menenggelamkan wajahnya di dada bidang Axel begitu mendapatkan izin. Sungguh Bella langsung merasa nyaman saat mencium bau tubuh Axel yang khas. Axel sendiri memeluk tubuh mungil Bella dengan erat, ia pun merasakan kenyamanan tersendiri yang belum pernah ia rasakan saat bersama kekasihnya dulu.


****


Jangan lupa dukungannya ya kak.. like dan komen..


Terima kasih


Happy Reading


TBC