
Bella terbangun saat merasakan terpaan sinar matahari yang menerobos masuk dari jendela kamar. Dilihatnya hari sudah tampak terang. Ia lalu melirik Axel yang masih tertidur nyaman dengan memeluk tubuhnya. Bella tersenyum melihat pemandangan itu. Rasanya sudah lama sekali ia tak melihat wajah Axel sedekat ini membuat ia ingin berlama-lama memandang wajah Axel.
Tapi Bella ingat tugasnya sebagai seorang istri. Ia harus menyiapkan sarapan. Ia juga sudah banyak belajar selama Axel tidak di rumah. Bella segera turun dari ranjang mencari baju santainya. Ia sedikit membersihkan diri dan barulah ia ke dapur. Biasanya pagi-pagi begini, Bibi Mauli sudah datang. Tapi hari itu, Bella memberikan libur karena ia ingin me time bersama Axel.
Saat Bella sedang sibuk memasak ia merasakan sesuatu yang hangat menyentuh punggungnya. Disusul tangan kekar yang melingkari pinggangnya. Melihat hal itu, Bella menoleh kebelakang.
"Selamat Pagi" Bisik Axel menyandarkan dagunya di pundak Bella. Suaranya terdengar serak khas bangun tidur.
Bella tertawa kecil melihat wajah Axel yang masih mengantuk, tampak sangat berantakan dengan rambutnya yang acak-acakan.
"Selamat pagi, belum cuci muka?" tanya Bella kembali fokus pada masakannya.
"Belum, Aku baru bangun tidur dan tak menemukanmu. Ternyata kau ada disini. Sedang apa?" tanya Axel masih dengan posisinya sedikit melirik apa yang di masak Bella.
"Menurutmu aku sedang apa?" sahut Bella memutar bola malas. Padahal jelas ia sedang memasak.
"Seharusnya kau tidak perlu memasak. Aku tidak suka kau terlalu sibuk" kata Axel malah sengaja menelusuri pundak Bella yang terbuka karena pagi itu Bella hanya menggunakan dress satu tali membuat dirinya sangat sexy di mata Axel.
"Kalau begitu jangan menggangguku kalau kau ingin cepat selesai" kata Bella lagi menahan diri karena godaan Axel yang menciumi lehernya.
"Memangnya aku kenapa? Aku kan hanya menemanimu" kata Axel lagi. Tangannya mulai nakal menjalari tubuh Bella membuat Bella semakin tak konsen.
"Axel! Jangan main-main, Sebaiknya kau tunggu saja di meja makan. Aku akan menyelesaikan ini dengan cepat" kata Bella mencoba menepis tangan Axel yang begitu usilnya.
"Tidak mau, Aku kan masih merindukanmu" kata Axel dengan suaranya yang manja.
"Semalam kan kita sudah bersama" kata Bella sedikit tertawa melihat wajah Axel tampak imut jika sedang manja begini.
"Kau pikir rindu yang aku tahan selama ini bisa langsung hilang hanya dengan semalam bersamamu. Sudahlah. kau saja yang memang tidak merindukanku. Aku akan pergi saja" kata Axel menggerutu kesal karena Bella menolak dirinya.
Bella sedikit mengerutkan dahinya melihat tingkah Axel yang merajuk. Wajahnya tampak kesal, melihat hal itu Bella jadi tak tega dan mengecilkan api kompor.
"Tunggulah sebentar lagi. Aku hanya memasak. Setelah ini kita pasti akan bersama. Yang sabar ya pak suami" kata Bella membujuk Axel dengan suaranya yang lembut. Ia memberikan kecupan kecil di bibir Axel.
Tapi bukan Axel namanya kalau membiarkan Bella lolos begitu saja. Ia menarik pinggang Bella dan memperdalam ciumannya. Tangannya yang lain mematikan kompor yang masih menyala. Bella sedikit kaget karena Axel malah menciumnya, Otaknya merasa ingin menolak, tapi jelas tubuhnya mengkhianati diri sendiri karena kini ia malah membalas ciuman Axel dengan sama dalamnya.
"Axel" desah Bella saat Axel menciumi lehernya. Kini tubuhnya sudah dihimpit oleh Axel di pantry dapur yang cukup jauh dari kompor tadi. Bajunya juga sudah melorot sampai ke perut karena tangan Axel yang lihai.
"Axel! Hentikan, Ini di dapur" ujar Bella mencoba menyadarkan Axel dengan otaknya yang setengah waras karena godaan yang Axel berikan.
"Biarkan saja, Kita belum pernah melakukannya di dapur kan" kata Axel dengan seringai mesumnya.
Mata Bella membesar mendengar ucapan Axel. Tak perduli kekagetan Axel kembali mencium bibir Bella dengan gairah yang menggebu. Tangannya kini menjalari paha Bella hingga ia menemukan apa yang dicarinya. Axel tersenyum kecil saat merasakan milik Bella yang basah.
"So wet, Babe" ucapnya membuat wajah Bella memerah karena malu.
"Axel!" pekik Bella kaget saat Axel melakukan penyatuan. Apalagi dengan posisi berdiri seperti ini membuat Bella belum terbiasa. Ia malah takut Axel akan menjatuhkannya.
"Let's the game begin!" Bisik Axel mulai menggerakkan tubuhnya dan kembali mencium bibir Bella.
Awalnya Bella memang belum terbiasa, tapi lama-lama ia malah mende*ah keasikan. Axel memang selalu bisa membuatnya lupa diri dan lupa segalanya. Bella hanya pasrah saat Axel menggarap tubuhnya sedemikan rupa, lagipula dia juga tak berbohong kalau hal itu mengasikan.
Setelah cukup lama bergerak, Akhirnya Axel menyelesaikannya. Wajahnya tampak sangat terpuaskan.
"Terimakasih" bisik Axel mengecup lembut kening Bella.
"Kau benar-benar keterlaluan. Dasar tidak tau tempat" Bella pura-pura kesal menutupi wajahnya yang malu.
"Tapi kau suka kan?" goda Axel memakai bajunya kembali yang tadi ia lempar entah kemana.
Bella hanya mencibir dan mencoba memakai bajunya kembali. Ia hanya mendengus melihat tali bajunya yang putus karena kebar-baran Axel.
"Lihatlah! Apa kau tidak bisa untuk tidak merusak bajuku. Kau harus menggantinya" gerutu Bella kesal.
Axel hanya tertawa melihat kekesalan Bella. "Tenang saja. Aku akan membelikan yang baru dan lebih bagus" katanya dengan santai.
"Awas aja kalau bohong" kata Bella mencibir. Ia hendak melanjutkan memasak ketika suara seorang yang cukup familliar terdengar membuat Bella kaget.
"Bukankah itu suara ibu?" ucapnya mendadak panik.
"Ya sepertinya. Aku akan melihatnya" kata Axel lagi.
Namun ternyata Ibu Tamara sudah lebih dulu sampai di dapur sebelum Axel pergi. Bella tentu kaget dong melihat ibu mertuanya tiba-tiba sudah "nongol" di pintu dapur. Untung saja mereka sudah selesai bercinta. Bella benar-benar mengutuk tingkah impulsif Axel yang mengajaknya bercinta di dapur.
"Ibu! Kapan ibu datang?" ujarnya mendatangi sang mertua. Ia lupa kalau bajunya talinya putus.
"Sejak tadi Ibu datang, Tapi Ibu mengetuk pintu berkali-kali kalian tidakmendengar. Makanya ibu langsung masuk. Ternyata kalian sedang memasak ya?" ucap Ibu Tamara menekan kata memasak seraya melirik putranya yang hanya senyum-senyum saja.
Pandangannya lalu beralih pada baju menantunya yang robek. dan ia bisa melihat leher mereka yang merah. Tamara langsung tau alasan kenapa mereka tak mendengar saat dirinya datang. Karena mereka sedang memasak plus plus. Bella semakin salah tingkah melihat tatapan Ibu mertuanya.
"Ibu ada apa datang kesini?" tanya Axel mendekati Ibunya yang terus menatap mereka curiga.
"Ada beberapa hal yang ingin Ibu sampaikan. Tapi sepertinya kalian harus mandi dulu. Ibu akan tunggu didepan" ujar Tamara sedikit mencibir sikap putranya yang tidak tau tempat sekali.
Happy Reading
TBC