MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Last Point!



"Apa kau punya masker?" ucapnya seraya mendengus kecil.


"Masker untuk apa?" tanya Axel bingung.


"Untuk menutupi wajahmu" kata Bella dengan ketus.


"Memangnya kenapa dengan wajahku? Apa aku terlihat aneh" Kata Axel mengerutkan dahinya.


"Tidak. Lihatlah sekelilingmu, para wanita itu selalu menatapmu. Aku tak menyukainya" kata Bella dengan kesalnya dan menatap para wanita itu sinis.


"Biarkan saja. Aku tidak perduli" kata Axel acuh. Ia sama sekali tak memikirkan orang di sekitarnya.


"Tapi itu membuatku tak nyaman" kata Bella lagi.


"Tenanglah. Aku tidak akan tergoda oleh mereka. Lagipula aku sudah menjadi milikmu. Kau tidak perlu cemas" kata Axel tersenyum sedikit membuat wajahnya semakin menawan. Ternyata Bella busa posesif juga.


Mendengar Axel menyebut dirinya sebagai miliknya membuat hati Bella membuncah. "Baiklah. aku percaya padamu" kata Bella balas tersenyum manis.


"Ya, apa kau masih ingin bermain lagi?" tanya Axel.


"Tentu. Aku ingin main itu, sepertinya seru" kata Bella yang melihat permainan lembar gelang yang tampak ramai pengunjung.


"Baiklah. Ayo ke sana" kata Axel menyetujui saja.


Ia segera membayar dan membiarkan Bella bermain dulu. Permainan lempar gelang ini siapa yang bisa melempar gelang ke botol dan tidak meleset maka akan mendapatkan hadiah. Hadiahnya bermacam-macam. Tergantung poin yang di dapatkan.


Hingga beberapa kali lemparan. Bella tak berhasil memasukannya sama sekali. Wajahnya mulai kesal.


"Kau benar-benar payah" kata Axel meledek Bella yang gagal terus.


"Eh? Ini sangat susah. Coba saja kalau kau bisa" seru Bella tak terima.


"Baiklah. Lihat saja, Aku pasti akan menang" kata Axel penuh percaya diri.


"Aku tidak yakin" kata Bella balas mengejek Axel.


Axel hanya tersenyum. Ia kemudian memulai aksinya melemparkan gelang. Sampai lemparan ketiga Axel belum berhasil membuat Bella tertawa mengejek.


"Apa ini yang kau katakan menang" celetuk Bella dengan senyum mengejeknya.


"Aku tidak bersemangat" kata Axel dengan wajah malas.


"Kenapa?" tanya Bella.


"Karena kau belum mencium ku" kata Axel mengedipkan sebelah matanya.


"Dasar! Kau ini ya" Bella mencubit lengan Axel membuat Axel meringis.


"Aw.. Aku ingin di cium, bukan dicubit" kata Axel dengan wajah pura-pura kesal.


"Biarkan. Kau tidak lihat disini banyak orang" kata Bella tak habis pikir. Bagaimana Axel minta dicium di tengah keramaian seperti ini. Yang benar saja. Pikir Bella.


"Memangnya kenapa kalau banyak orang?" kata Axel tenang saja.


"Apa kau tidak malu? Sudahlah jangan banyak alasan. Kau pasti takut kalah kan" kata Bella kembali meledek.


"Tidak, siapa takut" kata Axel tak terima.


"Baiklah. Kalau kau bisa memenangkan hadiah boneka itu. Maka aku akan mencium mu" kata Bella saat melihat boneka yang menurutnya lucu. "Tapi jika kau kalah, kau harus mentraktir aku es krim" kata Bella menantang.


Axel menatap boneka teddy bear yang tampak begitu besar. Boneka sebesar itu untuk apa. pikirnya. Tapi ia merasa tertantang dengan ucapan Bella.


"Baiklah. Tapi kau harus ingat janjimu" kata Axel bermaksud menggoda saja. Ia tak benar-benar ingin dicium Bella, tapi kalau Bella mau tak ada alasan untuk menolak.


"Banyak omong. Buktikan dulu dong" kata Bella benar-benar meremehkan kemampuan Axel.


Axel meminta gelang lagi kepada pemilik stand itu. Ia langsung mulai permainan. Lemparan pertama, kedua dan ketiga gagal. Namun di lemparan ke empat ia berhasil lolos hingga mendapat satu poin. Jika ingin mendapatkan boneka itu ia harus mengumpulkan enam poin.


Axel terus melempar sampai mendapatkan lima poin dengan satu gilang tersisa. Jika sampai gagal maka Axel tak bisa mendapatkan boneka itu untuk Bella.


Dan..


"Wah! Kau berhasil" Teriak Bella seraya bertepuk tangan melihat Axel yang berhasil melempar gelang tepat sasaran.


Axel hanya tersenyum. Ia segera menghampiri pemilik stand untuk mengambil hadiahnya. Setelah mendapatkannya, Axel kembali menemui Bella yang tampak menunggu dengan senyum manis di bibirnya. Axel langsung menyerahkan pada Bella yang langsung kegirangan.


"Terima kasih. Ini sangat lucu" kata Bella memeluk dan menciumi boneka itu dengan gemas.


"Ya. Kau ingin main apalagi?" kata Axel ikut tertular akan senyuman Bella.


"Apa ya? Yang itu saja" kata Bella menunjuk salah satu permainan dan mengajak Axel kesana. Tapi tiba-tiba saja ia berhenti membuat Axel ikut berhenti.


"Ada apa?" tanya Axel.


"I Love You .." ucap Bella seraya mengecup pipi Axel singkat membuat sang empunya terkaku.


Bella segera berbaik dan meneruskan jalannya dengan pipi memerah. Dia sangat bahagia hari ini. Bella akan terus mengingat hari ini menjadi hari bersejarah dalam hidupnya. Axel . Nama itu sudah tertanam rapat dihatinya sampai kapanpun. Hanya bersamanya saja sudah membuat Bella begitu bahagia.


Axel segera menyusul setelah beberapa saat terdiam karena kelakuan Bella yang diluar dugaan.


****


Bella mengajak Axel mencoba permainan tanda kutip yang aman untuk ibu hamil. Keduanya tampak tertawa bahagia tanpa terasa hari sudah begitu siang menjelang sore.


"Apa kau ingin bermain lagi?" tanya Axel yang sebenarnya sudah cukup lelah.


"Tidak. Aku sangat lelah dan ingin makan" kata Bella jujur saja perutnya mulai keroncongan. Apalagi dia hanya makan waktu sarapan tadi.


"Baiklah. Ayo kita cari makan dulu" kata Axel juga baru ingat kalau Bella belum makan apapun.


"Ya. Tapi kakiku sangat pegal. Bisakah kau saja yang mencari makanan" keluh Bella lagi. Ia memang sangat kelelahan.


Axel yang melihat itu menjadi merasa bersalah. Seharusnya ia lebih menjaga Bella dengan hati-hati. Axel menatap sekelilingnya mencari tempat duduk untuk Bella istirahat. Dengan tatapan tajamnya, Axel dengan mudah melihat sebuah kursi kosong yang ada di bawah pohon. Ia segera merangkul Bella untuk membawanya kesana.


"Tunggu disini. Dan jangan kemanapun sebelum aku kembali" titah Axel seperti seorang kakak pada Adiknya.


"Ya" sahut Bella menurut saja. Tubuhnya sudah terlalu lelah hingga malas berbicara.


Ketika Axel melangkah menjauh. Bella menyadarkan punggungnya di sandaran kursi itu. Ia memejamkan mata dan menghembuskan nafas dengan senyum terkembang dibibirnya. Menikmati saat-saat mendamaikan ketika kesejukan angin segar menerpa wajahnya.


Tapi kedamaian itu tidak berlangsung lama karena tiba-tiba saja suara hiruk pikuk yang terdengar mendekat kearahnya membuat Bella sedikit terganggu. Perhatian Bella seketika teralihkan olehnya.


Tampak segerombolan orang-orang membawa peralatan besar. Sepertinya akan ada pemotretan. Karena Bella bisa melihat seorang wanita muda yang tampak begitu cantik dengan penjagaan ketat. Penampilannya begitu modis dengan kaca mata hitam dan gaun elegan yang digunakan. Sekarang wanita itu tampak di kerumuni para penggemarnya yang berteriak histeris dan meminta tanda tangan.


Bella sedikit mendengus karena hal yang tidak penting kedamaian nya terganggu. Bella berniat melanjutkan acara santainya namun urung tatkala dua orang pria berbadan besar menghampirinya.


"Minggir!" Bentak salah satu bodyguard yang bertampang sangar mengejutkannya.


Bella mengerutkan dahinya karena bingung dibentak tanpa tau letak kesalahannya.


"Apa-apaan..." Belum sempat Bella menyelesaikan perkataannya lengannya sudah ditarik dengan kasar membuat Bella merasakan nyeri tak tertahankan karena cengkraman tangan Bodyguard itu sangat erat.


"Minggir sana, Dan cari tempat duduk lain. Nona kami ingin duduk disini sembari istirahat menunggu persiapan pemotretan" kata Bodyguard itu begitu ketusnya. Ia tampak memandang remeh pada Bella.


"Enak saja. Aku yang lebih dulu duduk disini kenapa harus aku yang pergi? Kau saja sana cari tempat duduk lain" Bella tentu tak ingin mengalah. Meskipun sebenarnya ia cukup takut untuk melawan. Tapi ia juga tidak terima, lagipun ia juga tidak salah.


"Kau ini, Orang rendahan sepertimu tidak pantas duduk disini. Hanya Nona kami yang pantas" Bentak Bodyguard itu tanpa perduli Bella yang kesakitan.


Dengan gerakan kasar lengan Bella diseret hingga berdiri. Dan tanpa perasaan mendorong tubuh Bella yang kecil hingga kehilangan keseimbangan. Bella sudah berfikir ia pasti akan jatuh tersungkur sebelum seseorang menangkapnya dari belakang.


"Axel!"


Happy Reading


TBC