MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
(S2) The Wedding Of Dio And Karin.



Inilah impian sederhana Karin sejak dulu. Ia hanya ingin berjalan di lorong dengan menggandeng Papanya. Disampingnya juga ada Mamanya yang terus mengembangkan senyum indahnya. Di depannya sudah ada kedua sahabatnya yang berjalan dengan menaburkan bunga konfeti.


Karin tersenyum manis, Ia pasti akan terus mengingat hari ini disepanjang usianya.


Semakin langkahnya mendekat, semakin kencang debaran jantungnya. Apalagi kini ia sudah bisa melihat sosok Dio yang sudah berdiri gagah menunggu dirinya dengan menggunakan tuxendo putih senada dengan gaunnya.


Karin terus melangkah mendekat dengan ingatan saat pertama kali meraka bisa jadi seperti ini. Lagu yang di putar pun seolah mewakili isi hati keduanya.


I found a love for me.


(Ku temukan cintaku)


Darling, just dive right in and follow my lead.


(Kasih, cukup selami dan ikuti aku)


Well, I found a girl, beautiful and sweet.


(Ya, ku temukan seorang gadis, cantik dan manis)


Oh, I never knew you were the someone waiting for me.


(Oh, ku tak pernah tahu bahwa kau menantiku)


Cause we were just kids when we fell in love.


(Karena kita masih anak-anak saat kita jatuh cinta)


Not knowing what it was.


(Tak mengerti apa-apa)


I will not give you up this time.


(Aku takkan menyerah kali ini)


But darling, just kiss me slow, your heart is all I own.


(Tapi kasih, cukup kecup aku perlahan, hatimu sepenuhnya milikku)


And in your eyes, you're holding mine.


(Dan dari matamu, kaulah milikku)


Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms.


(Kasih, aku menari dalam gelap bersamamu di pelukanku)


Barefoot on the grass, listening to our favourite song.


(Tak beralas kaki di atas rumput, mendengarkan lagu kesukaan kita)


When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath.


(Saat kau bilang, kau terlihat berantakan, aku berbisik dengan pelan)


But you heard it, darling, you look perfect tonight.


(Tapi dengarkan ini kasih, kau terlihat sempurna malam ini).


Well I found a woman, stronger than anyone I know.


(Ya ku temukan seorang wanita, lebih tangguh dari siapapun yang ku kenal)


She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home.


(Dia wujudkan mimpi-mimpiku, aku harap suatu saat aku kan berbagi rumah dengannya)


I found a love, to carry more than just my secrets.


(Ku temukan sebuah cinta, tuk ku jaga lebih dari rahasia-rahasiaku)


To carry love, to carry children of our own.


(Menjaga cinta, menjaga anak-anak milik kita)


We are still kids, but we're so in love.


(Kita masih anak-anak, tapi kita begitu mencintai)


Fighting against all odds.


(Berjuang hadapi semua rintangan)


(Aku tahu kita akan berhasil kali ini)


Darling, just hold my hand.


(Kasih, genggamlah tanganku)


Be my girl, I'll be your man.


(Jadilah kekasihku, aku kan jadi kekasihmu)


I see my future in your eyes.


(Ku lihat masa depanku di matamu)


Lagu: Perfect- Ed Sheeran.


Dio tak henti mengembangkan senyum manisnya saat istrinya datang kepadanya. Perlahan dengan lembut ia mengambil tangan wanita yang akan menemaninya seumur hidupnya ini. Dio dengan bangga langsung merengkuh mesra pinggang istrinya lalu mencium dahinya dengan lembut.


"Cantik banget...." pujinya saat melihat mahakarya ciptaan Tuhan yang sangat indah. Ia yakin kalau hidupnya akan semakin berwarna karena memiliki istri seperti Karin. Wanita yang susah payah ia dapatkan dan susah payah diyakinkan untuk menghabiskan sisa umurnya bersamanya.


"Jangan merayuku" kata Karin menutupi perasaan harunya.


Acara itu segera di lanjutkan dengan acara potong kue pernikahan yang begitu besar dan terlihat sangat cantik. Dio dan Karin menggenggam pisau pemotong kue itu bersamaan barulah mereka memotongnya. Mata mereka tak lepas saling memandang seolah di sana hanya ada mereka berdua.


"Aku jadi pengen cepet-cepet bawa kamu pergi" bisik Dio saat ia dan Karin berdiri cukup lama di pelaminan karena tamu undangan yang terus menguar tiada habisnya.


"Mau apa? Mau ke kamar tidur?" sahut Karin tersenyum tipis menanggapi suaminya.


"Ya, tapi aku nggak yakin kalau kamu bakalan tidur malam ini" bisik Dio lagi membuat wajah Karin tersipu.


"Woi, pacaran mulu. Bunganya di lempar nggak nih, aku tungguin loh" celetuk Tiara menghampiri Dio dan Karin yang asyik bermesraan itu.


Karin dan Dio saling pandang kemudian tertawa kecil lalu melalukan apa yang di inginkan Tiara. Lagipula acaranya juga sudah cukup lama dan ini saatnya mereka melemparkan bunga pernikahan.


Kedua pengantin itu segera membelakangi tamu undangan yang terlihat antusias untuk mendapatkan bunga itu karena konon katanya akan mendapatkan jodoh dalam waktu dekat.


Dalam hitungan ketiga, Karin dan Dio segera melemparkan buket bunga pengantin itu. Tiara yang sudah sangat antusias pun langsung ingin mendapatkannya tapi ternyata bunga itu hanya mengenai tangannya namun jatuh di tangan sosok pria yang berada dibelakangnya.


Tiara langsung menoleh. "Angga! Aku duluan yang dapat bunganya, berikan bunga itu padaku" kata Tiara saat melihat Angga yang ternyata mendapatkan bunganya.


"Tapi bunga ini jatuh padaku, jadi bunga ini milikku" kata Angga mengerutkan dahinya.


"Tapi aku yang lebih dulu mendapatkannya" seru Tiara tak mau kalah.


"Ya nggak bisa gitu dong, Aku yang terakhir memegangnya jadi ini punyaku" balas Angga juga tak mau kalah.


"Kau kan seorang pria, seharusnya kau itu mengalah pada wanita. Pria macam apa kau ini" sungut Tiara mulai kesal.


"Dan kau wanita tak seharusnya minta menang di saat kau juga salah" kata Angga membuat Tiara menyipitkan matanya memandang pria itu. Sejak SMA dulu , pria ini memang suka sekali mencari ribut dengannya.


"Menyebalkan!" sungut Tiara ingin pergi tapi ternyata Angga menahan tangannya.


"Baiklah, aku berikan padamu. Sepertinya kau ingin menangis" kata Angga sedikit mengejek lalu menyerahkan bunga itu ada Tiara.


"Kau---" Kata Tiara ingin memaki pria itu, tapi Angga sudah lebih dulu pergi meninggalkannya.


Disisi lain...


"Kita nggak bisa ngelakuin ini, Semua tempat ini di jaga ketat" terlihat Cindy yang sedang menelepon di sudut ruangan bagian belakang.


Tapi dari jaraknya berdiri, ia bisa melihat bagaimana kebahagiaan dua insan yang kini terus mengembangkan senyum manisnya itu.


"Sella, Ayo cepat ambilkan makanan lain sebelum tamu kita menunggu" teriakan seseorang membuat wanita itu kaget dan segera tesadar.


"Iya kak" sahut Cindy yang hari itu sengaja menyamar menjadi petugas catering. Ia menggunakan rambut pasangan dan kaca mata untuk menutupi identitasnya.


Rencananya ia ingin membuat kerusuhan di pesta ini. Tapi sayang sekali, penjagaan disini sangatlah ketat membuat ia tak bisa berkutik.


"Baiklah, itu artinya kita pindah ke rencana kedua"


Happy Reading.


Tbc.


Bonus Visual Dio and Karin.