MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Beautiful Life.



"Aku...maafkan aku" kata Bella.


"Lagipula bagaimana bisa kau berpikir aku mau dengan wanita lain, dasar bodoh" kata Axel menyentil pelan dahi Bella membuat wanita itu meringis.


"Au...sakit tau" kata Bella pura-pura kesakitan namun wajahnya tersenyum.


"Itu hukuman karena kau tidak percaya padaku, Lain kali kalau ada...." Axel masih ingin meluapkan kekesalannya tapi Bella sudah lebih dulu mencium bibirnya membuat Axel kaget karena Bella berinisiatif menciumnya duluan.


"Tidak ada lain kali" kata Bella menirukan perkataan Axel yang di ucapkan dulu.


Mendengar itu Axel tersenyum, ia melingkarkan tangannya di pinggang Bella dan menarik wanita itu mendekat padanya.


"Penggoda kecil, sudah berani ya" kata Axel dengan sigap meletakan tangannya di belakang Bella dan kembali mencium bibir wanita itu.


Bella awalnya kaget namun ia langsung membalas ciuman itu membuat Axel memperdalam ciuman mereka menjadi ciuman panas dan nafsu. Bella ingat kalau tadi pagi ia sempat berpikir untuk meninggalkan Axel, jika itu terjadi mungkin ia akan menyesal seumur hidupnya. Ya... Sekarang ia yakin kalau hanya Axel yang ia butuhkan selama hidupnya.. Selamanya.


****


Tiga bulan kemudian.


Bella baru saja selesai memasak ketika mendengar suara tawa bayi yang tergelak-gelak dari ruang tengah. Apakah itu Rendra? Bukankah saat ia melihat ke kamar tadi bayi itu masih terlelap?.


Bella capat-cepat keluar dari dapur menuju ruang tengah untuk memastikan bayi itu Rendra atau bukan. Karena Bibi Mauli sedang mengurus cucian di belakang, sedangkan Axel sejak pagi pagi tadi sudah pergi untuk berolahraga keliling komplek.


"By...?" kata Bella saat melihat Axel yang sedang berbaring dengan kaki di tekuk di atas sofa dengan Rendra yang diatas sepanjang kaki Axel dan bayi itu tertawa kegirangan saat Axel mengayunkan kakinya.


"Eh...Ada Mama....Selamat pagi Mama" kata Axel menirukan suara anak kecil dan kembali mengayunkan Rendra membuat bayi itu semakin menjerit-jerit.


"Hubby kapan pulangnya? Kok aku nggak tau. Kebiasaan banget bangunin Rendra yang sedang tidur" kata Bella bersungut-sungut.


"Udah dari tadi...." sahut Axel tanpa menoleh, ia asyik bermain dengan miniatur dirinya itu.


"Udah cuci tangan belum? Sini, Rendra baru bangun tidur pasti haus, biar aku kasih susu" kata Bella setengah menggerutu demi melihat peluh di dahi suaminya.


"Bentar lagi dong Ma, Masih asik main nih" kata Axel bangkit dan memutar tubuh Rendra di atas kepala seperti gerakan pesawat terbang membuat Rendra semakin tertawa-tawa memperlihatkan dua giginya yang tumbuh.


"By! Ini udah jam berapa? Nanti katanya jam 8 mau ke rumah Mama. Hubby belum mandi, aku sama Rendra juga. Nanti kita bisa telat, kasihan kalau Mama nunggu" seru Bella berkacak pinggang karena Axel memang selalu saja begitu jika sudah bermain dengan Rendra.


Ya, memang semenjak Rendra berusia empat bulan dan kuat menyangga kepalanya sendiri, Axel lebih sering menghabiskan waktunya bermain dengan Rendra. Bahkan hampir setiap hari setelah pulang bekerja, Axel selalu membawa berbagai macam mainan, padahal jelas Rendra belum bisa bermain karena masih terlalu kecil karena Rendra kini baru berusia enam bulan.


"Mama nggak seru ah...Padahal masih mau main ya...Mama kita memang cerewet" kata Axel pura-pura mengadu pada Rendra dan bayi itu seolah mengerti perkataan Ayahnya mengangguk-aguk seraya memegangi wajah Axel.


"Papppaa...wawa...tatatata" Kini Rendra memberi tatapan menuduh pada Bella membuat Bella mendesis karena bayi dan Papanya sudah menjadi panter.


"Tuh kan...Benar kata Papa.. Mama emang cerewet...Marahin Mama sayang...Marahin" kata Axel bersorak kegirangan.


"Ish, Rendra udah ya main sama Papanya, Kita mandi dulu terus sarapan" kata Bella langsung meraih Rendra dalam pelukannya.


"Mau main aja mesti pakek waktu" kata Axel sedikit mencibir dan mencubit pelan hidung Bella.


"Biar anak disiplin tau, Hubby sana mandi" kata Bella merenggut.


"Aku siapa yang mandiin?" kata Axel tersenyum jahil membuat Bella melengos.


"Iya iya aku mandi sekarang, lagi mode galak ya Nyonya" kata Axel seraya bangkit untuk ke kamar mandi dengan gayanya yang malas. Namun masih sempat-sempatnya mencuri ciuman di bibir Bella.


"By!" serunya dengan wajah memerah malu. Padahal ia sudah menjadi ibu satu anak, tapi masih saja seperti bocah yang salah tingkah karena di goda pacarnya.


Pukul delapan lewat lima belas menit mereka semua sudah siap untuk berangkat ke rumah Mama Anita.


"Anak Mama ganteng banget..." pujinya pada Rendra yang sudah rapi dengan menggunakan sweater kuning, rambutnya tersisir rapi dan wangi khas anak bayi.


"Siapa dulu Papanya..." kata Axel tiba-tiba datang dari belakangnya dan langsung mencium pipinya.


"Memangnya siapa lagi?" kata Bella pura-pura kesal. Yah, semua orang pasti tau kalau Rendra anak Axel, karena wajah mereka bagai pinang di belah dua.


"Bukti concrete sayang" kata Axel tertawa pelan lalu mengajak dua orang tercintanya itu segera berangkat.


Sebenarnya tidak ada acara apapun di rumah Papa Nugraha, tapi setiap hari libur mereka selalu mengunjungi kedua orang tuanya. Atau biasanya mereka yang lebih dulu main ke rumah karena sudah rindu dengan Rendra.


"Anak ganteng...sini..sini sama Opa" Papa Nugraha langsung mengambil Rendra dari tangan Bella setelah mereka baru sampai.


"Akhirnya kamu dateng juga, Papa kamu dari tdi udah nanyain terus" kata Mama Anita seraya memeluk putrinya.


"Kayak Mama nggak kangen aja, Rendra biar disini aja ya sama Opa sama Oma" kata Papa Nugraha mengajak bercanda cucunya.


"Ide bagus Pa" sahut Axel langsung mendapat pelototan tajam dari Bella.


"Loh, serius ini. Papa dan Mama kesepian di rumah. Kamu kalau repot bawa Rendra kesini aja, Katanya mau lanjut kuliah, jadi kan?" kata Papa Nugraha membuat Bella langsung menatap Axel. Karena sejauh ini Axel masih belum memberinya izin tentang itu.


"Jadi Pa, Aku udah daftarin Bella sekolah paket C tahun depan" kata Axel membuat Bella kaget.


"Kau serius By?" Bella langsung menatap Axel tak percaya.


"Kapan aku pernah berbohong padamu" kata Axel dengan senyum tipis.


"Aaaa...Makasih By....Aku cinta banget sama kamu.." Teriak Bella kegirangan dan langsung menghambur ke pelukan suaminya. Axel hanya tersenyum membalas pelukan istrinya.


"Ada Papa sama Mama" bisiknya membuat Bella langsung melepaskan pelukannya. Ia menatap kedua orang tuanya yang hanya tersenyum-senyum.


"Maaf, Bella hanya terlalu senang" kata Bella salah tingkah.


"Tidak apa-apa, Kalian pasti tadi belum makan kan? Ayo sarapan dulu" kata Mama Anita mengajak anak menantunya untuk sarapan.


Di meja makan, sudah banyak sekali berbagai masakan yang tentunya sangat disukai Bella.


"Mama juga buat nasi goreng sea food, Katanya suami kamu suka" kata Mama Anita kini mengambil alih Rendra dari tangan Suaminya.


"Iya, suka.. Aku ambilkan ya By" kata Bella dengan wajahnya yang terus tersenyum. Tentu saja, Ia baru saja mendapatkan kejutan menyenangkan dari suaminya.


"Boleh" kata Axel setuju saja, tapi saat ia akan makan, ia malah tak tahan dengan baunya, membuat perutnya langsung mual.


Happy Reading.


Tbc.