MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
(S2) Mencintaimu Satu Hari.



"Dio...tolong aku" Karin tak perduli lagi jika Dio menganggap dirinya wanita murahan atau apa. Efek obat ini sangat kuat, ia bahkan ingin menangis karena tubuhnya yang seperti cacing kepanasan.


"Karin...Lihat aku" Dio menangkup wajah Karin agar menatap dirinya. "Aku sayang banget sama kamu, aku nggak mau ngerusak kamu lagi... Rin, kamu pasti bisa...jangan lakuin ini ya" ucap Dio mengelus air mata Karin yang sudah meleleh di pipinya.


Tangis Karin malah semakin pecah mendengar ucapan Dio, ia langsung menenggelamkan wajahnya di dada pria itu. Ia sangat sadar kalau ini salah, tapi Karin juga tak tahan. Dio mencium kepala Karin berkali-kali saat wanita itu menangis di pelukannya.


Dio sangat kasihan melihat Karin seperti ini, tapi ia tidak ingin membuat kesalahan yang sama. Dio mematikan shower yang menguyur tubuh keduanya, ia lalu mengambilkan handuk untuk Karin.


"Pakai Rin, Aku tunggu di luar...Aku cinta kamu" kata Dio tak sanggup melihat Karin yang tersiksa seperti ini.


Karin segera menarik lengan Dio sebelum pria itu pergi. "Touch me please...." ucap Karin menatap Dio dengan sendu.


Dio mengepalkan tangannya saat melihat Karin seperti ini. "Kamu pasti nyesel Rin" ucap Dio.


Karin hanya menggelengkan kepalanya. "Touch me Dio...Touch me...."


Karin memejamkan matanya saat Dio langsung mencium bibirnya dengan lembut. Ia sudah pasrah dan ia sangat sadar sudah menyerahkan dirinya kepada Dio. Meskipun ia salah, tapi Karin lebih rela tubuhnya di sentuh Dio daripada Nathan.


Dio mencium bibir Karin dengan lembut, dalam hatinya ia tak henti mengutuk dirinya yang benar-benar seperti ba ji ngan yang mencari kesempatan. Ini salah tapi berbohong rasanya kalau ia tidak suka saat merasakan manisnya bibir Karin yang begitu ranum membuat Dio semakin gila rasanya.


Ciuman mereka semakin lama semakin panas dan tergesa. Karin yang sudah terpancing sejak tadi mera ba tubuh Dio dan membuka kancing kemeja pria itu dengan cepat. Dio sedikit ragu saat melihat Karin seperti ini, ia menghentikan ciumannya sejenak.


"Karin....Maafkan aku, Harusnya aku jaga kamu" ucapnya dengan nafas terengah karena ciuman panasnya dengan Karin.


Karin menatap mata pria itu dalam-dalam, tanpa mengatakan apapun, Ia langsung menjijit dan kembali mencium bibir pria yang sejatinya menjadi pemilik hatinya ini. Karin juga mengambil tangan Dio untuk menyentuh dirinya. Terlepas dari apapun masalahnya menyerahkan diri, Tapi Karin tak menyesal telah melakukannya dengan orang yang sama.


Dio langsung menggendong tubuh Karin dan merebahkan wanita itu di kasur. Dio menatap Karin yang juga menatapnya dengan mata sayu yang seolah memanggil Dio untuk berbuat hal lebih. Tanpa membuang waktunya, Dio menindih tubuh Karin dan kembali menciumi setiap jengkal tubuh Karin dengan penuh pemujaan.


Karin mencengkram sprei yang berada disana saat Dio melakukan sesuatu dibawah sana. Karin menahan suaranya dan menjambak rambut pria itu saat dirinya dibuat gila oleh sentuhan Dio.


"Dio....Lakukan sekarang juga" ucap Karin lirih.


Dio yang mendengar itu mengangkat wajahnya dari kehangatan yang barusaja di pujanya. Ia kembali mencium bibir Karin untuk membuat wanita itu nyaman menerima dirinya.


Dan malam itu menjadi saksi pergumulan mereka yang panas dan juga indah. Dio beberapa kali harus berhenti saat melihat Karin kesakitan, ia benar-benar mengganti pengalaman buruk Karin dengan hal indah dan penuh pemujaan membuat Karin merasa dicintai dan sangat nyaman saat melakukannya.


*****


Keesokan harinya Karin terbangun karena merasakan kepalanya berdenyut pusing. Ia melirik jendela yang sudah terang benderang. Ia sedikit kaget saat melihat tubuhnya yang polos tanpa sehelai bening, Tapi sedetik kemudian wajahnya langsung memerah jika mengingat apa yang terjadi semalam.


Terdengar pintu kamar mandi terbuka membuat Karin gelagapan, ia malah sengaja pura-pura tidur kembali. Dio terlihat baru selesai mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya dan tangan satunya memegang handuk untuk mengeringkan rambutnya yang masih basah.


Dio melirik Karin yang masih tidur, Ia kemudian merebahkan dirinya di samping wanita itu bermaksud membangunkan tapi ia sedikit kaget saat tiba-tiba Karin menggulingkan tubuhnya menjadi membelakanginya. Dio menyeringai saat menyadari kalau Karin sebenarnya sudah bangun.


"Selamat pagi" bisiknya tepat di telinga wanita itu.


Karin membuka matanya saat mendengar ucapan Dio. "Eh...Selamat pagi" ucapnya melirik wajah Dio yang sudah segar.


"Kamu nyesel?" tanya Dio dengan suara lembutnya.


Karin diam saja menatap pria yang semalam sudah membuatnya gila dan tak henti men desah ini. "Aku malu" ucapnya dengan wajah bersemu merah yang sangat menggemaskan di mata Dio.


"Kenapa malu? Semalem kamu...aw... " Dio berhenti berbicara saat tiba-tiba Karin mengigit lengannya.


"Kau ini, kenapa suka sekali mengigitku" kata Dio melihat lengannya yang merah. Bukan itu saja sebenarnya. Semalaman selama mereka bercinta, Karin beberapa kali mengigit pundaknya atau lehernya saat ia membuat wanita itu tak menjejak bumi.


"Makanya diem" kata Karin pura-pura kesal. Ia langsung terdiam saat melihat tatapan mata Dio.


"Rin..."


"Hm....."


"Aku cinta sama kamu"


"Aku juga" kata Karin kini berubah sendu tatapannya.


"Ha?" Dio menatap Karin tak percaya. Apa dia tak salah dengar? Wanita ini kemarin menolaknya tapi sekarang..


"Aku tidak pernah tau kapan rasa ini ada, tapi aku..." Karin tak sanggup mengatakannya, matanya kembali berkaca-kaca.


"Jangan menangis Karin" Dio mengusap sudut mata Karin yang basah.


"Kau sudah milik orang lain sekarang" ucap Karin lirih.


"Aku sudah bilang kan, aku akan memutuskan dia untukmu"kata Dio kini menarik lembut wanita itu agar masuk kedalam pelukannya.


"Jangan....Aku tidak ingin menjadi perebut kebahagiaan orang lain Dio. Aku mohon, itu sangat menyakitkan. Biar saja perasaan ini mati secara perlahan-lahan, jika di teruskan kau akan tau hasilnya bukan?" kata Karin tak bisa membendung tangisnya. Ia tak rela tapi harus merelakan. Mereka jatuh cinta disaat di waktu yang salah.


Dio yang melihat itu langsung menarik Karin dalam pelukannya. Apakah memang begitu sakit mencintainya sampai membuat karin begitu tersiksa. Ternyata dari segalanya, dia paling tidak bisa melihat Karin terluka seperti ini. Ia merasakan luka yang lebih parah.


"Izinkan aku mencintaimu hari ini saja, hanya hari ini. Setelahnya, aku akan melepaskan semuanya" kata Dio menahan rasa sakitnya yang bahkan membuat dirinya susah bernafas. Matanya yang basah beberapa kali ia kerjabkan merasa perih seperti hatinya.


Dio mengurai pelukannya, memandang wajah Karin dalam-dalam sebelum kembali mencium bibir Karin yang membuatnya candu. Waktunya mencintai Karin hanya satu hari ini saja, besok ketika mereka kembali ke Jakarta, mereka bukan lagi siapa-siapa.


Sekali lagi Dio kembali menyentuh Karin dengan penuh perasaan yang menggebu, ia beberapa kali mengusap air mata Karin yang terus mengalir saat mereka melakukan hal itu kembali.


Benar-benar menyakitkan sekali rasanya. Mereka saling mencintai, kenapa tak bisa bersama?


Happy Reading.


Tbc.