
Bella dan Axel sudah berdiskusi tentang hadiah apa yang sekiranya cocok untuk pernikahan Jofan. Awalnya Axel menyarankan untuk memberinya uang saja karena tidak ribet. Tapi Bella berpikiran lain, Karena menurutnya Jofan adalah orang terdekat suaminya, selain kedua sahabat lainnya. Apalagi Jofan juga pernah membantu mereka saat dalam keadaan sulit.
"Ya jadi apa? Rumah? Mobil?" kata Axel sungguh tak mempunyai ide sama sekali.
"Itu berlebihan By. Yang lebih berkesan dong" kata Bella memutar otaknya untuk mencari hadiah yang cocok.
"Terserah kamu aja" kata Axel lagi.
Bella semakin merengut saat mendengar ucapan sang suami yang sama sekali tak membantu.
"Gimana kalau satu set perhiasan By? Nanti biar di kasih istrinya kak Jofan" kata Bella merasa kado itu sangat cocok karena Mamanya dulu sering membelikan kado itu untuk sahabatnya.
"Siap Nyonya" kata Axel mengiyakan saja.
"Nanti sekalian aku ya" kata Bella mengulas senyum manisnya.
"Pantesan, Ada maunya ternyata" sahut Axel melirik istrinya yang senyam-senyum saja.
"Jadi gimana? Nggak boleh?" kata Bella mulai memasang wajah merajuknya.
"Boleh sekali istriku, Beli aja semua yang kamu mau. Suami kamu masih kuat lembur satu bulan" kata Axel menggoda istrinya. Bella hanya mencibir godaan suaminya.
Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di mall. Axel seperti biasa membukakan pintu mobil untuk istrinya dan merangkul mesra pinggang istrinya untuk masuk kedalam. Mereka langsung menuju toko perhiasan untuk mencari kado yang di inginkan.
"Mba, minta koleksi terbaru dong" kata Bella pada pegawai toko perhiasan itu.
"Sebentar Nona" ujar Pegawai itu lalu mengambilkan beberapa set perhiasan yang model terbaru.
Semua wanita di dunia ini pasti sama, Jika melihat perhiasan yang begitu bagus maka akan bingung memilih yang mana.
"Yang mana By?" tanya Bella meminta pendapat sang suami.
"Semuanya bagus, Terserah kamu saja" kata Axel acuh tak acuh.
"Ih, lihat dulu dong By, Menurut kamu cantikan yang ini atau yang ini" kata Bella menujukan dua set perhiasan yang menurutnya paling bagus.
Axel menatap dua perhiasan itu bergantian, Lalu menatap wajah Bella yang sedang menunggu jawaban darinya.
"Kamu lebih cantik" ujarnya mengulas senyum tipis.
"Hubby, Aku serius" kata Bella dengan wajah memerah karena gombalan suaminya.
"Aku juga serius, Nggak ada yang lebih cantik dari kamu, apapun itu" kata Axel semakin membuat wajah Bella merah seperti tomat dan Axel sangat menyukai hal itu.
"Gombal banget" kata Bella lalu mengalihkan pandangannya ke pegawai yang sejak tadi senyum-senyum melihat interaksi keduanya.
"Saya ambil yang ini aja mba, Harganya berapa?" kata Bella menunjuk satu set perhiasan yang ia rasa paling bagus.
"Yang ini 700 juta Nona" kata Pegawai itu membuat mata Bella terbelalak.
"700 juta?" seru Bella dengan wajah kagetnya. Lututnya rasanya langsung lemas karena mendengar harga perhiasan setara dengan harga mobil.
"Ya Nona, Karena di dalam perhiasan ini mengandung berlian anti karat yang sangat langka" jelas Pegawai itu.
Bella menatap suaminya yang berwajah biasa saja. Axel menahan senyumnya saat melihat wajah Bella yang terkaget kaget.
"Kenapa? Yaudah ambil aja Yang" kata Axel dengan santainya.
"700 juta By? Mahal banget" Bella sedikit menyeret lengan suaminya untuk menjauh karena merasa tak enak dengan pegawai itu.
"Ya nggak apa-apa. Kamu bilang pengen yang bekesan, lagian nggak setiap hari juga kita ngasih kado. Gimana?" kata Axel lagi.
Bella mengiyakan saja karena merasa perkataan suaminya ada benarnya.
"Yaudah mba, Saya ambil yang ini" kata Bella menyerahkan pilihannya namun matanya sempat melirik kalung berlian yang ia rasa begitu cantik
"Oh itu kalung terbaru kami Nona. Harganya 1 miliyar" kata pegawai itu membuat Bella tak bisa berkata-kata.
"Ya udah mba, bungkus yang itu aja" kata Bella lagi.
"Nggak jadi Beli?" tanya Axel saat melihat Bella hanya membeli satu set perhisaan.
"Enggak, Mahal banget. Lain kali aja By"
"Beli aja sayang. Tenang aja, Aku nggak bakalan miskin kalau cuma dua set perhiasan" kata Axel tertawa kecil.
"Bentar yang, Kayaknya ada telepon. Aku angkat dulu" kata Axel mengambil ponselnya di saku celana lalu mengangkat agak menjauh dari Bella.
Bella masih tak melepaskan matanya dari kalung itu. Ia menginginkannya tapi juga terlalu mahal harganya.
"Mba, Coba lihat kalung yang ini" kata Bella secara bersamaan memilih kalung yang sama dengan wanita disebelahnya.
"Eh? Lagi cari kalung juga?" Tanya wanita itu dengan senyum tipis di bibirnya.
"Iya, Kalau mbak nya mau yang ini silahkan" kata Bella mau tak mau ikut tersenyum membalas senyum wanita itu.
"Enggak, Aku juga baru mau lihat" kata wanita itu tertawa kecil menutupi mulutnya dengan telapak tangan.
"Cincin mba bagus banget" puji wanita itu secara tiba-tiba saat tak sengaja melihat cincin yang dijari manis Bella.
"Oh cincin ini, Cincin pernikahan dari suami saya" kata Bella ikut menatap cincin yang dipakainya.
"Kayaknya suami mba cinta banget ya sama mba, Sampai ngasih hadiah cincin yang limited edition gitu" kata Wanita itu ternyata langsung mengenali jenis cincin yang dipakai Bella.
"Mba bisa aja" Bella menyahuti sekenanya.
Obrolan mereka terputus saat pegawai toko datang memberikan perhiasan Bella tadi. Bella lalu menyerahkan black card yang diberikan Axel untuk membayarnya. Diam-diam wanita yang sejak tadi mengobrol dengan Bella memperhatikan Bella terus.
"Duluan ya mba" kata Bella menganggukkan kepalanya pertanda berpamitan.
Saat Bella keluar dari toko perhiasan, Axel terlihat baru saja kembali.
"Udah dapet?" tanya Axel.
"Udah By" jawab Bella.
"Sama kamu sekalian?"
"Enggak. Kan aku udah bilang lain kali aja. Lagian duit segitu banyak buat beli perhiasan. Nggak ah" kata Bella merasa sayang uang segitu banyak hanya untuk membeli perhiasan. Padahal sejatinya ia masih sangat menginginkan kalung itu, Dalam hati ia sedikit berharap kalau kalung itu tidak laku dan ia akan membelinya kapan-kapan.
"Yaudah kalau gitu, Mau langsung pulang?" tanya Axel lagi.
"Iya, Capek banget By pengen tiduran" kata Bella merasa pinggangnya ingin patah karena terus berdiri. Axel mengiyakan dan menggandeng tangan istrinya untuk turun ke parkiran.
"Astaga yang, Aku lupa kalau Ibu nitip di beliin kue langganannya" seru Axel saat mereka sudah hampir di parkiran.
"Ibu nitip kue? Dimana?" tanya Bella dengan kening berkerut.
"Iya, Tadi Ibu nelpon. Aku masuk dulu ya, Kamu tunggu di mobil. Aku cuma sebentar kok" kata Axel menyempatkan diri untuk mencium pipi istrinya sebelum kembali masuk ke dalam mall.
Happy Reading.
Tbc.