MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Keputusan Axel



Axel mengepalkan tangannya erat menahan emosi yang muncul kepermukaan. Apa sekarang ayahnya juga akan mengatur tentang hal pribadinya. Apa tak sedikitpun Axel memiliki kebebasan sendiri.


"Axel, Ayah dan ibu kamu sudah semakin tua, Kita hanya ingin kamu menikah, Apa kamu akan selamanya seperti ini" Ayah Axel masih mencoba membujuk putranya yang tampak jam membisu seperti ini.


"Iya sayang, apa kamu nggak mau mengenal wanita itu lebih dekat, Ibu juga sangat menginginkan cucu dari kamu" sambung Tamara yang merasa setuju dengan ide suaminya. Mungkin dengan menikah anaknya itu bisa menjadi pria yang hangat seperti dulu.


"Jika Hanya ingin cucu Axel bisa memberikannya, tanpa harus menikah" Sahut Axel mendesis kesal.


"Axel!" Bentak Tamara mendengar ucapan putranya yang dia anggap cukup kurang ajar.


"Apa? Kalau hanya butuh cucu Axel bisa membuatkannya untuk kalian, tapi untuk menikah i wanita itu, jangan harap Axel mau" Axel berkata tak kalah kerasnya.


"Kenapa kamu jadi berubah seperti ini, Kamu bukan anak yang Ibu kenal" Tamara menatap putranya dengan penuh kekecewaan.


"Ibu tanya kenapa? Tanyakan saja pada pria yang menjadi Suami ibu kenapa Axel bisa seperti ini"


"Kalian selalu mengatur hidup Axel, Kau harus begini kau harus begitu, selalu saja seperti itu, kalian pernah mikir nggak sih apa yang sebenarnya Axel inginkan?"


"Sudah cukup selama ini Axel menuruti keinginan kalian, Axel sudah muak dengan semuanya, Dan Axel tegaskan lagi Axel tidak akan mau menerima perjodohan ini" Ucapan Axel membuat kedua orang tua itu bungkam. Axel lalu pergi setelah mengatakan isi hatinya yang cukup lama ia pendam.


Ayah Axel mengusap wajahnya dengan kasar. "Kenapa susah sekali bicara dengan anak itu" gerutunya merasa tak puas karena penolakan putranya.


"Sudahlah yah, Biarkan Axel mengambil keputusan sendiri, selama ini Ibu lihat, Axel selalu menuruti permintaan Ayah, jadi Ibu mohon kali ini biarkan dia memilih jalan hidupnya sendiri" Tamara sendiri tak tega jika melihat anaknya merasa tertekan.


"Kenapa Ibu malah mendukung Axel, Ayah melakukan semua ini demi kebaikan dia sendiri" Ucap Ayah Axel kesal dengan ucapan jstrinya, kenapa membela putranya yang pembangkang itu.


"Iya memang kali ini Ibu mendukung Axel, karena menurut ibu Axel pasti tau mana yang baik untuknya atau tidak, jadi sebaiknya ayah hentikan niat ayah untuk menjodohkan mereka" Perkataan tegas Tamara membuat Ayah Axel bungkam.


Kenapa sekarang istrinya juga ikut tak menurut padanya, Apa dia tak tau jika menikahkan Axel dengan Bianca adalah pilihan yang tepat. Tapi Ayah Axel tak hilang akal, sepertinya dia punya cara untuk membujuk putranya yang pembangkang itu mau menuruti ucapannya. Ayah Axel menarik salah satu sudut bibirnya merasa senang dengan rencana yang akan di buatnya.


***


Empat botol wine langsung dipesannya, tak lupa sebuah pil ektasi yang selama ini memang ia konsumsi yang menjadi temannya. Dia langsung menegak wine itu dari botolnya langsung. Dalam hati ia tak henti-hentinya mengutuk takdir yang telah membuatnya menjadi pria seperti ini. Kenapa dia tak dilahirkan menjadi anak orang miskin saja?.


Hingga tak terasa dirinya sudah menghabiskan 3 botol minuman, Kepalanya kian berat namun tak menghentikan Axel untuk terus minum. Sebuah tangan halus menyentuh lengannya membuat Axel mendongak menatap wanita yang tampak buram wajahnya. Axel mengerutkan dahinya mencoba mengenalinya, namun hasilnya nihil karena keadaanya cukup mabuk parah.


"Baby, akhirnya kita bertemu lagi" sapa Wanita dengan nada riang, sepertinya dia begitu senang.


"Siapa kau?" ucap Axel tak begitu jelas.


"Ah Baby, kenapa kau melupakan aku" Wanita itu terdengar merajuk dengan suara manjanya. "Tapi tidak apa, malam ini aku akan menggantikan malam kemarin yang sempat tertunda"


Entah sejak kapan wanita itu berpindah disampingnya, sekarang tangannya dengan lincah mengusap dadanya, dengan gerakan menggoda yang sudah berpengalaman. Tentu saja hal itu memancingnya, ditambah pengaruh alkohol dan pil ektasi yang diminumnya membuat gejolak hasratnya langsung naik.


"Tidak disini sayang, kau bisa melakukannya nanti" ucap Axel menangkap tangan wanita itu dan menciumnya membuat Wanita itu senang bukan kepalang.


Tanpa menunggu waktu lama lagi keduanya kini sudah asyik berciuman dengan mesranya di dalam kamar. Tangan Axel dengan lincah melepas gaun malam wanita itu hingga menyisakan ********** saja. Wanita itu pun tak tinggal diam, dia ikut membuka kemeja Axel hingga keduanya telanjang bulat.


Ciuman mereka semakin lama semakin dasyat hingga Axel melakukan penyatuan yang terbilang cukup kasar membuat sang wanita sedikit kaget, namun tak bisa dipungkiri dia juga merasakan sensasi yang berbeda. Bibirnya terus mendesah karena mendapat Hujaman senjata Axel yang ia rasa begitu Sesak di miliknya.


"Ah yes baby, I like it, Faster Baby"


***


_Axel Leander Indra jaya



Like dan kOmen ya...


TBC