MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
(S2) Mencari Bantuan 3.



Bella membaca surat itu dengan kening berkerut, ada sesuatu yang menggelitik jiwa penasarannya.


"Dio? Apa hubungan Dio dan Karin?" tanya Bella tentu merasa aneh dengan hal itu.


Tiara menatap Bella yang terlihat kebingungan, ia juga baru ingat kalau hanya dia yang di beritahu oleh Karin tentang masalahnya dan Dio waktu dulu. Tiara kemudian menceritakan semua kejadian yang membuat Karin dan Dio seperti ini.


Bella tampak menyimak dengan serius, Ia benar-benar tak menyangka kalau sahabatnya berhubungan dengan Dio. Tapi ia juga ikut bahagia karena akhirnya Karin bisa menemukan pria yang juga mencintainya.


"Jadi sekarang Dio itu lagi di sekap sama sepupunya sendiri?" kata Bella mengambil kesimpulan dari cerita Tiara.


"Iya, Tapi menurutku ini gila sih. Kenapa ada orang begitu tega mau hancurkan masa depan orang lain demi kesenangan sendiri, apalagi mereka berdua masih sepupu" kata Tiara juga tak habis fikir dengan jalan pikiran Nathan. Ia saja cukup kaget saat tau kalau Nathan bertingkah seperti ini. Dulu waktu Karin mengenalkan mereka, ia pikir Nathan itu pria yang sangat baik. Ternyata hatinya begitu busuk.


"Parah sih, kasian Karin, baru aja bahagia tapi malah ada masalah kayak gini" kata Bella ikut iba mendengar cerita sahabatnya.


"Makanya aku itu kesini mau minta bantuan sama suami kamu, dia pasti bisa kan ngurus hal beginian?" kata Tiara sudah tau bagaimana sepak terjang suami sahabatnya ini. Mungkin masalah ini cukup kecil untuk sekelas Axel.


"Ntar deh, aku tanyain"


*******


Malam harinya, Bella sudah siap menunggu suaminya pulang. Dua anaknya sudah ia tidurkan agar ia bisa berbicara dengan tenang nanti bersama Axel. Karena malam ini suaminya lembur, ia jadi pulang cukup larut.


"Belum tidur?" tanya Axel tersenyum tipis saat mendapati istrinya masih duduk di ruang tengah menunggunya.


"Belum, malem banget pulangnya" kata Bella balas tersenyum dan mendatangi suaminya.


"Biasa, Anak-anak mana?" Axel celingukan mencari anaknya.


"Mereka juga udah tidur, tadi nungguin Papanya nggak pulang-pulang" kata Bella kini sedang menggandeng tangan suaminya untuk masuk ke kamar.


"Anak-anak yang nungguin atau Mamanya?" goda Axel menguyel-uyel pipi Bella dengan wajahnya.


"Ish, ya anak-anak lah. Aku mah b aja" kata Bella mendorong kepala suaminya agar menjauh dari wajahnya.


"Gayanya, padahal kamu kangen kan sama aku. Bilang aja" kata Axel merengkuh tubuh istrinya dan menyandarkan dagunya di pundak Bella.


"Ge'ernya nggak ilang-ilang. Udah sana mandi, habis ini aku mau ngomong penting" kata Bella segera melepaskan dirinya.


"Bareng aja gimana? Udah lama banget loh" bisik Axel kembali merengkuh tubuh istrinya dan menyusuri telinga Bella dengan bibirnya.


Bella memejamkan matanya karena sentuhan halus suaminya, ia hampir saja terlena. Tapi ia ingat kalau sekarang ada nyawa orang lain yang harus diselamatkannya.


"By....Nanti aja" Kata Bella segera mengentikan manuver memabukkan dari suaminya.


"Sekarang aja, nanti mandi sekalian" kata Axel dengan gesit menindih tubuh istrinya.


Axel langsung membungkam mulut Bella yang sudah ingin protes dengan ciuman panasnya. Ia sudah sangat hafal bagian mana saja yang bisa membuat istrinya ini tak henti bersuara. Setengah jam kemudian, ia sudah terengah-engah seraya memeluk erat tubuh Bella.


"Makasih, aku mandi sekarang" kata Axel mencium kening Bella sebelum pergi ke kamar mandi.


Bella masih mecoba mengatur nafasnya karena ulah suaminya. Ia kemudian bangkit dan memakai bajunya kembali.


"Dia yang enak, tapi selalu aja aku yang beresin" sungut Bella memunguti baju Axel yang berceceran di lantai lalu memasukkannya di keranjang pakaian kotor.


Beberapa menit kemudian, Axel sudah selesai mandi dan sudah siap menggunakan pakaian tidurnya. Ia merebahkan kepalanya di pangkuan Bella yang sedang membaca buku. Bella yang melihat hal itu segera meletakkan bukunya di nakas lalu mengelus lembut kepala suaminya.


"Gimana tadi di kantor?" tanya Bella.


"Sama kayak biasa" kata Axel memejamkan matanya menikmati elusan tangan istrinya.


"Hmmm...." Axel hanya bergumam malas.


"Aku serius By, Ini tentang sahabat aku. Dia butuh bantuan kita" kata Bella dengan suara tegasnya membuat Axel membuka matanya. Jika Bella sudah berbicara dengan nada seperti itu, artinya memang hal ini sangat penting.


"Sahabat siapa?" tanya Axel mengerutkan dahinya.


"Karin By, Kamu inget kan sama dia?" kata Bella lagi.


"Nggak...." sahut Axel kembali ingin memejamkan matanya.


"Ish, Nggak usah pura-pura ngelupa. Kamu pasti inget" kata Bella sebal.


"Aku nggak ada inget wanita manapun, aku ingetnya cuma kamu aja" kata Axel mengrelingkan matanya menggoda membuat Bella tersipu.


"Nggak usah gombal! Sekarang itu Karin butuh bantuan kita karena pacarnya di sekap" kata Bella to the point.


"Lalu?"


"Lalu apa lagi? Kamu pasti bisa kan nyelametin pacarnya Karin?" kata Bella kali ini lebih serius.


Axel menatap Bella yang menunggu jawaban darinya. Hal itu tentu mudah saja baginya. Tapi ia juga sudah lama meninggalkan hal-hal seperti itu karena demi keselamatan keluarganya.


"Bantu ya By...Kasian tau By mereka...Apalagi Dio itu keluarganya nggak ada disini..Pasti..


"Dio?" Axel langsung menyela begitu saja. Wajahnya berubah waspada karena ia cukup ingat tentang nama itu.


"Ya Dio, dia pacarnya Karin" kata Bella langsung.


"Dio itu mantan kamu kan?" Kata Axel bangkit dari pangkuan Bella dan menatap Bella serius.


"Iya, tapi sekarang Di.." Bella langsung berhenti bicara saat tiba-tiba Axel mencium bibirnya keras.


"Jangan menyebut nama laki-laki lain" kata Axel berubah kesal wajahnya.


"Apaan sih By, Ini tuh serius, Di..." Bella kembali terdiam karena Axel kembali mencium bibirnya.


"Jangan menyebut namanya" kata Axel benar-benar tak suka jika istrinya menyebut nama laki-laki lain.


Bella berdecak kesal, Suaminya ini posesifnya memang nggak ilang-ilang dari dulu.


"Oke, Pacarnya Karin sekarang itu disekap dan Karin itu di paksa untuk menikah sama orang yang menyekap pacar Karin. Kalau Karin nggak mau nuruti keinginannya, pacar Karin mau di bunuh. Bantuin ya By...." kata Bella merayu suaminya.


"Kamu perduli sama Karin atau lelaki itu" kata Axel masih dengan gayanya yang sebal tapi ia hanya menggoda istrinya.


"Ya sama Karinlah By, aku sama Dio....


Bella kaget saat tiba-tiba Axel mencium bibirnya dengan panas. Tangan pria itu sudah tak terkendali memberi sentuhan yang membuat ia gila.


"By.....tadi kan udah" kata Bella di antara desa hannya.


"Biar kamu nggak nyebut nama laki-laki itu terus" kata Axel kembali melakukan penyatuan membuat Bella tak menjejak bumi.


"By! Kamu belum pakek itu .." kata Bella mengingatkan kalau suaminya belum memakai pengaman.


Happy Reading.


Tbc.