MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Pernikahan Impian.



Tapi tiba-tiba tangannya ditarik masuk kedalam sebuah ruangan. Bella sangat kaget dan hampir berteriak, namun mulutnya langsung dibungkam. Bella mencoba berontak dengan sekuat tenaga, apalagi ruangan itu tampak sangat gelap membuatnya tak bisa melihat apapun. Kekuatan orang bertangan kekar itu sangat kuat membuat perlawanan Bella tak ada efeknya.


"Sttt...Bella, ini aku" Ucap orang itu mencoba mengahalau pukulan yang Bella berikan. Mendengar suara berat yang sangat familiar itu membuat Bella berhenti berontak dan membesarkan matanya saat melihat siluet wajah suaminya dari celah cahaya pintu yang tak tertutup rapat.


"Axel! Kenapa kau ada disini!" Seru Bella antara kesal dan juga gemas dengan apa yang Axel lakukan. Padahal ia tadi sudah sangat takut sekali tadi.


"Kau yang kenapa? Kenapa tidak menjawab panggilanku" ucap Axel dengan wajahnya yang serius.


"Astaga! Kau sampai melakukan hal ini hanya karena aku tak mengangkat panggilan mu?" gerutu Bella merasa hal yang dilakukan Axel begitu konyol.


"Tentu saja. Tapi ada yang lebih penting dari itu" kata Axel menarik pinggang Bella hingga menempel pada tubuhnya.


"Aa..pa?" Bella mendadak gagap saat Axel menyentuh tubuhnya.


"Aku sangat merindukanmu" bisik Axel langsung mencium bibir Bella yang menjadi candunya. Tapi Bella segera melepaskan tautan bibir mereka.


"Jangan gila Axel! Diluar ada Tiara, Nanti dia ...Ehmmm...


Axel tak perduli apa yang akan Bella katakan, Ia kembali mencium bibirnya dengan sangat dalam. Ia sedikit menekan tubuh Bella hingga Bella harus menjinjit untuk mengimbangi Axel. Tangan Axel sudah ingin menjalar kemana-mana, tapi Bella menepisnya. Jujur saja jantungnya saat ini berdebar, takut sewaktu waktu Tiara akan datang.


"Bel! Lo dimana?" suara Tiara terdengar membuat Bella mendorong tubuh Axel.


Axel tentu kaget dengan hal itu, Ia mengusap bibirnya yang basah karena ciumannya. Ia berdecak kesal karena merasa terganggu, padahal ia sudah sangat menikmati ciumannya dan Bella.


Sialan!


"Tiara datang, Aku akan pergi dulu" ucap Bella panik saat mendengar suara hak sepatu yang kian mendekat. Padahal sebenarnya jika Tiara melihat pun bukan masalah. Tapi entahlah kenapa Bella merasa tak enak.


"Tunggu dulu" Axel masih mencoba menahan.


"Axel! Nanti Tiara lihat" kata Bella sudah seperti pasangan mesum yang baru tertangkap basah.


"Biarkan saja" kata Axel cuek saja.


"Bel! Lo dimana sih? Lo ninggalin gue ya" kata Tiara lagi membuat Bella semakin panik.


Ia mencoba melepaskan tangannya namun Axel malah menariknya dan kembali menciumnya dengan sedikit kasar namun tidak lama lalu melepaskannya. Axel masih menatap tak rela, tapi ia akhirnya melepaskan tangannya.


"Aku pergi dulu" bisik Bella dibalas anggukan oleh Axel.


Bella segera keluar dari ruangan gelap itu. Ia sesekali masih melihat Axel yang masih berdiri di tempatnya. Saat sudah keluar dilihatnya Tiara sedang sibuk dengan ponsel, mulutnya tampak menggerutu kesal.


"Ra!" panggilnya membuat Tiara menoleh.


"Bella! Lo darimana aja, gue cariin juga" kata Tiara menyipitkan matanya saat melihat Bella.


"Gue... Gue.. tadi juga dari toilet" kata Bella terbata saat melihat tatapan Tiara.


Bella menarik nafas lega saat Tiara tak curiga padanya. Dilihatnya Axel yang masih ada di tempatnya, keduanya melempar senyum tipis yang berarti sangat dalam. Bella kemudian berlalu untuk menyusul Tiara.


Axel masih mengintip Bella sampai wanita itu lenyap di belokan lorong. Ia tersenyum mengingat sikap impulsif nya yang seperti bocah yang tak sabar untuk menunggu. Padahal besok mereka sudah bertemu. Tapi mengejutkan Bella seperti tadi, rasanya begitu menyenangkan.


*****


Bella sudah duduk dengan anggun didepan kaca. Gaun pengantin yang dikenakan sangat cocok sekali dengan tubuhnya. Wajahnya sudah dirias dengan riasan minimalis yang membuat Bella semakin cantik. Ditangannya menggenggam buket bunga mawar merah muda dan putih. Saat kedua bunga itu di gabungkan dalam satu buket maka mereka mewakili kebahagiaan dan kegembiraan, dengan warna putih memancarkan kemurnian niat.


Mama Anita tampak tersenyum puas melihat anaknya yang begitu cantik. Terdengar pintu ruangan di ketuk membuatnya langsung membukanya. Terlihat Papa Nugraha yang baru saja masuk, Ia juga sudah sangat rapi dengan setelan jasnya.


"Apa kah sudah siap? Semua orang sudah menunggu" tanya Papa Nugraha pada Istrinya.


"Ya, Sudah" sahut Mama Anita membuka pintu lebih lebar menunjukkan sosok Bella yang membuat Papa Nugraha sampai tak bisa berkata-kata.


"Papa" ucap Bella memberikan seulas senyum untuk Papanya.


"Papa ..Papa sampai bingung mau berkata apa.. Kau cantik sekali, Papa jadi tak rela melepaskan mu" kata Papa Nugraha sedikit bercanda menutupi kegugupannya.


"Anak kita memang cantik, Ayo kita harus kesana" kata Mama Anita tersenyum.


Papa Nugraha berdiri di samping Bella, Bella lalu melingkarkan tangannya di lengan sang Papa. Kemudian mereka berjalan bersama menuju altar pernikahan. Bella cukup gugup saat langkahnya semakin mendekat. Apalagi lampu blitz kamera tampak menyorot kearahnya.


Ya memang acara resepsi pernikahan mereka diliput oleh para wartawan. Tentu saja pernikahan dua anak dari pemilik perusaahan besar menjadi bahan sorotan banyak orang. Apalagi Axel yang terkenal dengan sikap dinginnya membuat banyak orang penasaran siapa sosok wanita yang bisa meluluhkannya.


Langkah Bella semakin dekat dan ia sudah bisa melihat Axel yang berdiri gagah dengan menggunakan tuxendo putih. Dia pria yang sama dengan pria yang ia maki maki beberapa bulan yang lalu. Pria yang ia benci setengah mati kini malah menjadi suaminya.


Axel tersenyum sedikit saat melihat kedatangan Bella. Ia tak bisa menutupi kekagumannya akan kecantikan Bella. Ternyata Bella sudah memiliki hatinya sejak pertemuan mereka yang pertama. Sedikit tak menyangka jika wanita yang selalu berbicara meledak-ledak itu kini sudah menjadi istrinya.


Papa Nugraha lalu menyerahkan tangan Bella pada Axel yang langsung disambut hangat oleh Axel. Acara segera dilanjutkan dengan sungkeman yang syahdu. Papa Nugraha saja sempat ingin menangis saat anaknya sungkem. Setelah acara formal selesai, Axel dan Bella melakukan dansa di tenda altar yang berada ditengah-tengah ruangan.


Axel menarik lembut tangan Bella dan meletakkannya di bahunya. Ia lalu memeluk pinggang kecil istrinya hingga tubuh keduanya sangat dekat. Bella tersenyum membalas tatapan mata suaminya yang begitu dalam.


"Aku malu" bisik Bella melirik para tamu undangan yang kini menatap mereka tanpa sembunyi.


Semua orang setuju jika pernikahan ini adalah pernikahan yang di impikan semua orang. Sang pengantin pria begitu tampan dan sang wanita sangat cantik. Benar-benar pasangan yang ideal.


"Hei, Hei jangan pedulikan mereka. Fokus saja padaku. Ini malam kita berdua, jadi nikmatilah" bisik Axel memandang mata cokelat istrinya yang bergerak-gerak menatap kearahnya.


Bella langsung terpesona melihat wajah suaminya yang begitu tampan. Seketika saja rasanya hening seperti hanya ada mereka berdua. Keduanya bergerak seirama mengikuti lantunan denting piano dan violin klasik yang sangat merdu terdengar mengantarkan langkah pertama mereka menjemput kehidupan yang baru.


Happy Reading


Tbc