
Bella sendiri tak menolak saat Axel memeluknya. Karena dia memang membutuhkannya. Hatinya di Liputi rasa bersalah dan juga kebingungan. Antara masa depan dan juga anaknya. Tapi ini sudah menjadi konsekuensi akibat kecerobohannya.
"Maafin aku.." entah keberapa kalinya Axel meminta maaf, dia terus membisikan kata kata itu untuk menenangkan Bella yang masih terisak.
Bella mengusap air matanya, dia baru sadar jika sedari tadi pria brengsek itu cari kesempatan dengan memeluk tubuhnya. Dengan gerakan kasar, Bella berontak dari pelukan Axel membuat Axel sedikit kaget.
"Dasar aji mumpung!" serunya kesal, sudah kembali normal ternyata. "Lo sengaja ya buat gue jadi melow gini" tuduh Bella mencoba mengalihkan Axel dari apa yang tadi dia lakukan.
"Sengaja gimana?" Axel kembali bingung dengan sikap Bella yang random. Tadi wanita itu nangis nangis. Tapi sekarang malah marah marah nggak jelas.
"Udah deh ngaku Lo! Ini lagi, Lo pura pura ngelupa supaya nggak beliin gue Makanan kan"
Axel baru saja akan menjawab ketika bel apartemennya berbunyi. Siapa yang datang?. Dia menatap Bella yang memasang wajah bertanya. "Aku lihat dulu" kata Axel sebelum berlalu.
Bella menatap punggung Axel yang mulai menjauh. "Apa ini saatnya dia menerima pria itu?. Batin Bella menerwang jauh.
****
Saat Axel membuka pintu, dia langsung di kejutkan dengan kedatangan orang yang cukup tak di sangka kehadirannya. Kenapa semua orang tiba-tiba datang ke apartemennya, pikir Axel.
"Ayah! Ibu!" kata Axel tak menyembunyikan wajah kagetnya, dia menatap ayah dan ibunya bergantian.
"Apa begini caramu menerima tamu" kata Ayah Indra dengan dingin. Ibu Tamara sedikit memberikan senyumnya untuk putranya. Dia baru saja di izinkan pulang dan langsung meminta suaminya menjemput Axel Kemari.
"Ada apa ayah kesini? Ibu, Ibu sudah baikan? Bagaimana kabar ibu" kata Axel memeluk ibunya, dia teringat jika saat ini tak bisa membiarkan kedua orang tuanya masuk karena ada Bella di dalam.
"Dasar anak tidak sopan! Gerutu Ayah Indra karena Axel membiarkan mereka berdiri di depan pintu.
Ibu Tamara membalas pelukan anaknya dengan erat. "Kita masuk dulu yuk, Ibu udah lama banget nggak kesini. Lagipula ada hal penting yang ingin ayah kamu omongin"
"Hal penting apa?" tanya Axel mencoba menebak maksud kedatangan ayahnya.
"Udah ah, kita ngobrol di dalem aja! Ini ibu sekalian bawa makanan, kamu pasti belum...
Tamara yang tadinya begitu antusias masuk lebih dulu kini terdiam menatap seorang wanita ada di apartemen anaknya, pagi pagi begini. Siapa wanita itu? Tamara menatap wanita yang kini berdiri satu garis didepannya dari atas sampai bawah. Wajahnya pun masih terlihat sangat muda? Apa sekarang anaknya ini memang gemar bermain daun muda?.
Ayah Indra sendiri cukup kaget dengan apa yang dilihatnya. Dia menatap tajam pada Axel, wajahnya seolah ingin menerkamnya. Bagaimana bisa anaknya yang kemarin ingin menikah kini malah membawa wanita muda ke Apartemennya.
Axel yang sudah kepalang basah tak bisa menyembunyikan lagi tentang Bella. Dia berjalan mendekati Bella yang kini juga terdiam mematung dengan wajah pucat. Entah karena sakit atau takut Axel tak tau, dia merangkul pundak Bella membuat wanita itu menatapnya.
"Mereka siapa?" Bisik Bella dengan takut, dia cukup kaget melihat dua orang paruh baya yang kini menatapnya dengan menyelidik. Membuat Bella merasa di kuliti hingga merasa tak nyaman.
"Orang tuaku" jawabnya pada Bella. Axel menatap kedua orang tuanya kembali. "Ayah, Ibu kenalkan dia Bella calon istri aku" kata Axel dengan suara tegas, terdengar sangat berwibawa.
Kedua orang tua Axel kaget dengan ucapan anaknya, Apa anaknya itu serius ingin menikahi wanita yang begitu muda?. Ini sungguh di luar dugaan mereka.
"Oh Ya? Jadi ini calon mantu Ibu" Tamara berusaha mengabaikan pikiran yang mengganjal, dia berjalan menyambut calon mantunya.
"Namanya Bella ya tadi" ujar Tamara mengelus rambut Bella dengan lembut, dia memang sangat menginginkan anak perempuan dari dulu. Jadi melihat Bella yang akan menjadi menantunya, membuat hatinya senang karena anaknya memilih calon istri yang begitu cantik.
"Iya Tante" jawab Bella tersenyum sopan, dia bergantian bersalaman dengan Ayah Axel yang sejak tadi diam saja.
****
Tak membutuhkan waktu lama untuk membuat Ibu Tamara dengan Bella akrab. Bella yang memang tipe anak yang supel, mudah mengimbangi ucapan Ibu Tamara. Bahkan kini keduanya sudah duduk di meja makan untuk mencoba beberapa makanan yang di pesan Axel atas perintah ibunya. Karena tadi, Ibu Tamara sempat mengomel saat tau kalau Bella belum makan apapun sejak pagi. Apalagi kondisinya saat ini sedang hamil, jadi nutrisi harus menjadi hal utama.
"Ayo makan yang banyak! Nanti biar anaknya sehat, Kamu juga kurus begini" kata Ibu Tamara menyodorkan berbagai makanan yang menurutnya bagus untuk ibu hamil.
"Iya Tante, Ini cukup kok" Bella sedikit bingung harus makan yang mana dulu.
"Ehm, Bella... Sebelumnya Tante mau minta maaf sama kamu, Karena ulah anak Tante kamu jadi susah begini.. Maafin Axel ya, Dia pasti tanggung jawab sama anak yang kamu kandung" kata Ibu Tamara memegang tangan Bella yang baru menyelesaikan makannya.
Bella sempat menatap Ibu Axel sebelum dia menundukkan wajahnya. "Ini.. Bukan salah Axel aja Tante, Bella juga salah" kata Bella lagi lagi merasa malu dengan sikapnya.
"Ini bukan waktunya untuk menyalahkan, Yang terpenting sekarang Bella dan anaknya sehat. Bella udah bilang ke orang tua kan kalau malam ini kita akan datang kerumah?"
****
Disisi lain, Axel sedang duduk berhadapan dengan ayahnya yang sejak tadi tak mengeluarkan sepatah katapun. Axel pun tak ada niatan untuk mengakhiri perang dingin diantara keduanya. Seolah keduanya kini sedang beradu kekuatan.
"Jadi calon istri kamu masih sekolah" Ternyata Ayah Indra sudah cukup merasa tak sabar dengan aksi diam keduanya, dia memilih mengalah dengan mengawali percakapan dengan anaknya.
"Ya," jawab Axel singkat, dia sudah menebak kalau ayahnya ini sudah mencari tau tentang Bella.
"SMA" Ayah Indra mendesis antara sebal dan juga ingin mengejek anaknya. Bagaimana bisa anaknya itu bermain-main dengan bocah ingusan seperti itu. "Orang tua anak itu sudah tau tentang anaknya yang hamil?"
"Sudah"
"Jadi, Apa lukamu itu di akibatkan oleh ayahnya" tebak Ayah Indra. Axel memilih tak menghiraukannya.
"Sudah? Ayah sudah tau tentang Bella, Apalagi yang akan ayah lakukan?"
"Menikahkan kalian tentunya" jawab Ayah Indra dengan tenangnya namun membuat Axel keheranan. Kemarin pria ini begitu kekeh menolak Bella sampai mengusirnya dari rumah, tapi sekarang? Dia malah dengan entengnya mengatakan ingin menikahkan mereka.
"Nanti malam Aku dan ibumu akan datang bersama pamanmu! Jadi segera persiapkan dirimu" kata Ayah Indra lagi semakin membuat Axel heran, tapi dia tak ingin bertanya. Dia memilih diam melihat kepergian ayahnya.
Jangan lupa dukungan, like dan komen ya...
**Happy Reading
TBC**