MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Pertunangan Jofan~1



Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Hari ini adalah hari pertunangan Jofan. Rencananya acaranya akan di gelar di sebuah hotel berbintang yang ada di pusat kota Jakarta. Pertunangan yang terbilang mewah karena Jofan dan kekasihnya sama-sama berasal dari keluarga kaya raya. Jadi tak tanggung-tanggung menggelontokan biaya untuk acara pertunangan anak mereka.


Semua orang sudah tampak sibuk dengan aktivitasnya. Tiara sendiri sudah terlihat cantik dengan gaunnya. Dia sedari tadi menelepon kedua sahabatnya untuk segera datang karena tamu undangan sudah cukup ramai. Dan acaranya pun akan segera di mulai.


"Tiara!" panggilan seorang membuat Tiara menoleh.


"Karin, Lo udah Dateng, pantes gue telepon nggak Lo angkat"


"Ya hape gue udah mode silent jadi gue nggak denger, Rame banget pesta kakak Lo" Karin menatap takjub dekorasi yang begitu indahnya. Tamunya pun dari kalangan atas, terlihat dari cara berpakaian mereka.


"Iyalah, semua kolega bokap di undang" kata Tiara seadanya. "Bella mana? Kok Lo nggak bareng" tanya Tiara pada Karin.


"Oh, dia tadi katanya udah otewe, mungkin bentar lagi Dateng"


Tiara mengangguk mendengar jawaban Karin. Dia mengajak Karin untuk menemui kakaknya terlebih dulu. Disana ternyata sudah ada Para sahabat Kak Jofan.


"Eh itu ada sahabat Kakak Lo, kok cuma berdua, dia nggak Dateng ya Ra" Karin terlihat kecewa karena sudah tampil begitu cantik namun pria icarannya tak datang kesana, percuma pikirnya.


Tiara mendengus mendengar pertanyaan Karin. "Nggak sabar banget sih Lo, tuh kak Axel dateng" Tiara menunjuk seorang pria yang tampak berjalan dengan gagah kearah mereka.


Ya sahabat Jofan yang di kagumi Karin adalah Axel. Mereka pernah bertemu sebelumnya, waktu itu Karin yang sedang mampir kerumah Tiara bertepatan saat para sahabat Jofan juga main ke rumah. Karin yang melihat Axel pertama kali langsung jatuh cinta padanya.


Malam itu Axel terlihat begitu tampan dengan mengenakan setelan jas berwarna abu-abu tampak begitu cocok di tubuhnya. Bukan hanya Karin saja yang terpesona dengan ketampanan Axel, tapi para wanita Disana pun berdecak kagum melihat ciptaan Tuhan yang di anggap sempurna itu. Namun mereka harus menelan kekecewaan saat tau ternyata ada wanita lain yang berjalan di belakang Axel.


Axel memang tidak datang sendirian, dia datang bersama Bianca. Tentu saja karena paksaan ayahnya Axel mau membawa wanita itu pergi. Axel memang belum sepenuhnya menyetujui tentang rencana perjodohan itu, dia hanya mengatakan akan di pikirkan. Namun ayahnya sudah begitu senang, Dia tak menyia-nyiakan waktu ini untuk mendekatkan keduanya.


Karin yang tadinya menatap penuh kekaguman kini pun menatap Axel dengan penasaran. "Itu siapanya kak Axel Ra?" tanyanya pada Tiara.


"Ya mana gue tau, Pacarnya kali" jawab Tiara sekenannya.


"Masak sih pacarnya? Rugi dong gue dandan cantik gini tapi ternyata kak Axel udah punya pacar" Karin merasa kecewa jika memang Axel punya kekasih.


"Alah ribet lu, cowok disini kan banyak nggak mesti kak Axel, lagian kak Axel juga belum tentu mau sama Lo, seleranya lihat tuh cantik banget" perkataan Tiara bukan malah menenangkan Karin tapi malah membuatnya sedih.


"Iya, kalau gue apalah sih Ra"


"Kok Lo jadi melow gini sih, kita samperin mereka aja deh, sekalian cari info" Tiara langsung menyeret Karin untuk mendekat ke arah kakaknya.


****


Axel berjalan dengan wajah dinginnya, saat ini moodnya begitu buruk. Dia tak memperdulikan wanita yang tertinggal di belakangnya. Padahal malam itu Bianca sudah dandan begitu cantik untuk menemani Axel. Lagi-lagi usahanya itu tak di perdulikan oleh Axel, sikapnya sangat acuh sekali, namun itulah yang membuat Bianca penasaran.


Sikap dingin yang susah tertebak membuat Bianca bertekad untuk menaklukannya. Apalagi dia sudah mengantongi restu kedua orang tua Axel. Jadi Bianca tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.


"Axel, bisakah kau berjalan pelan, aku kesulitan mengikutimu" itu perkataan Bianca beberapa menit yang lalu sebelum masuk ke dalam pesta.


"Tidak!" hanya satu kata itu yang meluncur dari mulut Axel. Dia benar-benar tak perduli.


"Tapi.....


"Kalau kau tidak suka lebih baik tunggu di mobil, jangan menyusahkan ku" belum sempat Bianca protes, Axel langsung memotongnya dengan nada tegas tak terbantahkan.


"Selamat bro, semoga lancar sampai akhir" ucap Axel pada Jofan yang tampak begitu gagah mengenakan tuxendo hitamnya.


"Thanks brother, Lo juga semoga cepet nyusul" balas Jofan seraya berpelukan hangat dengan sahabatnya. Hal itu membuat Jofan dapat melihat seorang wanita yang ternyata ada di belakang Axel.


"Dia?" Jofan menunjuk Bianca dengan matanya.


Axel mengikuti arah tatapan Jofan, Hampir saja Axel melupakan wanita yang di bawanya. "Oh, dia ....."


"Kakak!" seruan Tiara membuat ucapan Axel terhenti. Jofan mendengus kecil karena merasa adiknya ini menggangu.


"Ada apa?"


"Ini kenalin Karin temen aku, di mau ngucapin selamat sama kakak" Kata Tiara seraya menarik Karin supaya maju kedepan.


Karin sedikit salah tingkah karena kini dia di tatap oleh pria pujaannya. "Selamat ya kak Jofan atas pertunangannya, Karin doakan semoga kakak panjang umur"


"Kok panjang umur sih, Lo pikir kakak gue ulang tahun apa?" cetus Tiara merasa perkataan cukup nyeleneh.


"Ah ya, maksud Karin semoga Langgeng dengan kak Diana" Karin tersenyum kikuk seraya mengulurkan tangannya pada Jofan.


"Iya, terima kasih Karin" balas Jofan tersenyum manis.


"Oh ya kak Axel, ini kenalin juga temen aku Karin" kata Tiara membuat Karin membesarkan matanya kaget, dia tak menyangka Tiara langsung mengenalkannya.


Dengan tangan gemetar Karin mengulurkannya pada Axel. "Karin kak" ucapnya terbata, ya tuhan dia benar-benar gugup.


"Axel" kata Axel seperti biasa datar dan dingin.


"By the way, ini siapa kak, pacar kakak ya?" Tanya Tiara yang memang penasaran dengan wanita yang di bawa Axel. Sedangkan Karin harap-harap cemas menunggu jawaban Axel.


Axel melirik Bianca sejenak. "Dia Bianca... Sekretaris Aku di kantor" kata Axel datar saja, toh itu memang kenyataanya kan.


Bianca hanya mengulum senyumnya saat Axel memperkenalkan dia sebagai sekretarisnya. Ya memang Axel tak salah. "Aku Bianca" katanya seraya berjabat tangan pada Jofan dan adiknya juga Karin.


Karin tak bisa menutupi rasa bahagianya karena merasa mendapatkan Angin segar. "Ternyata kak Axel masih jomblo" pikirnya.


Suasana yang tadinya tenang kini berubah menjadi sedikit berisik, orang-orang tampak menatap ke satu arah seraya berbisik- bisik. Hal itu tentu saja memancing Axel dan yang lainnya. Mereka merasa heran melihat hal itu.


"Ada apa sih?" Tanya Tiara ikut penasaran.


****


Jangan lupa like ya kak...


Nanti malam up satu bab lagi...


Ditunggu yaa...


TBC