MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Sweet Kitchen



Keesokan harinya Bella terbangun dan menatap sekitar seolah mencari sesuatu. Ya dia sedang mencari Axel karena seingatnya semalam pria itu datang. Bella menghela nafas kecewa, ia pikir semalam itu nyata tapi ternyata hanya mimpi.


"Tapi kenapa begitu nyata?" gumam Bella merasa frustasi memikirkan hal yang ia rasa membingungkan. Ia cukup kesal, kenapa pria itu tiba-tiba datang tiba-tiba pergi.


Bella beranjak dari tempat tidur dan segera membersihkan diri. Bella bersiap dengan cepat karena tak ingin semua orang menunggunya terlalu lama. Saat Bella turun untuk sarapan, seperti biasa Ibu mertuanya itu sudah begitu sibuk menghidangkan menu sarapan. Ayah mertuanya juga sudah tampak rapi dan meminum secangkir teh.


"Selamat pagi" ucap Bella merasa malu karena tak pernah membantu apapun di dapur. Ia taunya semua sudah beres dan tinggal makan saja.


"Pagi, Sudah mau berangkat? Sarapan dulu" ucap Tamara seperti biasa langsung meladeni menantunya.


Bella hanya diam saja, ia masih penasaran apakah semalam ia memang hanya bermimpi?


"Gimana sayang? Mau sarapan nasi goreng atau roti?" ucapan Tamara membuat Bella sedikit terkejut karena dia sempat melamun.


"Nasi goreng aja" ucapnya setelah beberapa saat berfikir.


Ia menolak saat Ibu Tamara ingin mengambilkannya. Mereka mulai sarapan dengan tenang. Saat Bella menyendokkan satu suap nasi goreng ke mulutnya ia cukup terkejut dengan rasanya. Mengingatkannya pada seseorang, Rasanya sama persis. Tapi Bella segera menampik pemikiran itu.


"Mungkin aku terlalu memikirkannya" gumam Bella dalam hati.


"Kenapa sayang? Nasi gorengnya nggak enak ya?" Pertanyaan itu Tamara lontarkan saat melihat raut wajah Bella yang berubah.


"Oh tidak Bu, Ini enak kok" jawab Bella tersenyum tipis.


"Baiklah" Tamara mengangguk. "Oh, Ya sayang. Ibu lupa belum membuatkan mu susu. Sebentar ibu buatkan dulu" ujar Tamara hendak beranjak tapi Bella dengan cepat mencegahnya.


"Eh nggak usah Bu, Biar Bella aja" sergah Bella semakin tak enak merepotkan ibu mertuanya terus. Bella segera pergi ke dapur untuk membuat susu sendiri.


"Kamu terlalu memanjakannya" celetuk Ayah Indra yang sejak tadi diam saja. Menurutnya istrinya terlalu berlebihan pada menantunya.


"Bella itu istrinya Axel, Sudah sepantasnya kita memperlakukan dia seperti itu. Lagipula Bella juga sedang mengandung cucu kita, tidak ada salahnya memberikan perhatian lebih" sahut Tamara santai saja.


"Ya, Ayah harap dia tidak menjadi besar kepala dan melawan kita nantinya" kata Ayah Indra lagi.


"Seperti calon menantu yang Ayah pilihkan begitu?" sindir Tamara melirik suaminya sedikit sinis.


Indra Jaya hanya diam saja seraya menghela nafas. Sebenarnya ia bukan tak menyukai Bella. Hanya saja ia masih tidak terima karena anaknya tidak menikah dengan seseorang yang ia pilihkan. Tapi saat Indra Jaya mengetahui apa yang dilakukan Bianca akhir-akhir ini membuatnya sadar kalau Bianca pun tak sebaik yang ia kira.


****


Bella menatap dapur rumah Axel yang begitu luas , bahkan dua kali lipat dari dapur miliknya. Barang-barangnya pun tersusun sangat rapi. Tapi Bella bingung harus mencari susunya dimana. Tadi Ia juga lupa tak sempat bertanya. Akhirnya Bella membuka satu persatu lemari yang ada.


Karena tubuhnya yang tidak begitu tinggi, Bella cukup kesusahan untuk menggapai lemari yang ada di atas. Bella menghembuskan nafas, beginilah repot nya orang pendek. gerutunya sebal sendiri. Saat Bella ingin menyerah, ia merasakan sesuatu menempel punggungnya disusul tangan kekar yang terulur mengambilkan apa yang di inginkan.


Bella sedikit kaget, ia mengangkat pandangannya dan seketika matanya bertubrukan pada mata hitam galaxy milik Axel yang menatapnya tajam namun lembut. Bella harus sedikit mendongak untuk melihat jelas apakah itu memang Axel. Ternyata semalam bukan mimpi. pikirnya.


"Axel.." bibirnya berucap tanpa suara.


"Biar aku yang membuatkan susu untukmu" ujar Axel terdengar merdu di telinga Bella.


Tapi Bella segera tersadar kalau sekarang dia masih marah pada pria itu. Ia segera mendorong tubuh pria tegap itu agar menjauh.


"Nggak perlu, aku bisa sendiri" ucapnya dengan nada ketus.


Axel terdiam mendapatkan penolakan dari Bella. Namun ia tidak beranjak. Ia tetap berdiri di belakang Bella membuat Bella risih.


"Lo ngapain sih disini terus, Nggak ada kerjaan lain apa" cetusnya merasa rikuh di perhatikan sedemikian rupa.


"Ada"


"Menunggumu" jawab Axel mengulum senyumnya karena pelototan Bella.


Bella mendengus tak memperdulikan Axel lagi. Ia sibuk mencari panci yang akan digunakan untuk merebus air. Tapi lagi-lagi tempatnya ada di lemari atas membuat ia tak bisa mengambilnya. Bella lalu melirik Axel yang hanya diam saja, apakah pria itu tidak peka? Dasar. gerutunya.


Bella melompat-lompat kecil agar menjangkaunya. Tapi karena hamil, perutnya terasa sakit saat ia gunakan melompat.


"Aw.." Desis Bella meringis.


"Kau kenapa?" Axel langsung cemas melihat Bella kesakitan.


"Sakit" rintih Bella.


"Kau sih, Sudah tau hamil kenapa malah lompat-lompat. Aku kan sudah bilang biar aku saja" gerutu Axel kesal namun juga cemas.


"Kalau nggak mau bantu yaudah, ngapain marah-marah" seru Bella mendengus kesal.


"Bukan begitu, Sudah Kau diam saja. Biar aku yang membuatkan susu untukmu" kata Axel lagi ingin menuntun Bella untuk duduk namun tangannya langsung ditepis.


"Gue bilang nggak perlu" sergah Bella dengan keras kepala.


Axel menghela nafas, tanpa mengucap katapun ia langsung menggendong tubuh Bella membuat Bella kaget dan meronta.


"Hei, kau mau apa. Turunin nggak" pekik Bella kaget.


Tapi Axel tak menghiraukannya. Ia segera meletakan Bella di meja dapur dan mengungkung tubuhnya dengan kedua tangan. Ia menatap Bella yang sedang kesal itu.


"Diam disini atau kau ingin aku melakukan hal yang lain?" bisik Axel sengaja mendekatkan wajahnya ke telinga Bella.


"Lo apa-apaan sih. Minggir nggak? Gue laporin Ibu nih" ancam Bella merinding saat merasakan hembusan nafas Axel dilehernya.


"Memangnya aku ngapain?" bisik Axel lagi semakin menenggelamkan wajahnya di keharuman leher Bella.


Bella memejamkan matanya merasakan sesuatu yang aneh. Ia bingung harus menjawab apa. Seharusnya ia memaki pria ini karena bersikap semena-mena padanya. Tapi kenapa dia malah diam saja?


"Bella, susunya udah jadi belum. katanya tadi.


." Suara Tamara terdengar membuat Bella gelagapan dibuatnya.


Ia tentu tak ingin sampai ibu mertuanya memergoki nya bersama Axel dengan posisi seperti ini. Ia segera mendorong bahu Axel hingga kepala pria itu mendongak. Saat ia ingin melompat turun Axel malah mencegahnya membuat Bella kesal.


"Axel awas, ada ibu" sentak nya kesal.


"Lalu kenapa? Kita tidak ngapa-ngapain kan?" ujar Axel santai saja.


"Ck, kau ini. Turunin gue sekarang juga" seru Bella melotot pada Axel.


"Kalau aku nggak mau?" kata Axel sengaja menggoda Bella. Ia senang sekali melihat wajah panik Bella yang terlihat cantik.


Bella semakin kesal dibuatnya. Ia terus saja mendorong tubuh Axel agar pria itu melepaskannya tapi karena tenaganya kalah kuat. Hingga beberapa kali dorongan sangat keras, Bella berhasil membuat Axel mundur hingga hampir terjatuh.


Tapi Bella seketika kaget karena Axel menarik pinggangnya hingga keduanya jatuh bersamaan dengan posisi Bella di atas tubuh Axel. Bibir mereka tak sengaja bersentuhan hingga bagi orang yang melihatnya seperti orang berciuman.


"Astaga! Kalian!"


Happy Reading


TBC