MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Satu Lagu Untuk Istriku.



"Pokoknya aku mau kau bernyanyi sekarang, Kalau tidak mau yasudah. Kita pulang saja" kata Bella berpura-pura ngambek. Jika begini, biasanya Axel akan luluh.


Demi apapun Axel rasanya ingin sekali mengumpat karena keinginan Bella. Tapi ia tentu tidak akan melakukannya. Ia menghela nafas sebentar dan mengangguk.


"Baiklah, Aku akan menyanyi untukmu" kata Axel membuat Bella tersenyum senang.


Axel berjalan menuju panggung kecil yang berada ditengah kafe. Ia sebenarnya cukup ragu, karena seumur hidupnya ia tak pernah menyanyi kecuali dulu waktu paduan suara SMP. Tapi sekarang ia harus menyanyi dengan alasan cinta? Apakah itu tak terdengar lucu.


Axel lalu mengambil gitar dan duduk menghadap ke arah para tamu kafe yang hadir.


"Selamat Malam, Aku sebenarnya tidak bisa bernyanyi, Tapi demi istriku, Aku akan menyanyikan satu lagu" kata Axel menatap lurus pada wanitanya yang kini tersenyum dan melambaikan tangan.


Hanya dengan ucapan yang keluar dari mulutnya saja sudah terdengar begitu indah. Membuat semua orang yang ada disitu menyiapkan ponselnya untuk merekam. Apalagi wajah Axel yang tampan membuat mereka seolah terhipnotis dan bertepuk tangan.


Axel memetik gitar dengan wajah penuh senyuman hanya untuk istrinya.


Not sure if you know this


(Aku tak yakin kau tahu ini)


But when we first met


(Namun sejak pertama kita bertemu)


I got so nervous I couldn't speak


(Aku merasa begitu gugup, aku tak bisa berucap)


In that very moment


(Pada saat itu juga)


I found the one and


(Aku menemukan seseorang dan)


My life had found its missing piece


(Hidupku menjadi lengkap)


So as long as I live I love you


(Jadi selama aku hidup, aku mencintaimu)


Will have and hold you


(Aku akan memiliki dan memelukmu)


You look so beautiful in white


(Kau terlihat begitu cantik dengan gaun putih)


And from now 'til my very last breath


(Dan mulai sekarang sampai nafas terakhirku)


This day I'll cherish


(Hari ini akan selalu kuingat)


You look so beautiful in white


(Kau terlihat begitu cantik dengan gaun putih)


Tonight


(Malam ini)


Lagu: Beautiful In White By Shane Filan Westlife.


Bella tak henti mengembangkan senyumnya saat mendengar lagu yang dinyanyikan Axel untuknya. Ia merasa sangat tersentuh dengan setiap lirik yang terucap. Mata Axel tak lepas memandangnya membuat Bella merasa menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini.


"Bella...Aku mencintaimu" kata Axel setelah menyelesaikan lagunya. Ia mengungkapkan perasaanya tanpa tau malu.


Tepuk tangan semakin bergemuruh saat mendengar ungkapan cinta Axel. Para wanita disana langsung penasaran siapa sosok wanita yang berhasil meluluhkan pria mempesona ini. Axel lalu meletakkan gitarnya dan kembali mendatangi Bella dihadapan para fans dadakan yang terus merekam.


Langkahnya semakin mantap saat melihat wajah cantik istrinya yang begitu cantik dengan balutan gaun putih yang senada dengan kemejanya. Para fans dadakan langsung kecewa karena kalah saing dengan wanitanya yang begitu cantik. Sungguh pasangan yang serasi, pikir mereka.


"Apa kau suka lagunya?" ujar Axel menggenggam tangan istrinya.


"Suka" jawab Bella tersenyum malu karena kini semua orang menatapnya. "Suaramu sangat bagus By" ujarnya lagi.


"Jadi, Apa kau akan memberiku hadiah?" kata Axel menaik turunkan alisnya.


Axel menunduk dan berbisik ditelinga istrinya. "Hadiahnya aku minta nanti malam saja" bisik Axel membuat wajah Bella memerah.


"Apaan sih" ujarnya salah tingkah.


Axel tersenyum dan mengajak Bella pulang dibawah tatapan semua orang yang masih terkagum dengan mereka. Mereka berjalan menyusuri pesisir pantai dengan tangan yang saling bertaut, dibawah cahaya bulan yang indah membuat suasana semakin syahdu.


"Apa aku boleh meminta hadiahku sekarang?" ucap secara tiba-tiba.


"Apa? Kau gila By!" seru Bella kaget saat mendengar permintaan suaminya. Ia lalu melirik sekelilingnya yang hanya laut dan pohon cemara disepanjang jalan. Apa Axel gila, meminta bercinta disini, pikirnya.


Axel melirik wajah istrinya yang kaget. Ia lalu tersenyum usil. "Ya, pasti sangat menyenangkan, bagaimana kalau ke goa itu saja" kata Axel menunjuk goa yang berada diujung pantai.


Bella membesarkan matanya. "Aku tidak mau By, Bagaimana nanti kalau ada ular? Atau ada serangga" kata Bella langsung menolak ide itu, bercinta di goa sungguh menggelikan, ia bergidik hanya dengan membayangkan saja.


"Kau takut dengan serangga?" Tanya Axel langsung dijawab anggukan oleh Bella.


"Apa kau tidak tau kalau suamimu ini lebih berbahaya dari serangga?" kata Axel menggigit pelan telinga istrinya.


"Hubby! Aku serius" seru Bella mencubit perut suaminya.


"Aku juga serius, Ayo" kata Axel benar-benar membuktikan ucapannya mengajak Bella ke goa yang gelap itu. Hanya ada cahaya dari rembulan yang indah.


"By! Kau gila, Bagaimana kalau ada yang...emmmm


Axel langsung mencium Bella dengan rakus saat ia sudah menemukan tempat yang cukup nyaman. Tangannya dengan liar membuka kancing baju Bella hingga memperlihatkan dada indah yang mempesona. Ia lalu menarik penutup benda itu dan mel*mat pucak merah muda yang menggodanya.


"Ah....By...Ini tempat umum..Ah..." Bella mende*ah saat Axel menyerangnya dengan membabi buta. Tangan pria itu sudah memainkan miliknya dibawah sana membuat lututnya bergetar.


Axel lalu menarik turun resleting celananya dan mengeluarkan benda kebanggaannya. "Argh...Sayang... So wet..." Axel mendesis saat menyingkap dalaman Bella kesamping dan membenamkan senjatanya secara perlahan kehangatan yang sudah licin.


"Ah By...." pekik Bella dengan suara tertahan saat senjata Axel menerobos. Ia memegang pundak Axel dengan kencang.


Axel menegakkan tubuhnya dan menarik satu kaki Bella agar menaut di pinggangnya dan semakin memperdalam senjatanya membuat Bella semakin menggila. Axel terus menekan senjatanya dengan gairah yang menggebu. Mereka Saling memandang wajah mereka satu sama lain, berbicara lewat mata dengan penuh debaran di hati.


"By...." Bella menahan de*ahannya saat Axel mempercepat gerakannya.


"Bersama" ucap Axel dengan nafas memburu. Ia mempercepat gerakannya dan menghentakkan tubuhnya dengan kuat saat dia sampai puncak. Bella mer*mas rambut Axel bagian belakang.


"Kau benar-benar gila By!" seru Bella antara kelelahannya.


"Aku hanya mengambil hadiahku" kata Axel duduk berjongkok seraya menyeka kaki Bella hingga ke pangkal paha dengan sapu tangannya.


"Dasar tidak sabar" cetus Bella membenarkan pakaiannya yang di acak-acak oleh Axel.


Axel hanya tertawa mendengar gerutuan istrinya. Ia lalu berdiri mengecup bibir Bella sebentar. "Aku memang selalu tidak sabar jika bersamamu" kata Axel mengerlingkan matanya.


Bella hanya mencibir. "Ayo pulang, Nanti ada orang yang melihat lagi" kata Bella sedikit bingung saat Axel malah berjongkok membelakanginya.


"Naiklah, Aku akan menggendong mu" kata Axel.


Bella tersenyum dan langsung naik dipunggung suaminya yang sudah siap menggendongnya.


"Pegangan yang erat! Kalau kau tidak mau jatuh" kata Axel sebelum melangkah.


"Kalau aku jatuh, kau pasti juga akan jatuh" kata Bella menyandarkan pipinya di pundak Axel.


"Tentu, Tak mungkin aku membiarkan mu jatuh sendirian" kata Axel membuat Bella tersenyum.


"Dasar! Apa kau dulu juga sering menggunakan gombalan mu ini untuk merayu wanita" kata Bella asal saja.


"Sudah aku katakan, aku tidak pernah merayu wanita mana pun" kata Axel sedikit kesal.


"Iya..Aku percaya kok By, Serius banget sih" kata Bella memberikan kecupan manis di pipi suaminya.


"Apa aku harus menghukum mu dulu agar kau percaya padaku" kata Axel menarik sudut bibirnya.


"Tidak mau" tolak Bella langsung saat mengetahui akal busuk suaminya ini.


"Tapi aku mau, Sangat..sangat mau" kata Axel lalu membawa Bella berlari.


"By!! Awas, Nanti jatuh" Teriak Bella mengeratkan pegangannya karena takut akan jatuh. Tapi ia juga tertawa senang karena aksi suaminya ini. Benar-benar malam yang indah.


Happy Reading


Tbc