
Setelah acara makan malam itu selesai, Axel terburu-buru masuk ke kamar. Ia melepas semua bajunya dan membuangnya sembarangan. Ia lalu mengambil handuk dan melilitkan di pinggangnya. Wajah Axel masih begitu kesal karena Bella memberikan perhatian lebih pada pria lain.
Bagi Axel, Bella hanya boleh perhatian dengannya. Bella yang baru masuk kamar mengerutkan dahinya melihat baju Axel berserakan dilantai, Padahal biasanya suaminya tidak seperti ini.
"By, Kenapa bajunya berserakan seperti ini" Bella bertanya sekaligus menggerutu. Ia memunguti satu persatu baju Axel dan meletakkannya di keranjang kotor.
"Buka bajumu" kata Axel dengan nada datar.
"Untuk apa By?" tanya Bella dengan bingung.
Axel ingin sekali mengumpat kata-kata kasar karena istrinya tidak peka sama sekali. Entahlah, Dia begitu kesal hari ini.
"Aku menginginkannya! Buka bajumu sekarang" kata Axel mendekati Bella yang hanya diam mematung.
"Eh? Tidak biasanya kau seperti ini By?" Bella semakin heran dengan tingkah suaminya.
"Maka biasakanlah, Apa kau sudah tak mau melakukannya denganku lagi?" kata Axel kini menarik lembut Bella dan mendudukkannya di ranjang. Ia segera membuka seluruh baju yang digunakan istrinya hingga keduanya sama-sama polos.
"Bukan seperti itu By, Aku hanya emmm....
Ucapan Bella menguap begitu saja karena Axel langsung membungkam bibirnya dengan ciuman yang panas. Axel menekan bibir Bella agar terbuka dan ia menyusupkan lidahnya di kedalaman mulut Bella. Axel lalu melepaskan ciuman mereka, Nafas Keduanya terengah-engah.
Axel lalu membuka handuknya dan memperlihatkan benda kebanggaannya. Bella sedikit kaget saat benda yang selama hamil ini selalu dirindukan tepat didepan wajahnya.
"Bella..." ucap Axel lirih.
Bella mengerti apa yang di inginkan suaminya, Terlebih lagi tangan Axel memegang kepalanya dan mengarahkan benda itu ke mulutnya.
"Argh...Iya sayang..Aku suka" Erangan Axel terdengar begitu Bella merasakan kehangatan mulut Bella. Tangannya tak henti-henti memberi usapan pada rambut istrinya yang ia rasa kini semakin mahir memuaskannya.
"Lihat aku yang" kata Axel diantara nafasnya yang terengah meminta Bella mendongak.
Dan Bella langsung menatap wajah suaminya yang terengah-engah dengan mulut terbuka menikmati kehatangan yang diberikannya.
"Kamu cantik banget" ucap Axel mengusap sudut bibir Bella yang masih penuh dengan properti miliknya.
Axel lalu menyudahi hal itu dan menarik tubuh Bella agar membelakanginya. Ia sedikit mendorong tubuh istrinya agar membungkuk dan memeluknya dari belakang.
"Aku nggak suka kamu perhatian sama laki-laki lain" bisik Axel mengelus perut istrinya dan membenamkan jarinya di kehangatan lembah yang sudah basah.
"By..." Bella menggigit bibirnya seraya memegang tangan Axel yang memainkan miliknya.
"Aku harus mastiin kalau cuma aku yang kamu pikirkan, Dan cuma aku yang bisa ngasih hal ini ke kamu" bisik Axel mempercepat gerakan tangannya dan sedikit mendorong tubuh istrinya hingga lututnya menyentuh bibir ranjang.
"By..." Bella tak mengontrol des ahan nya saat Axel semakin menggila.
"Sebut namaku" bisik Axel tak mengehentikan aksinya.
"Axel.."
"Lagi..." Axel menyusuri punggung mulus istrinya yang mengeluarkan titik keringat.
"Axel .." kata Bella meremas seprai untuk melampiaskan rasa memabukkan yang di buat suaminya.
"Lebih keras" bisik Axel lagi.
"Axel! Lakukan sekarang juga!" teriak Bella dibuat frustasi saat Axel terus membuatnya hilang akal.
Axel tersenyum sedikit, Ia melepaskan tangannya dan segera melakukan penyatuan. Lenguhan keduanya terdengar saat Axel memasuki tubuh istrinya dengan posisi sama-sama berdiri.
Des ahan dan pekikan Bella lolos dari mulutnya saat Axel mengayunkan tubuhnya dari belakang. Tangan pria itu tak henti mengusap-usap miliknya hingga dia tak bisa menahannya.
"Axel...." Bella meremas tangan suaminya saat tubuhnya menjengang karena mendapatkan pelepasan.
Hingga beberapa menit berlalu gerakan Axel semakin tak terkendali dan ia menghentakkan tubuhnya berkali-kali seraya memeluk dan memijat lembut dada istrinya.
"Kamu enak banget..." bisik Axel memberikan kecupan keras di pundak istrinya hingga meninggalkan bekas merah keunguan.
Setelah mereka melakukan hal itu, Axel mengajak Bella mandi bersama. Bella menuruti semua yang diminta suaminya yang hari itu ia rasa begitu rewel. Tapi saat ia keluar dari kamar mandi, Bella merasakan perutnya sakit.
"Aduh..Aduh..." pekiknya membuat Axel kaget.
"Kenapa? Apanya yang sakit?" tanya Axel melihat keadaan istrinya. Tanpa membuang waktunya, Axel langsung menggendong tubuh Bella dan meletakkannya di kasur.
"Mana yang sakit? Perut kamu? Maaf banget yang, Ini semua pasti gara-gara aku. Istriku sampai kesakitan gini" kata Axel merasa bersalah.
"Enggak apa-apa By, Cuma kram biasa. Nanti juga ilang" kata Bella lagi.
"Kamu duduk aja, Biar aku ambilkan baju kamu" kata Axel melesat pergi untuk mengambilkan baju istrinya.
"Sini, Aku pakai kan ya Yang" kata Axel dengan cekatan membuka jubah mandi Bella dan menggantinya dengan baju tidur yang nyaman.
"By, Mana Daleman nya?" kata Bella saat Axel hanya membawa piyama.
"Astaga! Aku lupa yang, Biasa ngelepasin jadi nggak inget makein daleman" kata Axel tertawa kecil membuat Bella mencibir.
"Yaudah sih yang, Nggak usah pakai daleman. Gini aja aku suka" kata Axel dengan genitnya menjawil dada istrinya yang lebih berisi.
"By!!" Sentak Bella melototkan matanya kesal.
"Iya iya, Maafin aku ya yang, Hari ini aku ada sedikit masalah di kantor, Eh Sampai rumah malah lihat kamu perhatian sama Bram, Aku kesel lihatnya" kata Axel membantu Bella agar tiduran lebih nyaman.
"Kamu cemburu By?" Bella menahan senyum melihat wajah suaminya.
"Ya enggak cemburu, Kesel aja lihatnya" kata Axel sedikit gengsi mengakuinya karena cemburu dengan asistennya sendiri.
"Kalau gitu, Besok ajak Bram makan disini lagi aja" kata Bella dengan santai.
"Janganlah. Kamu ini nggak peka banget sih Yang. Iya aku cemburu, puas kamu" kata Axel semakin kesal.
Bella menahan senyum melihat wajah suaminya, sedikit tak menyangka suaminya bisa cemburu dengan Bram. Tiba-tiba Bella ingat tentang apa yang akan disampaikannya beberapa hari lalu, Ia rasa ini waktu yang tepat.
"By?"
"Ya?"
"Aku mau ngomongin hal penting" kata Bella menatap wajah suaminya yang juga sedang menatapnya.
"Hal penting apa?" Axel mengerutkan dahinya menebak hal apa yang akan disampaikan Bella.
"Aku pengen sekolah lagi" kata Bella lirih.
"Ha?"
"Aku pengen sekolah By, Ikut kejar paket C biar bisa nerusin kuliah. Boleh nggak?" kata Bella menatap Axel penuh harap.
Axel terdiam sesaat, Ia baru sadar jika seharusnya Bella memang masih sekolah. Tapi mendengar Bella ingin kuliah, kenapa ia merasa tak rela.
"Kalau paket C sih oke, Kalau kuliah Ntar aku pikirin, Sekarang kamu juga lagi hamil. Aku nggak mau kamu terlalu capek" kata Axel merasa itulah alasan yang cocok.
Happy Reading.
Tbc.