MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
(S2) Pertemuan Kembali.



Bahkan hanya dengan suaramu, Aku tau itu kau.


 


Seorang gadis tampak turun dari mobil Mercedez benz C-Class Coupe dengan anggun. Membuat seluruh sorot mata menatapnya. Gaunnya yang berwarna merah satin memiliki model shoulder off memperlihatkan bahu dan lehernya yang putih. Tubuhnya terlihat begitu ideal membuat siapapun tak akan melepaskan pandangannya barang sedikitpun darinya.


Ia berjalan dengan penuh percaya diri dengan mengulas senyum tipis di bibirnya yang merah, tak berlebihan, malah tampak terkesan seksi dan menggoda. Semua orang tampak memberi jalan untuknya di antara pesta yang begitu ramai, hingga akhirnya sosok yang di tuju nya tampak juga.


"Nathan!!" Panggilnya dengan suara yang merdu.


Sosok Pria yang dipanggil Nathan itu menoleh, Wajahnya lumayan tampan, Tingginya pun hanya rata-rata. Tapi bagi Karin tak masalah, Karena Nathan sudah sering membantunya dulu waktu kuliah di Swiss. Oh atau mungkin karena Nathan adalah orang yang pertama kali yang menjadi temannya dan karena sama-sama dari orang Indonesia membuat mereka cepat akrab.


Nathan tersenyum tipis saat melihat Karin melangkah mendekati dirinya, ia terlihat puas melihat penampilan Karin yang memukau malam ini, membuat iri seluruh pandangan pria kepadanya. Fix, Dia akan menjadikan wanita ini menjadi pasangan hidupnya.


"Maaf, Membuatmu menunggu lama" kata Karin terdengar lembut namun terselip nada arogan didalamnya. Nathan menarik sudut bibirnya, wanita di depannya ini terlalu menarik sisi kejantanannya.


"Bukan masalah, Aku pria yang menghargai waktu untuk bisa melihat kesempurnaan seperti ini, its oke" kata Nathan membuat kepercayaan diri Karin meningkat.


"Kau terlalu berlebihan" kata Karin terdengar acuh.


"Kau memang selalu tidak percaya padaku" kata Nathan tertawa kecil.


"Karena kau memang tidak bisa di percaya" sahut Karin membuat Nathan semakin tertawa.


"Tapi aku serius kali ini, Kau sangat cantik" puji Nathan membuat Karin memutar bola matanya malas.


"Bukankah aku selalu cantik, Nathan" kata Karin tersenyum tipis namun sangat manis.


"Iya, Mau minum?" kata Nathan menawari minuman di tangannya.


"Tidak, Aku ingin tetap sadar saat pulang ke rumah, Lagipula nanti mungkin ada seseorang yang ingin mencari kesempatan dariku" kata Karin yang memang tak suka minum alkohol karena ia benar-benar takut jika meminum itu, dia pasti akan lupa segalanya. Ia masih trauma dengan kejadian lima tahun lalu.


Karin menggelengkan kepalanya, tidak mau mengingat-ingat hal itu. Itu sudah sangat lama, Dan ia sekarang sudah menjalani hidup yang sangat baik. Bisa meraih cita-citanya menjadi model dan tentunya bisa membuat orang tuanya bangga.


"Wow, Nathan. Siapa perempuan cantik ini? Tak ingin mengenalkannya padaku?" terdengar suara wanita dari belakang mereka.


"Oh ya..Karin, Dia Cindy...Dan Cindy ini Karin" kata Nathan memperkenalkan keduanya.


Keduanya berjabat tangan dan mengulas senyum tipis, Cindy menatap seluruh penampilan Karin yang ia rasa memang sangat cantik membuat dirinya yang pemilik pesta tersaingi.


"Kalian pasangan yang perfect, Nathan tidak pernah bercerita padaku kalau sudah punya pacar" kata Cindy dengan suara yang terdengar manja menurut Karin.


"Aku pasti bercerita padamu kalau sudah resmi" kata Nathan tertawa menutupi perasaannya, karena sejauh ini Karin belum bisa menerima dirinya, padahal ia sudah menyatakan cinta berkali-kali namun terus di tolak.


"Serously? Pria se tampan dirimu di tolak, Wah. Kau memang wanita yang hebat Karin, bisa menolak pria ini" kata Cindy ikut tertawa kecil.


Karin hanya tersenyum, tak ada niat untuk membalasnya karena ia memang jarang bisa dekat dengan orang baru. Ini saja kalau Nathan yang tidak terus memohon padanya untuk ditemani ke pesta ini, Karin sangat malas rasanya. Ia lebih senang tidur di rumah.


"Kapan acaranya di mulai?" tanya Karin merasa sudah cukup lama berada disana.


"Sebentar lagi, Aku tinggal menunggu kekasihku. Dia selalu saja datang terlambat, Nathan! Apa kau sudah menghubungi sepupumu?" kata Cindy terlihat kesal wajahnya.


"Sudah, Kau tenang saja, sepupuku bukan orang yang suka ingkar janji. Kau pasti sangat tau dia bukan?" kata Nathan seadanya.


"Kau benar" kata Cindy tersenyum tipis.


"Tuh kan, Aku bilang apa. Sepupuku pasti datang" kata Nathan tiba-tiba saat melihat sosok pria yang mendekat ke arahnya.


Cindy tampak sumringah melihat kekasihnya yang datang, Ia memberikan senyum manis pada pria yang sudah menjalin hubungan dengannya enam bulan terakhir.


Karin tidak ada niat untuk menoleh, ia hanya diam menunggu siapa sosok yang menjadi kekasih Cindy. Sedikit penasaran karena Cindy terdengar beberapa kali membanggakannya.


"Sayang, kenapa baru datang?" ujar Cindy dengan gayanya yang manja. Karin sedikit mengerutkan wajahnya merasa Cindy ini terlalu berlebihan.


"Jalanan macet" sahut pria itu membuat mata Karin membesar dan tiba-tiba ia merasa tubuhnya bergetar.


Suara itu?


"Baiklah, Oh ya sayang. Hari ini Nathan membawa kekasihnya, apa kau sudah kenal?" kata Cindy sudah menggelayuti lengan kekasihnya dan mengajaknya mendekati Nathan yang masih berdiri dengan Karin.


Karin sangat gugup sekali, jantungnya berdetak kencang saat mencium bau parfum cendana mint yang sangat ia kenal. Ia masih berdiri mematung sebelum Nathan meraih pinggangnya untuk memutar tubuhnya hingga berhadapan dengan sosok pria yang lima tahun ini selalu hadir di mimpinya.


Dio pun sangat kaget melihat Karin yang berada disana. Ini adalah pertemuannya setelah lima tahun lalu. Ia menatap dalam-dalam wajah Karin yang ia rasa sudah cukup banyak berubah. Tak lagi polos seperti lima tahun yang lalu. Tapi meskipun penampilan wanita itu berubah, tapi menurut Dio sorot mata itu tak pernah berubah, selalu lembut dan terlihat sendu.


"Akhirnya kau datang juga, Dari tadi Cindy sudah menunggumu" kata Nathan membuat Dio memutuskan pandangannya dari Karin.


"Iya, Aku ada banyak pekerjaan dan ya jalanan macet" kata Dio kini memberikan pelukan hangat pada sepupunya, Nathan.


"Selalu saja bekerja, Kau ini masih muda kenapa harus terlalu serius" kata Nathan lagi membuat Dio tersenyum tipis lalu menatap Karin yang sejak tadi menunduk tak berani menatap Dio sama sekali.


"Oh, Perkenalkan. Dia Karin, Wanitaku" kata Nathan merangkul mesra pinggang Karin agar menempel padanya.


Dio terlihat terkejut namun ia secepat mungkin ia mengubah ekspresi wajahnya. Entah kenapa ada rasa tak senang di hatinya saat melihat tangan Nathan yang menyentuh Karin. Tapi tak senang kenapa?


Karin saja kaget saat Nathan melakukan hal itu, Apalagi menyebut dia wanitanya? Kenapa harus berbohong?.


"Sayang, Perkenalkan sepupuku, namanya Dio" kata Nathan membuat Karin semakin kaget, Ia mencoba menguasai dirinya dan bertingkah biasa saja.


Karin mengulurkan tangannya pada Dio yang menatapnya tajam, membuat Karin menelan ludahnya kasar. Dio masih mengamati dalam-dalam wajah Karin sebelum menyambut uluran tangan itu dengan kuat dan erat.


"Karin" kata Karin memberikan senyum tipisnya.


"Kau sudah tau namaku"


Happy Reading.


Tbc.


Visual


Karina__



Dio___